Asale Madiun Jadi Kampung Pesilat & Kota Pendekar

Wilayah Madiun, Jawa Timur, menjadi basis pesilat sejak zaman dulu, begini sejarahnya.

 Ikon Kabupaten Madiun Kampung Pesilat. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Ikon Kabupaten Madiun Kampung Pesilat. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN — Keberadaan anggota perguruan silat di Kota maupun Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sudah terkenal seantero Nusantara. Meski sama-sama menjadi basis massa perguruan silat, kedua wilayah tersebut memiliki sebutan tersendiri. Jika Kota Madiun disebut sebagai Kota Pendekar, maka wilayah Kabupaten Madiun menampilkan brand sebagai Kampung Pesilat.

Madiun Kota Pendekar

Dikutip dari laman madiunkota.go.id, Kamis (25/11/2021), city branding Kota Madiun mengusung slogan Kota Pendekar. Slogan tersebut diresmikan pada 30 April 2021, karena kota ini memiliki 11 perguruan silat.

Wali Kota Madiun, Maidi, menyebut strategi city branding tersebut telah melalui kajian dari tim Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kota Madiun bersama dengan dengan paguyuban pencak silat dan IPSI.

City Branding tersebut menggambarkan seorang pendekar dengan gerakan interval jurus lima IPSI yang menjadi pelopor perubahan seni pencak silat di Kota Madiun.

Baca juga: Pemkot Madiun Akan Bagikan 20.000 Bibit Kunyit Hitam, Apa Manfaatnya?

Selain itu, pencak silat Kota Madiun diharapkan akan lebih terkenal di berbagai negara dan menjadi contoh pendekar yang santun, amanah, rendah hati, dan saling menghormati sesama perguruan untuk menghadirkan Kota Madiun yang aman dan tentram. Desain, bentuk, warna, dan fisosofi tersebut sudah atas masukan dari para ahli pegiat seni pencak silat dari paguyuban pencak silat.

Kabupaten Madiun Kampung Pesilat

Meski sama-sama memiliki basis warga dari komunitas pencak silat, Pemerintah Kabupaten Madiun lebih memilih slogan Kampung Pesilat sebagai strategi city branding. Apalagi pada 2017 lalu Kabupaten Madiun rencananya ditetapkan sebagai kampung pesilat, mengingat banyak perguruan silat yang berada di sana.

Kala itu, Menpora Imam Nahrawi, mengatakan Madiun dicanangkan menjadi destinasi wisata pencak silat dunia. Dikutip dari Antara, kala itu ada 11 perguruan silat di Madiun yang semuanya memiliki basis massa besar. Mulai dari Persaudaraan Setia Hati Terate, Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, IKS Kera Sakti, Ki Ageng Pandan Alas, Tapak Suci, Pro Patria, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa, dan Cempaka Putih.

Namun kini jumlahnya bertambah menjadi 14 perguruan silat, bertambah dengan Persinas ASAD, Persaudaraan Sejati, dan Persaudaraan Pangastuti Tundung Madiun.

Baca juga: 5 Pesilat Dibui Akibat Konvoi dan Merusak Rumah

Sebelum ada Paguyuban Kampung Pesilat, beberapa perguruan di Madiun sering mengalami gesekan. Namun, kini adanya paguyuban tersebut berhasil mencegah terjadinya gesekan antar-warga perguruan silat yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Pencanangan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat ini bertujuan positif, salah satunya menghapus stigma akibat pemberontakan PKI di wilayah setempat pada 1948.

Baca juga: Festival Kampung Pesilat Madiun akan Dijadikan Agenda Wisata Rutin

Asale Madiun Jadi Basis Pesilat

Dari 11 perguruan silat yang ada di Madiun, perguruan Merpati Putih merupakan yang tertua karena berkembang sejak 1550. Merpati Putih konon menjadi organisasi pencak silat tertua di Indonesia yang anggotanya tersebar hingga ke mancanegara. Perguruan ini dikenal dengan aliran bela diri tangan kosong.

Sejak saat itu berbagai perguruan silat lahir dan besar di Madiun sampai saat ini. Bahkan mayoritas penduduk Kota maupun Kabupaten Madiun adalah anggota perguruan silat yang merupakan warisan turun temurun dari leluhur mereka.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

Karyawan Bank BUMN di Madiun Terpapar Covid-19 Tambah, Jadi 16 Orang

Klaster penularan Covid-19 di lingkungan salah satu bank BUMN di Madiun semakin bertambah, total sudah ada 16 karyawan yang terpapar virus corona.

Kabar Baik! Pemkot Madiun Gratiskan Penyambungan Baru PDAM

Pemerintah Kota Madiun menggratiskan penyambungan baru layanan PDAM Tirta Taman Sari bagi masyarakat.

Waduh! 37 Siswa dan Guru MAN 2 Kota Malang Positif Covid-19

Sebanyak 37 siswa dan guru di MAN 2 Kota Malang terpapar Covid-19, setelah menjalani skrining atau pemeriksaan yang digelar di pondok sekolah tersebut.

PT Inka di Madiun Bakal Bangun Kereta Gantung Pertama di Sumsel

PT Inka (Persero) di Madiun akan mendukung proyek pembangunan kereta gantung atau cable car milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Rumah Jebol Diterjang Banjir, Pembuat Tempe Madiun Tak Bisa Produksi

Rumah Rohmat Junaidi, 30, warga RT 022/RW 004 Desa Klumutan, Saradan, Kabupaten Madiun jebol diterjang banjir pada Rabu (19/1/2022) sehingga tidak bisa memproduksi tempe.

Misteri Watu Ombo, Petilasan Sabdo Palon

Petilasan Sabdo Palon dan tokoh penting Majapahit di Watu Ombo, Mojokerto, Jawa Timur, sering dikunjungi peziarah yang ingin menunaikan hajat.

Enam Jam Hujan Deras, 722 Rumah di Madiun Kebanjiran

Sebanyak 722 rumah di Kabupaten Madiun kebanjiran hingga setinggi 1 meter pada Rabu (19/1/2022) malam setelah hujan deras mengguyur selama 6 jam.

Kebutuhan Benih Porang di Indonesia Capai 100.000 Ton

Pemerintah Kabupaten Madiun mendapat tantangan dari Kementerian Pertanian untuk menyediakan benih porang hingga 100.000 ton.

Harga Umbi Porang Anjlok, Pemkab Madiun Minta Ini ke Pemerintah Pusat

Harga umbi porang produksi petani Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), mengalami penurunan drastis belakangan ini.

Hujan 4 Jam, Banjir Genangi Jalan Menuju Kantor Pemkab Madiun

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur (Jatim), membuat sejumlah ruas jalan mengalami banjir atau tergenang air.

Tega! Pria Ponorogo Aniaya Ibu Kandung Gara-Gara Uang Penjualan Kayu

Polisi menangkap seorang pria di Dukuh Pondok, Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Katimun, 55, karena tega menganiaya ibu kandungnya sendiri gara-gara uang bagi hasil penjualan kayu.

Perkuat Branding, Pemkab Madiun Resmikan Taman Wisata Edukasi Porang

Pemkab Madiun meresmikan Taman Wisata Edukasi Porang dan TIC di kawasan GOR Pangeran Timoer, Rabu (19/1/2022), untuk memperkuat branding Kabupaten Madiun sebagai daerah penghasil porang.

8 Karyawan Terpapar Covid-19, Bank BUMN di Madiun Ini Tutup 3 Hari

Sebanyak delapan karyawan salah satu bank BUMN yang berada di Madiun terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga pelayanan tutup sementara selama tiga hari, mulai Selasa-Kamis (18-20/1/2022).

Truk Muatan Mobil Nyangkut di Rel, Kereta Api ke Kediri Tersendat

Sebuah truk Mitsubishi Fuso yang mengangkut mobil baru tersangkut di rel kereta api yang ada di Kediri, Jatim.

Lecehkan Mahasiswi saat Bimbingan Skripsi, Dosen Unesa Dinonaktifkan

Seorang dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi saat bimbingan skripsi.

Hujan Deras, 12 Desa di Pasuruan Dikepung Banjir

Sebanyak 12 desa yang berada di enam kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) dilanda banjir pada Selasa (18/1/2022).