Tutup Iklan

Arief Poyuono Tuding Oknum DPR Dapat Ratusan Miliar untuk Revisi UU KPK

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Waketum Partai Gerindra Arief Poyouno menuding ada dana besar mencapai ratusan miliar rupiah mengalir ke oknum anggota DPR. Uang itu, kata Arief, untuk memuluskan revisi Undang-Undang No 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Arief mengatakan dana tersebut sengaja dikumpulkan oleh para pemain proyek pemerintah atau pelaku korupsi yang kemudian bakal didistribusikan kepada oknum anggota legislatif hingga pejabat eksekutif.

“Ada dana besar hingga ratusan miliar yang dikumpulkan para pemain proyek pemerintah dan BUMN korup serta mafia migas dan tambang korup untuk mengoalkan revisi UU KPK oleh DPR dan Pemerintah,” ujar Arief Poyouno melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (13/9/2019).

“Dana tersebut dialirkan kepada oknum-oknum anggota DPR di Senayan serta oknum pejabat eksekutif,” kata Poyuono.

Poyuono mengatakan dana besar mafia migas korup juga digunakan untuk membuat para pakar hukum pro pelemahan KPK agar bisa ikut menyusun revisi UU KPK. Selain itu, dana ratusan miliar juga diduga bakal dipakai untuk memoncerkan jalannya sejumlah aksi yang menyatakan dukungannya atas revisi UU KPK.

“Dana ini juga digunakan untuk mendukung aksi bayaran kelompok masyarakat pengangguran dan tokoh-tokoh politik dan gerakan bayaran untuk pendukungan revisi UU KPK agar terframing di media, agar masyarakat umum menilai bahwa revisi UU KPK memang harus dilakukan segera,” kata Poyuono.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu tak mau menanggapi pajang lebar terkait tudingan Arief Poyuono yang dinilai tak mendasar. Masinton malah menanyakan kembali informasi Poyuono tersebut.

“Gini, saya sudah kenal lama dengan Arief Puyuono. Sejak kapan informasinya benar? Sejak kapan informasi dari dia itu ada yang benar?” ujar Masinton.

Ia menyebut jika apa yang dikatakan oleh Poyuono soal dana besar guna memuluskan revisi UU KPK merupakan infromasi sampah yang enggan untuk ia tanggapi. “Itu kan cuma informasi sampah semua. Itu informasi sampah, saya enggak mau nanggapi informasi sampah,” ujar Masinton.

Berita Terkait

Berita Terkini

WhatsApp Kembangkan Penggunaan Satu Akun Dioperasikan 2 HP

WhatsApp dikabarkan tengah mengembangkan pembaruan yang menjadikan satu akun bisa dioperasikan dengan dua HP.

The Alana Surabaya Ajak Setiap Keluarga, Piknik di Dalam Kamar!

Menyambut Alana is Back, The Alana Hotel Surabaya terus berinovasi demi kenyamanan dan keamanan pelanggan.

Hanya 2 Hari, Vaksinasi Covid-19 di 5 Lokasi Solo Ini Dapat Beras 5 Kg

Peserta vaksinasi Covid-19 di lima lokasi Kota Solo yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, mendapat bantuan beras 5 kg.

Berkedok Tempat Pijat, Praktik Prostitusi Gay di Solo Terbongkar

Aparat Polda Jateng mengungkap praktik prostitusi berkedok tempat pijat di sebuah indekos di kawasan Banjarsari, Kota Solo.

Gadis 14 Tahun Asal Kediri Ini Diduga Dibunuh Kekasihnya

Polisi berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap gadis asal Kediri, A, 14, melalui handphone korban yang ditemukan di lokasi kejadian.

Lebihi Target, Vaksinasi di Boyolali Capai Lebih 50%

Percepatan vaksinasi terus dilakukan di Boyolali dengan pendekatan cukup agresif melalui tim di masing-masing desa.

6 KDRT Terjadi di Karanganyar, Ada Korban Alami Paksaan Hubungan Seks

Selain kekerasan seksual, dalam periode yang sama di Karanganyar juga terdapat 22 kekerasan terhadap anak yang dilaporkan.

Tak Cuma Rossi, Marc Marquez Juga Komentar Soal Balapan di Mandalika

Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan menjadi salah satu tuan rumah Moto GP musim 2022. Sejumlah pembalap top Moto GP turut berkomentar.

Jekek Lanjutkan Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri

Joko Sutopo melanjutkan program karena mahasiswa penerima beasiswa sudah memberi kontribusi yang berdampak positif bagi warga dan pembangunan daerah.

Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Jambi Belum Padam

Kebakaran sumur minyak ilegal telah memasuki hari ke-10

29 Motor yang Disita Polisi Karanganyar Bisa Diambil, Ini Syaratnya!

Ada 29 sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasinya seperti tidak menggunakan spion, plat nomor dan menggunakan knalpot brong yang diamankan.

Edyaan! Pemuda Ini Siram Pacarnya Pakai Air Keras sampai Meninggal

Kisah tragis dialami seorang remaja asal Medan, Sumatra Utara, yang meninggal akibat disiram pacarnya dengan air keras.

Terganjal Kartu Vaksin, 10 Bus Pariwisata Gagal Masuk Yogyakarta

Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta memutar balik sebanyak 10 bus pariwisata dari luar daerah karena tidak lolos uji coba pemeriksaan kartu vaksin.

Tampilan dan Fungsi Voice Note WhatsApp Bakal Berubah

Tampilan dan fungsi voice note WhatsApp bakal berubah, membuat pengguna bisa putar dulu baru kirim dan hindari salah kirim.

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.