AS Tuding Putin Masih Bernafsu Kuasai Ukraina, Perang Bakal Lama

Amerika Serikat menuding Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin merebut sebagian besar wilayah Ukraina.

 Presiden Rusia Vladimir Putin. (Twiotter@KremlinRussia_E)

SOLOPOS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin. (Twiotter@KremlinRussia_E)

Solopos.com, JAKARTA — Amerika Serikat menuding Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin merebut sebagian besar wilayah Ukraina.

Padahal, menurut AS, pasukan Rusia telah mengalami pelemahan sehingga kemungkinan mereka hanya mampu membuat keuntungan teritorial dengan lambat.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Melansir bbc.com pada Kamis (30/6/2022), Kepala Intelijen Nasional Avril Haines mengatakan perang akan berlangsung lama.

Adapun, pada bulan Maret Moskow kembali memfokuskan upayanya untuk merebut garis terdepan wilayah Donbas Ukraina, setelah gagal merebut ibu kota Kyiv dan kota-kota lain.

Baca Juga: Bawa Pesan Presiden Ukraina, Jokowi Bertemu Putin Hari Ini

Dirinya mengatakan Putin tetap berniat untuk menguasai sebagian besar Ukraina. Namun, pasukan Rusia tidak mungkin mencapai tujuan itu dalam waktu dekat.

“Kami melihat adanya hal yang tidak imbang, antara tujuan militer jangka pendek Putin dan kapasitas militernya, ada ketidasesuaian antara ambisinya dan apa yang dapat dicapai oleh militernya,” katanya dalam konferensi Departemen Perdagangan AS, bbc.com pada Kamis (30/6/2022).

Baca Juga: Jokowi akan Bertemu Vladimir Putin, Hal-Hal Ini yang akan Dibahas

Setelah tidak lagi berupaya menguasai Ibu Kota Kyiv dan kota terbesar kedua Kharkiv, kini Vladimir Putin sedang mengusahakan kemenangan di wilayah timur Donbas Timur Ukraina, yang merupakan kawasan industri besar, di mana Putin telah mengklaim bahwa Ukraina telah melakukan genosida pada sebagian besar penduduknya berbahasa Rusia.

Diketahui, baru-baru ini pasukan Rusia telah menguasai kota Severodonetsk dan memperoleh keuntungan di sana, tetapi kemajuannya lambat, sehingga pasukan Ukraina telah melakukan perlawanan yang kuat.

Berlangsung Lama

Menurut Haines lewat penilaian publik pertamanya tentang perang sejak Februari 2022, invasi Rusia akan berlanjut untuk jangka waktu yang lama.

“Singkatnya, gambarannya tetap sangat suram dan sikap Rusia terhadap Barat semakin keras,” kata Haines.
Bagi NATO Dia menerangkan bahwa badan-badan intelijen AS melihat adanya tiga kemungkinan skenario terkait konflik sengit ini, di mana pasukan Rusia “membuat keuntungan tambahan, tanpa kesulitan.”

Skenario lainnya termasuk terobosan besar Rusia dan Ukraina berhasil menstabilkan garis depan sambil mencapai keuntungan kecil, mungkin di dekat Kota Kherson yang dikuasai Rusia dan daerah lain di Ukraina selatan.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Vladimir Putin Hadiri KTT G20 di Bali

Sayangnya, Haines juga menyebutkan hal tersebut membuat Rusia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membangun kembali militernya.

“Selama periode ini, kami mengantisipasi, mereka akan lebih bergantung pada alat asimetris yang mereka miliki untuk menargetkan musuh-musuhnya, seperti serangan siber, upaya untuk mengendalikan energi, bahkan penggunaan senjata nuklir untuk mencoba memproyeksikan kekuatan dan pengaruh secara global,” terang Haines.

Komentar Haines muncul pada hari Rabu setelah para pemimpin NATO berjanji mendukung Ukraina selama yang diperlukan dengan meningkatkan kehadiran pasukan mereka di seluruh Eropa, termasuk mengundang Finlandia dan Swedia itu yang sebelumnya netral untuk bergabung dengan aliansi tersebut.

Baca Juga: Perundingan Gagal, Putin: Perang Rusia Vs Ukraina Takkan Berakhir

Presiden Joe Biden yang bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pun menyebutnya ini adalah aliansi dengan perombakan terbesar sejak Perang Dingin.

Biden bersumpah NATO akan diperkuat ke segala arah di setiap domain mulai darat, udara dan laut.

Menanggapi kemungkinan kedua negara Nordik menjadi anggota NATO, Putin menuduh aliansi militer sengaja meningkatkan ketegangan.

“Jika pasukan dan infrastruktur NATO dikerahkan, Maka Rusia secara terpaksa akan merespons,” kata Putin saat dalam perjalanan ke Turkmenistan.

Baca Juga:

Sementara itu, pemerintah Inggris akan memberikan bantuan militer sebesar US$1,2 miliar lebih lanjut ke Ukraina, hampir dua kali lipat dari dukungannya sejauh ini.

AS memberikan lebih banyak bantuan militer ke Ukraina daripada Inggris. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya membutuhkan sekitar US$5 miliar sebulan untuk mendanai perang melawan Rusia.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Perang Rusia vs Ukraina: Intelijen AS Sebut Putin Ngotot Kuasai Ukraina”

Sumber: Bisnis.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Langit dari Bumi di Observatorium Bosscha dan Ancaman Polusi Cahaya

      + PLUS Langit dari Bumi di Observatorium Bosscha dan Ancaman Polusi Cahaya

      Observatorium Bosscha yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat adalah observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara, yang berkatnya pengamatan langit dari bumi dapat mendukung pengembangan astrofisika dalam topik bintang, namun kini terancam polusi cahaya.

      Berita Terkini

      Tren Mobil Listrik, Teknologi Baterai Jadi Tantangan bagi Periset

      Komponen baterai menjadi kendala utama dalam pengembangan industri kendaraan bermotor listrik. Ini jadi tantangan bagi periset.

      Sejarah Hari Ini: 12 Agustus 1990, Temuan Fosil Tyrannosaurus Rex

      Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 12 Agustus.

      Laporkan Pesulap Merah, Gus Samsudin Diperiksa Polda Jatim Jumat

      Polda Jawa Timur dijadwalkan memeriksa Gus Samsudin terkait laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Pesulap Merah pada Jumat (12/8/2022).

      Dipecat karena Selingkuh dengan Atasan, Polwan Kalah di PTUN

      PTUN Tinggi Makasar menolak gugatan mantan polwan Polda Maluku Utara, Raniandini Yasa, terhadap Kapolda Malut Irjen Pol Risyapudin Nursin karena tidak terima dipecat.

      Kasus Pelecehan di Unri, MA Putuskan Dekan Tak Bersalah

      MA menilai Syafri Harto tidak bersalah atas tuduhan pelecehan seksual dilakukannya kepada mahasiswi Unri.

      Pembunuh Guru TK di Mataram Diduga Pacar Korban

      Pembunuh guru taman kanak-kanak (TK) berinisial H di rumahnya, Gunungsari, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat beberapa hari lalu diduga kuat pacarnya.

      Setahun, Pembunuhan Ibu Anak di Subang Mulai Temukan Titik Terang

      Seorang yang diamankan itu berinisial S, yang diduga berada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan ibu anak di Subang terjadi.

      Selama 6 Hari di Magelang, Bharada E dan Brigadir J Tinggal Sekamar

      Bahkan saat mengawal keluarga Irjen Ferdy Sambo di Magelang, Jawa Tengah dari tanggal 2-7 Juli 2022, mereka tidur sekamar. 

      Pengacara: Ferdy Sambo Janjikan Uang dan Kasus Bharada E Dihentikan

      Ferdy Sambo menjanjikan kasus tersebut akan dihentikan oleh polisi (SP3) karena Bharada E dianggap membela diri dari tembakan Brigadir J.

      Brigadir J Berlutut, Bharada E Tembak 4 Kali atas Suruhan Ferdy Sambo

      Ketika masuk ke ruangan tersebut Bharada E melihat Brigadir J dalam posisi berlutut di depan Ferdy Sambo.

      Kabar Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Gubernur Ganjar: Hentikan Korupsi!

      Selain Bupati Pemalang, sumber kuat di KPK menyebutkan aparat tim antirasuah itu juga menangkap puluhan orang lainnya.

      2 Versi Motif Pembunuhan Brigadir J, Mana yang Benar?

      Ferdy Sambo mengaku menghabisi nyawa anak buahnya itu karena marah lantaran harkat dan martabat istrinya, Putri Candrawathi, dilecehkan. 

      Bupati Pemalang Dikabarkan Kena OTT KPK, Begini Reaksi Ganjar

      Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, dikabarkan terkena operasi tangkap tangan atau OTT yang digelar KPK di kompleks Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/8/2022) malam.

      Harapan Erick Thohir atas Peran NU untuk Indonesia Satu Abad ke Depan

      Erick Thohir mengungkapkan harapan atas peran NU terhadap Indonesia satu abad ke depan.

      Ferdy Sambo Rencanakan Bunuh Brigadir J, Hukuman Mati Membayangi

      Direktur Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, mengatakan Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan itu bersama dua ajudannya, Bripka RR dan Bharada E. 

      Pakar Hukum: Pengakuan Sambo Bisa karena Jujur atau Justru Pengaburan

      Namun, pengakuan Ferdy Sambo tentang motif pembunuhan itu harus diuji secara hukum sehingga tidak sekadar menjadi tudingan.