Asal-Usul Congyang Semarang, Jamu Tradisional yang Malah Dibuat Mabuk

Tahukah Anda bagaimana asal-usul congyang Semarang yang sering dianggap sebagai minuman keras?

 Ilustrasi miras khas Semarang, Congyang. (Instagram)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi miras khas Semarang, Congyang. (Instagram)

Solopos.com, SEMARANG — Congyang merupakan salah satu minuman tradisional yang sangat terkenal di Semarang, Jawa Tengah. Minuman tersebut belakangan dianggap sebagai minuman keras alias miras. Padahal, asal-usul minuman ini sangatlah panjang.

Pada dasarnya, congyang adalah jamu tradisional yang berkhasiat menghangatkan badan dan mengobati masuk angin. Tetapi, sejak tahun 2000-an, minuman ini justru diteguk untuk mabuk-mabukan, seperti ciu bekonang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Hal itu dijelaskan Pengamat Sejarah dari Fakulas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Wasino. Dia menyebut fenomena tersebut mulai terjadi saat perkembangan penduduk makin besar dan waktu orang tua kepada anak mulai berkurang.

“Kalau dulu, miras saat zaman kerajaan menunjukan minumun raja, kemudian berkembang menjadi minuman hight class. Tapi sekarang, jadi ajang kebanggan, biar gantle, sangar dan mencari jati diri. Yaitu merasa bangga, hebat apabila minum itu [Congyang], terus sebaliknya kalau tidak berani minum,” terang Wasino kepada Solopos.com, Rabu (22/6/2022).

Pergeseran fenomena tersebut, jelas Wasino, berdasarkan kaca matanya dalam melihat fenomena remaja yang saat ini membentuk komunitas tersendiri.

 

Selain itu, dibuktikan tindakan aparat saat mengamankan sejumlah remaja yang ternyata melakukan tindakan melawan hukum dalam pengaruh miras, termasuk Cognyang Semarang.

“Seringnya sekarang, beda lagi pemaknaanya, berkaitan dengan anak gangster, dugal dan sebagainya. Untuk sejumlah remaja malah bergeser kesitu, sebagai ajang kegengsian, biar sangat, terusbmembentuk kelompok,” jelas dia.

Asal-Usul Congyang Semarang

Sebagai informasi, Congnyang atau sering disebut Ceye ini, lahir dari tangan dingin Koh Tiong di bilangan Wotgandul, kawasan Pecinan Semarang, sejak 1980 silam. Minuman fermentasi tradisional ini, menjadi legenda di tengah kehidupan masyarakat kota.

Mirip seperti whisky, congyang cocok ditenggak saat cuaca dingin. Ketika dicoba, rasa congyang manis di awal dan kecut di ujung.

 

Perpaduan rasa ini merupakan efek dari fermentasi beras yang menjadi bahan utamanya. Sampai di perut, minuman ini terasa menghangatkan tubuh.

“Kemudian di barat, budaya minum-minum ini bagian untuk penghangat saat musim dingin. Sementara kita, minum pada saat musim panas, ini bisa meningkatkan twkanan darah, kerusakan jantung kalau minumnya tidak dikadar atau ditakar,” tutup dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Blora akan Dikenalkan Sebagai Kota Barongan, Apa Itu?

      Bupati Blora Arif Rohman menyatakan Blora akan memperkenalkan kesenian barongan sebagai daya tarik wisawatan untuk berkunjung ke Blora.

      Mayat di Saluran Air Jalan Sriwijaya Semarang Diduga Korban Tabrak Lari

      Mayat laki-laki yang ditemukan di saluran air Jalan Sriwijaya atau depan Perpustakaan Daerah Jateng, Kota Semarang, diduga merupakan korban tabrak lari.

      Kasat Lantas Polres Grobogan Pindah Jadi Kapolsek di Sukoharjo

      AKP Sri Martini menjabat sebagai Kapolsek Sukoharjo di Polres Sukoharjo, untuk itu jabatan Kasat Lantas Polres Grobogan disi AKP Deni Eko Prasetyo .

      Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT KPK, Ganjar: Saya Sudah Ingatkan

      Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, dikabarkan terkena operasi tangkap tangan atau OTT dari KPK saat berada di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

      Asyik! Bikin SKCK di Polres Salatiga Bisa Diantar ke Rumah

      Satintelkam Polres Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), membuat layanan antar SKCK ke rumah pemohon.

      Mayat Perempuan dalam Kardus di Demak Misterius, Ini Ciri-cirinya

      Aparat Polres Demak, Jawa Tengah (Jateng), mengaku belum mengetahui identitas mayat perempuan yang ditemukan terbungkus dalam kardus.

      DPRD Jateng Beri Target, Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi Selesai 2023

      Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso, menargetkan perbaikan ruas Jalan Solo-Purwodadi selesai pada 2023.

      Ada Luka pada Mayat di Jalan Sriwijaya Semarang, Korban Pembunuhan?

      Sosok mayat laki-laki ditemukan di saluran air yang ada di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

      Dulu Ramai! Ini Deretan Bekas Hotel di Semarang yang Kini Angker

      Berikut deretan bangunan bekas hotel di Kota Semarang yang memberi kesan mistis dan terlihat angker serta banyak menyimpan kisah misteri.

      Ratu Kalinyamat Jadi Pahlawan Nasional, Megawati: Saya Setuju Banget

      Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, menyebut Ratu Kalinyamat, layak mendapat gelar pahlawan nasional karena kegigihan menghadapi kolonial Portugis.

      Terungkap! Ini Identitas Mayat di Kali Jalan Sriwijaya Semarang

      Mayat laki-laki ditemukan di saluran air Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, tepatnya di depan Perpustakaan Daerah Jateng.

      Astagfirullah! 2 Pelajar SMA di Pekalongan Bercumbu di Depan Masjid

      Aksi sepasang pelajar SMA di Pekalongan yang bercumbu di depan masjid viral di media sosial.

      Alun-Alun Lama Kudus bakal Direvitalisasi, Segini Anggarannya

      Pemerintah Kabupaten Kudus berencana melakukan revitalisasi pada alun-alun lama yang saat ini menjadi Taman Menara Kudus pada akhir tahun 2022 ini.

      Dikira Boneka, 2 Bocah di Semarang Temukan Mayat di Jalan Sriwijaya

      Sosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di saluran air atau kali di Jalan Sriwijaya, atau depan Perpustakaan Daerah Jateng, Kota Semarang.

      Pencabulan bocah 14 Tahun di Grobogan, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

      Satreskrim Polres Grobogan memeriksa sejumlah saksi dan korban dalam kasus pencabulan bocah perempuan berusia 14 tahun di Tawangharjo.