Artis Bertrand Antolin Main ke LP Sragen
Bertrand Antolin menggendong seorang bocah perempuan yang juga putri Kepala LP Sragen Yosef Benyamin Yembise, Sabtu (17/11/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Aktor sinetron yang juga presenter televisi, Bertrand Antolin, berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Sragen, Sabtu (17/11/2018).

Kedatangannya bersama sosok inspiratif pengusaha keset berkarakter asal Kebumen, Irma Suryati, bertujuan memotivasi para warga binaan LP tersebut agar bangkit dari keterpurukan.

Tingkah laku artis kelahiran 14 Juli 1980 itu menjadi daya tarik para penghuni LP dan para anggota Dharma Wanita. Bertrand bertingkah kocak saat mengecek suara mikrofon sebelum digunakan Irma untuk presentasi.

“Cek-cek... eco-nya dikecilin. Cek-cek Aaaa..! Eco-nya yang mana? Oke. Cek-cek... Masuk Pak Eko!” ujarnya sebelum menyerahkan mikrofon kepada Irma.

Pada kesempatan itu, Bertrand berkisah tantang dirinya yang berasal dari keluarga miskin saat masih sekolah. Ia bercerita tentang ibunya yang berjualan es dari rumah ke rumah dan banyak orang yang mengejeknya dengan sebutan bule kampung dan sebutan lain yang tak mengenakan hatinya.

Namun semua itu tidak membuatnya minder atau putus asa. Hal itu masih tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan sosok Irma yang ia kenal selama tiga bulan terakhir.

“Mbak Irma ini jadi inspirasi saya. Keyakinan dan semangatnya pantang menyerah. Ia juga mempekerjakan para PSK [pekerja seks komersial], disabilitas, dan memberi pelatihan di semua LP di Indonesia. Aku banyak belajar dengan beliau. Kok bisa beliau memiliki motivasi untuk membantu orang lain padahal beliau sendiri penyandang disabilitas,” ujarnya kepada ratusan warga binaan yang memenuhi aula LP.

Bertrand tak bisa berlama-lama di LP karena ada acara di Solo. Ia berpamitan kepada Kepala LP Kelas IIA Sragen, Yosef Benyamin Yembise, dan berfoto bersama para ibu Dharma Wanita dan beberapa warga binaan.

Bertrand juga sempat menggendong putri Kepala LP yang masih kecil saat berpose bersama. Saat keluar dari aula pun, Bertrand masih dikejar para ibu-ibu yang hanya sekadar ingin berswafoto bersama.

Bertrand mendukung gerakan Irma yang membuka pelatihan membuat keset di seluruh LP se-Indonesia. Dengan pelatihan itu, kata dia, warga binaan bisa mendapat rezeki untuk keluarganya.

Selama di LP, para warga binaan tidak bisa bekerja dan dengan pelatihan mereka bisa menghasilkan uang. Kemudian setelah keluar, sambung dia, mereka juga bisa mengembangkan keterampilannya.

“Mbak Irma itu memiliki warga binaan sampai 400.000 orang seluruh Indonesia. Mereka bisa belajar bersama dan berhasil membuat keset serta bisa ekspor ke mancanegara. Ini luar biasa. Saya respek dan salut dengen beliau. Saya datang ke sini karena diundang beliau. Di beberapa acaranya, saya datang karena beluu membawa aura positif,” tambahnya.

Kepala LP Kelas IIA Sragen, Yosef B. Yembise, menyampaikan baru kali ini LP bisa mendatangkan artis. Dia mengatakan apa yang terjadi siang itu bukan kebetulan tetapi memang sudah direncanakan Tuhan.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom