Kategori: Boyolali

Asale Desa Kopen di Boyolali, Pusat Kopi Zaman Kompeni


Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi

Solopos.com, BOYOLALI – Kopen merupakan salah satu nama desa di Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Mungkin belum banyak yang tahu tentang asal-usul nama desa tersebut.

Dalam bahasa Jawa, kopen bisa berarti terawat atau mendapat perawatan yang baik. Namun bukan itu arti nama Desa Kopen di Boyolali. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Djawandi, mengatakan penyebutan nama Kopen masih ada kaitannya dengan zaman penjajahan Belanda.

"Jadi pada zaman dulu wilayah ini [Desa Kopen] merupakan perkebunan kopi. Kemudian di sekitar Lapangan Kopen itu dulu ada pabrik kopi. Kemudian juga ada rumah-rumah [orang] Belanda. Kebunnya luas, bisa disebut ini pusatnya kopi," kata dia kepada Solopos.com belum lama ini.

Alhamdulillah Kasus Covid-19 Klaster Pasar Sidoharjo Wonogiri Selesai

Hal itu dia ketahui dari cerita kakek neneknya. Sebab saat masa jayanya kebun kopi di Kopen, dirinya belum lahir. Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut dikenal dengan nama Kopen, yang berasal dari kata kopi.

"Masyarakat pada zaman dulu jika mau datang ke kebun kopi atau ke pabrik kopi di wilayah ini, akan menyebut mau ke Kopen. Jadi yang disebut Kopen ya wilayah ini. Itu mula-mulanya," jelas dia.

Namun keberadaan kebun kopi tersebut berubah menjadi kebun tebu. "Mungkin kopi dinilai kurang menguntungkan. Lalu berubah menjadi kebun tebu, dan gudangnya ada di Kopen," tutur dia.

Kecelakaan di Depan SMPN 1 Masaran Sragen, 1 Pemuda Meninggal

Kini keberadaan kebun dan bangunan sisa zaman penjajahan Belanda di Desa Kopen, Boyolali, telah tersamarkan.

Bahkan berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali, wilayah Kopen maupun Kecamatan Teras secara keseluruhan sudah tidak memiliki hasil perkebunan kopi. Hasil perkebunan yang tercatat adalah perkebunan kelapa dan tembakau.

Desa Kopen tercatat memiliki luas 1,657 km persegi. Jumlah penduduk pada 2019 sebanyak 3.852 jiwa.

 

Share
Dipublikasikan oleh
Chelin Indra Sushmita