Asal Usul Bekonang Sukoharjo, Berasal dari Nama Senopati Majapahit

Inilah asal usul nama desa Bekonang, Sukoharjo yang ternyata berasal dari nama senopati Kerajaan Majapahit.

 Bangunan bekas Dalem Kewedanan Bekonang, Sukoharjo, Jumat (4/10/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

SOLOPOS.COM - Bangunan bekas Dalem Kewedanan Bekonang, Sukoharjo, Jumat (4/10/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO — Suatu daerah atau tempat tentu menyimpan sejumlah sejarah. Seperti asal usul berdirinya daerah seperti di Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Berdasarkan keterangan di akun Instagram @kanjengnuky, berdirinya Desa Bekonang tak lepas dari sosok pengembara bernama Kiai Konang. Kiai yang disebut berhati baik, berwibawa, dan rendah hati itu berasal dari Kerajaan Majapahit.

PromosiMengenal Tradisi Sendang Unik dan Sakral di Sendang Gambir Salatiga

Sosok Kiai Konang merupakan senopati dari Kerajaan Majapahit. Ia mempunyai tipikal orang yang tak suka dikenal orang. Salah satu alasannya yaitu agar dapat berguna bagi masyarakat.

Baca Juga: Air Terjun Pengantin di Ngawi Ini Dipercaya Bikin Hubungan Langgeng

Konon, sosok di balik asal usul Bekonang ini suka mengajari masyarakat bercocok tanam, membuat irigasi, dan beternak aneka unggas. Hal itu bertujuan agar kehidupan masyarakat bagian timur Sungai Bengawan Solo semakin berkembang.

Tak hanya itu, Kiai Konang juga mendirikan pasar di wilayah lereng barat Gunug Lawu. Berkembangnya pasar tersebut diikuti kemunculan preman-preman pasar yang membuat masyarakat resah.

Kiai Konang yang mendapatkan laporan warga kemudian menemui pimpinan preman pasar bernama Kiai Anggaspati. Perkelahian keduanya pun tak terhindarkan hingga dimenangkan oleh sang Senopati Majapahit yang bersenjata cambuk.

Baca Juga: Jejak Dakwah Sunan Kalijaga di Asale Sumur Songo Cepogo Boyolali

Kiai Anggaspati yang dalam keadaan sekarat dibawa Ki Konang ke Sendang Panguripan. Konon, Pimpinan preman pasar tersebut dapat hidup kembali setelah dibawa ke sendang.

Kiai Konang yang banyak berjasa kemudian diabadikan namanya pada nama pasar yang ia dirikan, yakni Pasar Konon. Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat yang mengucapkan Pasar Bekonang. Hal itulah yang menjadi asal usul nama Bekonang. Ada versi lain yang menyebut Bekonang berasal dari tempat untuk berjualan tembakau yang dalam Bahasa Jawa disebut mbakonan.

Seorang tokoh masyarakat Desa Bekonang, Sugiyarto, saat diwawancarai Solopos.com pada 2017 silam mengatakan Kiai Konang berjalan kaki sendirian selama berhari-hari hingga akhirnya tiba di sebelah timur Sungai Bengawan Solo yang penuh dengan rumah penduduk.

Kiai Konang lantas berkenalan dengan sejumlah warga setempat. “Kiai Konang tak ingin lagi terlibat dalam urusan kerajaan dan jabatan. Dia ingin hidup sederhana di desa itu,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Tabrak Pohon & Masuk Parit di Jaten Karanganyar, Warga Solo Meninggal

Pengendara motor asal Kadipiro, Banjarsari, Kota Solo, Danis Wisnu Murti, 23, meninggal seusai terlibat kecelakaan tunggal di Jl. Solo-Sragen tepatnya Jaten, Kabupaten Karanganyar, pada Selasa (17/5/2022).

Apa Itu Onggo-Inggi, Sosok yang Kerap Muncul di Jembatan Jurug Solo?

Apa sih itu Onggo-Inggi, sosok yang dikabarkan kerap muncul di Jembatan Jurug Lama Solo, Jawa Tengah?

Lahan 20,1 Hektare di Sragen Dihibahkan ke Kemenparekraf, Ini Lokasinya

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk pembangunan Poltekpar Negeri, lokasi lahan itu tersebar di tiga kelurahan.

Pemkab Klaten Kembali Mendapatkan Opini WTP, Ini Komentar Bupati

Pemerintah Kabupaten Klaten sukses mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2021.

Pemkab Sragen Hibahkan Lahan 20,1 Hektare ke Kemenparekraf, Buat Apa?

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk lokasi pembangunan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri.

Kenapa Nama Sala Berubah Jadi Solo? Ternyata Ini Sejarahnya

Kira-kira kenapa nama Sala bisa berubah menjadi Solo, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah? Ternyata begini sejarahnya.

Butuh 2 Crane Evakuasi 2 Truk Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan di Jl. Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) membutuhkan dua crane.

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) diduga karena sopir mengantuk.

Dua Orang Meninggal Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Polisi menyebut dua orang meninggal dalam kecelakaan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Bluar! Dikira Truk BBM Terbakar di Jl. Solo-Semarang Boyolali, Ternyata

Salah seorang warga menyampaikan kesaksian saat kecelakaan melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Breaking News! Dua Truk Alami Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Dua unit truk terlibat kecelakaan di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (17/5/2022).

Mirip Punya Pemkot, Di Keraton Solo Juga Ada Wahana Kereta Listrik Lho

Di kawasan wisata Keraton Solo ada wahana baru kereta listrik yang bentuknya mirip kendaraan listrik wisata milik Pemkot Solo, mau coba?

Rudy Ikut Donor, DPC PDIP Solo Himpun 221 Kantong Darah

DPC PDIP Solo mengadakan aksi donor darah dan berhasil menghimpun 221 kantong dari pengurus dan kader. Aksi dipimpin langsung oleh FX Hadi Rudyatmo yang juga menjadi donor.

Libur Waisak Pasar Gede Solo Dipadati Pengunjung, Ini Yang Diburu

Pasar Gede Solo dipadati pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati kuliner khas atau membeli oleh-oleh pada libur Hari Raya Waisak, Senin (16/5/2022).

Beredar Surat PLN Solo Tertibkan Pemakaian Daya, 450 VA Jadi 1.300 VA

Surat berisi pemberitahuan dari PLN kepada pelanggan mengenai penertiban daya listrik dari 450 VA menjadi 1.300 VA beredar di Solo.