Asal-Usul Desa Cawet Pemalang: Bermula dari Celana Dalam

penamaan desa ini berawal pada tahun 1825,di mana saat itu Pemalang dipimpin oleh seorang Adipati bernama Adipati Reksodiningrat atau Kanjeng Potang.

 Balai Desa Cawet di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. (youtube)

SOLOPOS.COM - Balai Desa Cawet di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. (youtube)

Solopos.com, PEMALANG — Cawet dalam Bahasa Jawa terdengar tabu karena bermakna celana dalam. Namun, Cawet ternyata adalah nama sebuah desa di Kecamatan Watukumpul, ujung selatan pusat kota Pemalang, Jawa Tengah.

Dilansir dari situs Desakupemalang.id, Selasa (17/5/2022), penamaan desa ini berawal pada 1825. Saat itu Pemalang dipimpin oleh seorang Adipati bernama Adipati Reksodiningrat atau dikenal dengan nama Kanjeng Potang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Saat itu, sang Adipati melakukan inspeksi dengan berkeliling wilayah dan kemudian bertemu dengan sekelompok orang yang sedang bekerja di sawah. Sang Adipati bertanya kepada mereka siapa yang menjadi pemimpin mereka.

Salah satu dari mereka menunjuk seseorang yang saat itu kebetulan menggunakan kain lancingan/cawing sebagai penutup bagian vital dengan ikat pinggang menggunakan tali.

Seketika itu, Sang Adipati langsung memilih orang tersebut untuk menjadi kepala desa (Kades) pertama dari daerah tersebut dan diberi julukan Cawing Tali. Sedangkan nama kawasan diberi nama Desa Cawet yang berasal dari kata ‘Cawing’ yang berarti penutup bagian vital tubuh dan ‘Tali’ sebagai ikat pinggang.

Berdasarkan pantauan Solopos.com melalaui kanal Youtube, Selasa (17/5/2022), sejarah Deesa Cawet di Pemalang memiliki banyak versi.

Baca juga: Ini Lampu Bangjo Terlama di Kota Semarang, Netizen: Iso Nyambi Ghibah

Sejarah Desa Cawet

Versi pertama mengacu pada seorang tokoh yang hanya mengenakan cawing tali sebagai penutup bagian vital dan kemudian dipilih oleh Adipati Pemalang untuk menjadi kades pertama. Versi kedua mengatakan bahwa penamaan berasal dari dua tokoh yang sama-sama memimpin kawasan desa tersebut.

Nama dua tokoh tersebut adalah Cawing dan Tali (Disngkat ‘Cawet’), mereka dipercaya menjadi tokoh yang memiliki sinergi yang kuat sehingga sama-sama terpilih menjadi kades.

Baca juga: Punya Kiai Terbanyak di Jateng, Pati Justru Terkenal Kota Paranormal

Versi yang ketiga, kata Cawet berasal dua kata dari Bahasa Sunda, yaitu cawing yang berarti air dan awet yang berarti mengalir tiada akhir. Konon, kawasan desa tersebut terdapat sumber air yang tidak pernah kering dan selalu mengalir.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Solopos.com, sosok yang dinamakan Cawing Taling merupakan salah satu dari lima sesepuh dari desa tersebut. Selain Cawing tali atau dikenal dengan sebutan Mbah Cawing, ada juga Mbah Sula, Mbah Wasit,Mbah Tarwin, dan Mbah Sibu. Kelima sesepuh ini dipercaya sebagai penyebar agama Islam di desa tersebut.

Baca juga: Perayaan Waisak Dongkrak Kunjungan Wisata di Candi Borobudur

Mulai dari zaman Kades Cawing Tali hingga Taufik Saleh, sudah ada 17 kades yang memimpin Desa Cawet. Taufik Saleh sendiri menjabat hingga 2024 mendatang. Berjarak sekitar 50 km dari pusat Kota Pemalang dan berada di ketinggian antara 250-660 meter di atas permukaan laut (mdpl), Desa Cawet memiliki pemandangan alam yang masih asri dan dipenuhi dengan hutan pinus

Desa ini juga berada di antara perbukitan Igir Jahe dan Bukit Bulu. Desa ini juga berlimpah dengan air dan diapit oleh sungai besar, yakni Kali Keruh (yang berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan) dan Sungai Polangga.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Soloraya Ladang Ranjau dan Aksi Peledakan Jembatan Pascakemerdekaan 

      + PLUS Soloraya Ladang Ranjau dan Aksi Peledakan Jembatan Pascakemerdekaan 

      Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di wilayah Soloraya melahirkan aksi peledakan jembatan dan pemasangan ranjau di sejumlah lokasi, yang terkadang memakan korban dari bangsa sendiri.

      Berita Terkini

      Selidiki Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Timsus Polri Habiskan 3,5 Jam

      Timsus Polri melakukan penyelidikian di rumah Ferdy Sambo yang berada di Kabupaten Magelang.

      Jadikan Siswi SMP di Pati Budak Seks, Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara

      Pelaku pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan siswa SMP di Pati sebagai budak seks terancam hukuman 15 tahun penjara.

      Jepara Diguncang Gempa M 5,3, BPBD: Tidak Dirasakan Warga

      Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng).

      Tanda Tangani Pakta Anti-Bullying, Ini Pesan Ketua DPRD Kota Salatiga

      Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, berpesan kepada anak-anak agar tidak melakukan bullying kepada teman-teman.

      Ini Dia Lokasi Rumah Ferdy Sambo di Magelang

      Timsus Polri mendatangi rumah Ferdy Sambo yang lokasi di Magelang untuk menyelidiki kasus pembunuhan Brigadri Yoshua atau Brigadir J.

      Gempa Bumi Guncang Jepara, Segini Kekuatannya

      Gempa bumi dengan Magnitudo (M) 5,3 mengguncang kawasan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Senin (15/8/2022) pukul 18.10 WIB.

      Meroket! Harga Tanah Sekitar Kampus 3 UIN Salatiga Jadi Rp1 Juta/M2

      Pembangunan Kampus 3 UIN Salatiga di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga membuat harga tanah di Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang naik berkali-kali lipat.

      Masjid Kauman Tertua di Semarang yang Umumkan Kemerdekaan Indonesia

      Masjid Kauman Semarang menjadi masjid tertua di Kota Semarang dan satu-satunya masjid yang menyiarkan Kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi didengungkan oleh Soekarno-Hatta.

      Selain Perbaikan Jalan, Bupati Blora Ingin Bangun RS di Randublatung

      Selain pembangunan jalan, Bupati Blora juga menyampaikan bahwa pada 2023 nanti Pemkab akan membangun Rumah Sakit Umum Daerah di Kecamatan Randublatung.

      Penelusuran Pembunuhan Brigadir J sampai ke Magelang

      Jejak kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang direncanakan Irjen Pol Ferdy Sambo ditelusuri sampai ke Magelang.

      Terkuak! Identitas Jenazah yang Ditemukan Warga di Kaligarang Semarang

      Polisi mengungkap identitas jenazah yang ditemukan warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah di aliran sungai Banjir Kanal Barat pada Minggu (14/8/2022).

      Pemuda di Kendal Meninggal Secara Tragis, Korban Pembunuhan?

      Seorang pemuda meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Kampung Krajan, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

      Waspada! 2 Pekan, Sembilan Kejadian Banjir & Longsor Terjang Banyumas

      BPBD Banyumas mencatat sembilan bencana hidrometeorologi selama periode 1 sampai 14 Agustus 2022.

      Sadis! Pemuda di Kendal Meninggal dengan Luka Sabetan Senjata Tajam

      Seorang pemuda ditemukan meninggal dunia dengan kondisi kritis di Kampung Krajan, Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal.

      Truk Kargo Tabrak Truk Tangki di Tol Semarang-Solo, 2 Orang Meninggal

      Dua orang meningga dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Semarang-Solo KM 460, Desa Barukan, Tengaran, Kabupaten Semarang.

      Geger! Warga Semarang Temukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Kaligarang

      Warga Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki di Jembatan Kaligarang.