Kapolda Jateng Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel memantau arus mudik di jalur jalan tol Trans Jawa, Senin (3/6/2019). (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, PEMALANG — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel mengatakan arus mudik Lebaran 2019 yang melalui jalur jalan tol Trans Jawa mulai turun sehingga pengemudi kendaraan cenderung mengemudikan mobil melampaui batas maksimal.

"Alhamdulillah, hari ini [Senin] arus mudik kendaraan yang masuk ke jalan Trans Jawa mulai dari Brebes sampai dengan ke timur Sragen sudah turun meski volumenya masih 200% dibanding sebelumnya mencapai 300%," kata Kapolda di sela-sela pantauan arus kendaraan di Pos Gandulan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019).

Menurut dia, arus mudik di ruas jalan tol Batang-Semarang sudah melewati puncaknya, yaitu pada tanggal 31 Mei 2019 sehingga jalur tol mulai lancar dan semula diberlakukan melalui sitem one way (satu arah) kini sudah menjadi two way (dua arah). "Dengan lancarnya ini maka kecepatan kendaraan di jalur tol bisa mencapai 100 km/jam bahkan lebih. Hal itu sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara bagi mereka yang sudah kelelahan," katanya.

Untuk mengantisipasi kecelakaan di jalur tol, Polda Jateng akan melakukan upaya dengan berkoordinasi Dinas Perhubungan agar pengemudi mengurangi kecepatan kendaraannya. "Batas maksimal kecepatan kendaraan di jalur tol kan 100 kilometer per jam," katanya.

Kapolda memprediksi arus balik Lebaran akan terjadi pada tanggal 7-9 Juni 2019. Oleh karena itu, Polri akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak menggunakan kendaraan dengan kecepatan tinggi. "Apakah nanti akan dilakukan one way atau tidak, itu sifatnya situasional. Jika tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas, kendaraan akan melaju dengan kecepatan maksimal," katanya.

Hingga H-2 Lebaran 2019, tercatat sejumlah kecelakaan lalu lintas yang merenggut 13 jiwa, yaitu sembilan korban di antaranya akibat kecelakaan di jalur tol. "Jumlah korban meninggal kurang lebih di jalur tol ada empat dan di luar tol sembilan orang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten