Arisan Online Menjamur di Soloraya, Pengacara Solo Sebut ini Pemicunya

Arisan online marak di Soloraya belakangan ini dan tak sedikit yang akhirnya mbledos, uang member sulit kembali.

 Ilustrasi arisan online bodong. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi arisan online bodong. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Maraknya arisan online di Soloraya beberapa waktu terakhir menjadi catatan tersendiri para pemangku kepentingan di wilayah ini. Apalagi tak sedikit dari arisan online itu yang akhirnya mbledos.

Pembayaran uang kepada pemenang arisan tersendat, uang dibawa kabur pengelola lalu berujung pada pelaporan ke polisi karena member merasa ditipu. Kasus serupa itu dalam beberapa tahun terakhir terdeteksi di sedikitnya empat daerah di Soloraya.

Pada satu sisi, kasus ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi aparat penegak hukum untuk menuntaskannya. Sedangkan pada sisi yang lain kasus ini menunjukkan sebuah fenomena sosial warga.

Salah seorang advokat atau pengacara di Kota Solo, Sutarto, menilai fenomena maraknya arisan online di Soloraya sebagai representasi gaya hidup masyarakat. Era kemajuan zaman belakangan ini menuntut eksistensi dari sekelompok orang. “Saya melihat ini fenomena gaya hidup di era kemajuan zaman yang serbamutakhir belakangan ini,” ujarnya kepada Solopos.com, Kamis (16/9/2021).

Baca Juga: Pergoki Guru di Solo Tak Bermasker saat Sidak, Gibran: Kalau Diulangi, Enggak Usah PTM Saja!

Sayangnya, menurut Sutarto, fenomena gaya hidup tersebut bisa dibilang tidak sesuai dengan karakter bangsa. Secara kultural, ia menjelaskan bangsa Indonesia mempunyai karakter hidup sederhana.

Gaya Hidup Mewah-Mewahan

Sedangkan fenomena gaya hidup masyarakat modern yang melahirkan fenomena arisan online seperti yang marak di Soloraya dinilai sebagai gaya hidup mewah-mewahan.

Orang-orang yang terlibat arisan online, menurut Sutarto, karena ingin mendapatkan dana segar sebanyak-banyaknya dengan cara yang mudah. “Dana yang diiming-imingkan marketing besar akan mendapatkan sekian-sekian, sangat besar sekali. Besar sekali,” katanya.

Sisi buruknya, Sutarto mengatakan masyarakat dengan gaya hidup mewah-mewahan itu cenderung kurang jeli dalam mengkaji aspek keamanan atau perlindungan hukum dari arisan online tersebut. Mereka kurang memperhatkan aspek legalitas dari semua aktivitas mereka.

Baca Juga: Disertai Dua Kali Ledakan, Mobil BMW di Laweyan Solo Terbakar Saat Hendak Dicuci

“Mereka tak melihat secara jernih apakah penyedia jasa arisan online sudah sesuai dengan apa yang diharapkan BI atau OJK. Legal atau ilegal. Kalau legal, pasti jelas ada beberapa ketentuan yang harus dilalui penyedia jasa arisan,” sambungnya.

Uang Sulit Kembali

Berdasarkan pengalaman beberapa temannya, Sutarto mengambil kesimpulan untuk dana arisan online di Soloraya yang terlanjur disetorkan sulit untuk bisa kembali 100 persen saat arisan itu mbledos. Karena beberapa alasan, untuk meminta sebagian dana tersebut pun juga akan sangat sulit.

“Tentang pidana, bila tak jelas posisinya di mana, namanya siapa, bisa lari. Nomor HP sekarang bisa bergonta-ganti, email juga gonta-ganti. Sebenarnya kalau boleh saya katakan, pinjaman atau arisan online itu kan sudah diatur,” terangnya.

Baca Juga: Hati-Hati Penipuan Arisan Online, Sudah Mbledos di 4 Daerah Soloraya ini

Aturan pinjaman atau arisan online, menurut Sutarto, mengacu peraturan OJK, seharusnya terdaftar legalitasnya, juga jelas badan hukumnya. “Dalam hukum perdata, syarat sahnya perjanjian diatur pasal KUHP, harus ada para pihak yang tanda tangan,” urainya.

Sebagai informasi, beberapa pekan terakhir mencuat banyak kasus arisan online di Soloraya. Jumlah korban kasus ini cukup banyak, dengan nilai kerugian berbeda-beda. Secara nominal kerugian mencapai ratusan juta rupiah bahkan ada yang sampai miliaran rupiah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.

Go Global, Kuliner Khas Solo Disiapkan dalam Kemasan Kaleng

Dengan kemasan kaleng, makanan bisa dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh atau dijual ke pusat perbelanjaan luar negeri.