Aryo Pamoragung, PNS Muda di Balik Meratanya 4G di Tanah Air
Aryo Pamoragung (Kemenkominfo)

Solopos.com, SOLO -- Mungkin nama Aryo Pamoragung belum terlalu familier bagi banyak orang. Namun, sosok PNS muda ini punya peran yang cukup besar di balik meratanya jaringan 4G dari Sabang sampai Merauke.

Aryo Pamoragung adalah PNS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kiprah Aryo berbuah penghargaan Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2019 untuk kategori The Future Leader.

Inovasi yang dikembangkan Kabag Perencanaan Program dan Pelaporan (PPP) Ditjen SDPPI Kemenkominfo ini adalah Penataan Ulang (Refarming) Frekuensi Seluler untuk Internet Kecepatan Tinggi hingga Pelosok Negeri.

WFH Dicabut, ASN Pemkot Solo Mulai Ngantor Juni 2020

Penataan ulang pita frekuensi radio merupakan istilah yang asing bagi sebagian besar orang. Namun, manfaat yang diperoleh dari refarming ini berpengaruh besar bagi para pengguna telepon seluler di Indonesia karena jaringan 4G kian merata di Indonesia.

”Menjadi future leader itu cuma sekadar jargon, tapi benar-benar harus mendengar dan belajar, sehingga nanti ketika betul-betul menjadi The Real Leader dapat memberikan yang terbaik untuk organisasi dan masyarakat,” ujar Aryo sebagaimana dikutip dari laman Kemenkominfo, beberapa waktu lalu.

Sejak awal Aryo Pamoragung menyadari betul besarnya beban biaya perluasan jaringan sehingga membuat operator seluler enggan bergerak membangun infrastruktur setara dari Sabang sampai Merauke.

Gubernur Jateng Ingatkan Perlunya Imunisasi di Tengah Covid-19

Ini menyebabkan tidak meratanya akses Internet dan berkomunikasi. Ada masyarakat yang sudah menikmati layanan Internet supercepat, namun tidak sedikit yang masih bergantung dengan jaringan 3G, atau bahkan 2G.

Kota & Desa Sama-Sama Untung

Dia pun melakukan refarming atau penataan ulang pita frekuensi radio. Penataan ulang ini meningkatkan efisiensi dan optimalisasi penggunaan pita frekuensi radio.

Selain itu, masyarakat di daerah perkotaan akan menikmati penambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan traffic data yang mengalami kepadatan jaringan (network congestion).

Siswi SD di Madura Viral, Curhat Orang Tua Berutang Demi Belajar Online

Sedangkan bagi masyarakat Indonesia yang berada di luar perkotaan, penataan frekuensi ini akan berdampak pada tersedianya akses layanan 4G.

Tidak hanya layanan 4G yang semakin meluas, proyek yang digarap oleh Aryo Pamoragung dan tim ini melahirkan beragam dampak positif.

Bagi pengguna, penataan ulang pita frekuensi radio ini memungkinkan masyarakat mengakses mobile broadband berkualitas. Bagi operator seluler, mereka menghemat biaya.

Penghematan biaya ini dapat menjadi subsidi silang untuk mendorong pemerataan pengembangan jaringan seluler dengan kemampuan Internet kecepatan tinggi (4G) di wilayah-wilayah di luar kota besar yang saat ini mayoritas hanya dapat menikmati layanan suara (2G).

Aryo Pamoragung merupakan lulusan magister Teknik Elektro ITB Bandung. Impiannya sederhana yaitu ingin layanan seluler dengan kualitas sejajar dirasakan oleh seluruh penduduk Indonesia.

AMSI: Selesaikan Masalah Pemberitaan Lewat Dewan Pers, Bukan Buzzer dan Intimidasi

”Tantangan itu akan selalu ada, apapun pekerjaannya. Untuk refarming, kami menghalau tantangan tersebut dengan membangun project management,” ujar PNS muda ini.

Project management yang Aryo jabarkan merupakan sebuah media pemantauan. Proses pemantauan ini diperlukan untuk memastikan refarming berjalan tepat waktu dan tepat sasaran agar tidak ada lagi biaya yang timbul akibat keterlambatan.

”Ada orang-orang yang bekerja dalam senyap untuk memastikan komunikasi berjalan baik. Saya selalu berikan motivasi pada teman-teman saya di lapangan bahwa apa yang kami lakukan adalah wujud darmabakti kami sebagai anak bangsa dan tabungan kami di akhirat nanti,” ujar dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho