Artikel Kasus Century, Demokrat Ingin Kejar Asia Sentinel Sampai Hong Kong
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memberikan keterangan kepada media mengenai pertemuan yang kembali dilakukan Prabowo Subianto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di rumah SBY, Jakarta, Kamis (9/8/2018). (Antara - Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Demokrat menyatakan serius menggugat artikel Asia Sentinel yang mengaitkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan kasus Century. Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan pihaknya akan mengejar pertanggungjawaban Asia Sentinel hingga ke Hong Kong, tempat media itu berasal.

"Kami mohon kepada Dewan Pers jika kami bisa dibantu untuk mengontak Dewan Pers Hong Kong, maka kami akan ke Hong Kong. Sampai ke manapun akan saya kejar," kata Hinca saat mengajukan laporan ke Dewan Pers di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Hinca mengatakan Demokrat tidak akan setengah-setengah menyelesaikan persoalan ini. Demokrat berencana mengajak perwakilan Dewan Pers Indonesia ke Hong Kong untuk bertemu lembaga serupa di sana.

"Yang kami lakukan ini untuk merawat Demokrasi, bukan hanya untuk Indonesia tapi untuk seluruh dunia. Jika Dewan Pers Indonesia bisa bantu mengontak Dewan Pers Hongkong dan bisa sama-sama dengan kami ke Hongkong kami akan senang sekali. Kami akan segera hubungi KJRI, kami sudah siap," jelas Hinca.

Hinca menjelaskan alasan pihaknya mengadukan pemberitaan oleh media asing ke Dewan Pers di Indonesia. Menurut Hinca, isi pemberitaan Asia Sentinel yang tanpa konfirmasi dan beropini dikutip begitu saja oleh media arus utama di Indonesia.

Dalam laporannya laman berita Asia Sentinel menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar US$12 miliar yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Laporan berjudul Indonesia\'s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy yang ditulis John Berthelsen itu menyebutkan bahwa ada keterkaitan Ketua Umum Demokrat SBY dengan kasus Bank Century. Partai Demokrat menengarai artikel yang menyebut nama SBY itu ditunggangi kepentingan tertentu untuk memperburuk citra partai.

"Kami menengarai ini ditunggangi. Tapi kami harus selesaikan dulu kebebasan persnya supaya mudah membuka di mana penunggangan itu," kata Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan saat mengadukan media Asia Sentinel ke Dewan Pers, Jakarta, Senin.

Hinca menyampaikan Demokrat juga akan meminta pertanggungjawaban seluruh pihak di Tanah Air yang menyebarluaskan artikel Asia Sentinel tersebut.

"Kami juga berharap siapapun politikus di luar Partai Demokrat hentikan menggoreng isu ini, karena hanya membuat kegaduhan dan tidak ada untungnya bagi panggung demokrasi," kata dia.

Hinca mengatakan Demokrat dan SBY tidak pernah menerima dana Century seperti yang dimuat Asia Sentinel. Selain itu kasus Century, kata dia, juga telah selesai. "Jika ada politisi membuka lagi, berarti dia tidak paham bahwa ini sudah selesai. Maka siapapun Anda politikus di luar Demokrat yang menggoreng, harap hentikan," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom