Kategori: Boyolali

Asale Dusun Stabelan Boyolali di Lereng Gunung Merapi, Dulu Perkebunan Kopi?


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI – Ada beberapa permukiman warga yang berada di lereng Gunung Merapi, tepatnya di wilayah Kabupaten Boyolali. Bahkan beberapa di antaranya berada di kawasan rawan bencana (KRB). Salah satunya adalah Dusun Stabelan, Desa Tlogolele di Kecamatan Selo.

Dusun Stabelan juga disebut sebagai salah satu dusun yang terdekat dengan puncak Gunung Merapi, yakni berjarak sekitar 3 km. Sejauh ini ada beberapa versi yang berkembang terkait asal-usul nama Stabelan.

Awas! Solo, Sukoharjo, Sragen, Karanganyar & Wonogiri Zona Merah Covid-19

Hal itu disampaikan Kepala Dusun stempat, Maryanto, kepada Solopos.com, Jumat (1/1/2021). Dia mengatakan berdasarkan cerita dari para sesepuh, di antaranya ada cerita yang menyebutkan jika Stabelan berasal dari dua kata, yakni staf yang artinya sekelompok pasukan dan belan yang merupakan potongan kata Belanda.

"Jadi dulu pada waktu perang Pangeran Diponegoro katanya Dusun Stabelan sebagai tempat singgah atau sebagai markas Belanda," jelas dia.

Bahkan hingga saat ini diyakini jika lokasi yang menjadi markas pasukan Belanda tersebut masih ada, meski sudah dialihfungsikan sebagai ladang pertanian.

Sedangkan versi lain, ada yang menyebutkan jika Stabelan bermakna gudang kopi yang ada pada masa penjajahan Belanda. "Dulu di Stabelan ada perkebunan kopi dan teh," jelas dia.

Gisel Kena Kasus Video Porno, Gading Marten Kepikiran?

Maryanto mengatakan menurut para sesepuh desa, di wilayah tersebut terdapat banyak tanaman kopi. Kemudian saat ini pun Stabelan tengah mengembangkan produk Kopi Stabelan yang mulai dirintis 2017 lalu.

"Sebab memang sebelumnya pohon kopinya sudah ditebang. Kemudian pasca erupsi Merapi 2010 ada bantuan bibit dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengembalikan tanaman di wilayah Merapi yang terdampak abu vulkanik," jelas dia.

Di sisi lain, saat ini sebagian warga Stabelan tengah mengungsi di tempat penampungan pengungsi sementara (TPPS) Desa Tlogolele. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari aktivitas Gunung Merapi yang tengah meningkat.

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita