Arus Laut Mengarah ke Barat, Ferry Anto Belum Ditemukan

Proses pencarian terhambat oleh tingginya ombak dan angin kencang di laut selatan Jawa. Tim SAR pun tidak bisa melakukan pencarian melalui jalur laut karena tingginya gelombang dan angin kencang.

Arus Laut Mengarah ke Barat, Ferry Anto Belum Ditemukan

SOLOPOS.COM - Ayah Ferry Anto, Bambang Supriatna, menunjukkan foto kenang-kenangan di kediamannya, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (21/6/2019) petang. (Solopos-Iskandar)

Solopos.com, SOLO — Pencarian terhadap Ferry Anto Putro Nugroho masih berlanjut. Setelah jenazah putrinya bungsunya, Fajrina Dwi Saputri, 7, ditemukan, nasib sang mantan striker Persis Solo tersebut hingga kini belum diketahui.

Berdasarkan cacatan laporan kejadian dan hasil operasi Satlinmas Rescue DIY Wilayah Operasi V Pantai Glagah yang diterima Solopos.com, jenazah Freya Fajrina ditemukan pada pukul 08.20 WIB di Barat TPI Pantai Trisik, Banaran, Galur, Kulonprogo.

Jenazah Freya ditemukan oleh anggota Satlinmas wilayah 5 Pantai Trisik bernama Dwi Surya dan Rico Bangun. Saat melakukan penyisiran pantai terkait adanya kecelakaan laut di Pantau Baru, tim satlimas melakukan patroli pantai dan melihat jenazah yang terombang-ambing di pantai.

Jenazah korban telah dievakuasi sedangkan Tim SAR Gabungan di Pantai Baru meluncur ke lokasi penemuan di Pantai Trisik. Namun hingga saat ini, belum ada temuan lanjutan dari hasil pencarian di sekitar Pantai Trisik.

Penemuan jenazah Freya mengonfirmasi arus laut yang mengarah ke barat dari lokasi pencarian di Pantai Baru, Bantul. Namun, proses pencarian terhambat oleh tingginya ombak dan angin kencang di laut selatan Jawa.  Tim SAR pun tidak bisa melakukan pencarian melalui jalur laut karena tingginya gelombang dan angin kencang.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Ferry Anto dan anak bungsunya Freya terbawa ombak pada Kamis pagi, sekitar pukul 09.35 WIB. Kejadian itu bermula saat Freya, Felicia Shafira, 12, serta dua keponakan Ferry, yakni Afdal Firmansyah, 11, dan Ai Rohima sedang bermain air di bibir pantai. Namun, tiba-tiba ombak besar datang dan menggulung keempatnya.

Seketika Ferry Anto yang berada di sekitar anak dan keponakannya langsung menolong. Kemudian disusul sejumlah anggota Tim Search adn Rescue (SAR) Wilayah 4 Bantul, dan beberapa warga yang berada di sekitar pantai. Ferry berhasil menarik dan melempar anak pertamanya Felicia.

Tim SAR juga berhasil menolong dua korban lainnya. Namun nahas saat meraih anak bungsunya, Ferry justru ikut terseret ombak dan menghilang. Lokasi yang korban hanyut tepat di sekitar bendera peringatan Palung.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tersangka Ilham Siregar Meninggal karena Sakit, Bagaimana Kelanjutan Kasus Korupsi ASABRI?

Tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI Ilham W Siregar meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit.

Geger! Teror Bra Gelantungan Bikin Heboh Warga Rembang

Teror bra bergelantungan di sejumlah lokasi menggegerkan warga di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kempis-Kempis, 8.000 Karyawan Lion Air Dirumahkan

Sekitar 8.000 karyawan maskapai penerbangan Lion Air bakal dirumahkan agar perusahaan mampu bertahan menghadapi pandemi.

Kuliner Solo, Memanjakan Selera Harus Tahu Batas

Laman Kementerian Komunikasi dan Informatika menggolongkan informasi bahwa satai brutu menyebabkan mudah lupa atau mudah pikun sebagai disinformasi.

Kebakaran Kandang di Grobogan: 13.000 Ekor Ayam Hangus, Rugi hingga Rp1,2 Miliar

Kebakaran terjadi di kandang berisi 13.000 ekor ayam di Grobogan, Jawa Tengah, yang menimbulkan kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

Kasus Kematian Covid-19 di Jateng Tinggi, 90% dari Pasien Usia 40 Tahun ke Atas

Kasus kematian atau crisis fatality rate (CFR) akibat Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) masih terbilang tinggi.

Kisah Tragis 2 Wanita Kembar Dijuluki PSK Tertua di Dunia

Kisah tragis kali ini tentang wanita kembar yang dijuluki sebagai PSK tertua di dunia.

Pembangunan Fisik Capai 95%, Bendungan Bendo Ponorogo Mulai Diisi Air

Bendungan Bendo yang berada di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, mulai diisi air awal atau impounding, Sabtu (31/7/2021)

Terlibat Kejar-kejaran dengan Orang Tak Dikenal, Remaja Meninggal Seusai Tabrak Pohon di Jogja

Seorang remaja meninggal setelah menabrak pohon perindang di Jalan AM. Sangaji, Jetis, Kota Jogja, Sabtu (31/7/2021) dini hari.

Jurus Cegah Jakarta Tenggelam, Mampukah Bertahan?

Wagub DKI Jakarta menegaskan wilayahnya tidak akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan karena sederet jurus pencegahan yang dilakukan.

Warga Karangudi Jadi Korban ke-19 yang Meninggal Tersetrum Jebakan Tikus di Sragen

Warga Desa Karangudi, menjadi korban meninggal tersetrum jebakan tikus berlistrik ke-19 dalam kurun waktu dua tahun terakhir di Sragen.

BSI Muda Galakkan Sedekah 3 In 1, Sekali Bantu Untuk UMKM, Isoman, dan Ojol

Bank Syariah Indonesia (BSI) membagikan 200 paket isoman untuk masyarakat yang membutuhkan di kawasan Tanah Abang Jakarta.