Asal Usul Gunung Pegat Wonogiri, Dibelah untuk Jalan dan Menyimpan Misteri

Asal usul Gunung Pegat Wonogiri berasal dari dibelahnya pegunungan Ngadiroyo untuk pembangunan jalan dan menyimpan banyak misteri.

 Kendaraan melintas di jalan Ngadirojo-Baturetno, Wonogiri di ruas dekat Gunung Pegat, Nguntoronadi, Kamis (9/6/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Kendaraan melintas di jalan Ngadirojo-Baturetno, Wonogiri di ruas dekat Gunung Pegat, Nguntoronadi, Kamis (9/6/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO–Asal usul Gunung Pegat Wonogiri banyak cerita yang berkembang dan menyimpan misteri.

Asal usul Gunung Pegat Wonogiri yang kini menjadi jalur utama Ngadirojo menuju Baturetno dan Pacitan Jawa Timur itu, ternyata menyimpan cerita-cerita mistis maupun cerita awal mula munculnya nama gunung pegat.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (22/11/2022), asal usul Gunung Pegat itu berawal dari pemerintah yang akan membuat jalan penghubung. Awalnya, Gunung Pegat merupakan gunung yang dibelah karena pembangunan jalan.

Alhasil, pegunungan Ngadiroyo yang menghubungkan Wonogiri dan Pacitan itu dibelah, dan hingga kini menjadi jalur utama untuk seluruh kendaraan yang akan menuju Baturetno maupun Pacitan Jawa Timur.

Selain itu hingga kini di Gunung Pegat itu sangat rawan kecelakaan. Hal itu karena minimnya penerangan jalan.

Baca Juga: Minibus Terguling di Gunung Pegat Wonogiri, 8 Penumpang Tewas

Jalur Ngadirojo-Baturetno, Wonogiri di ruas dekat Gunung Pegat, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri sepanjang kurang lebih 2 km tidak ada penerangan. Alhasil, jalan tersebut sangat gelap saat malam, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Asal usul Gunung Pegat Wonogiri itu posisi berada di sisi timur jalan, sedangkan barat jalan terdapat jurang, tegal, dan kawasan hutan.

Jalur itu terdiri atas beberapa tikungan tajam, tanjakan, dan turunan. Lebar jalan kurang lebih 6 meter. Jalan aspal tersebut terdapat beberapa lubang dan gundukan di sejumlah tempat.

Selain asal usul, kawasan Gunung Pegat Wonogiri yang dikenal sebagai jalur tengkorak di Wonogiri itu juga menyimpan kisah misteri.

Baca Juga: Berikut Data Korban Kecelakaan Tunggal Minibus di Nguntoronadi Wonogiri

Konon, pasangan pengantin baru yang berani ke sana harus siap menerima kesengsaraan hidup.

Menurut mitos yang berkembang, asal usul Gunung pegat di Desa Ngadiroyo, Nguntoronadi, Wonogiri itu dihuni makhluk halus bernama Mbah Glondor.

Konon, lelembut itu tidak suka melihat pasangan yang berbahagia.

Kabarnya, Mbah Glondor meninggal dalam kondisi sakit hati. Dia berikrar akan menghancurkan setiap kebahagiaan mereka yang datang ke Gunung Pegat.

Menurut cerita yang dipercaya masyarakat, dulu Mbah Glondor harus rela ditinggal pasangannya. Mbah Glondor yang sakit hati berjanji menduda seumur hidup.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dewa 19 Sihir Ribuan Penggemar, Kota Solo Luar Biasa

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.