Tutup Iklan
Tim Black Squad Polres Klaten menyita barang bukti dari arena judi di Desa Mrisen, Juwiring, Klaten, Minggu (25/8/2019) dini hari. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Arena https://soloraya.solopos.com/read/20181019/493/947051/kades-birit-klaten-ditangkap-dalam-penggerebekan-judi" title="Kades Birit Klaten Ditangkap Dalam Penggerebekan Judi">judi dingdong dan domino di Desa Mrisen, Kecamatan Juwiring, digerebek tim Black Squad Polres Klaten, Minggu (25/8/2019) dini hari.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap 18 orang. Penggerebekan dilakukan oleh tim Black Squad yang dipimpin Wakapolres Klaten, Kompol Moh. Zulfikar Iskandar.

Polisi awalnya mendapat informasi dari warga yang resah dengan aktivitas https://soloraya.solopos.com/read/20190714/493/1005540/pejudi-sabung-ayam-di-klaten-kocar-kacir-digerebek-polisi" title="Pejudi Sabung Ayam di Klaten Kocar-Kacir Digerebek Polisi ">judi di salah satu rumah warga di Mrisen, Sabtu (24/8/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. Polisi lantas memastikan informasi tersebut.

Setelah dipastikan ada aktivitas judi, pada Minggu tepat pukul 00.00 WIB, tim Black Squad melakukan penggerebekan. Sejumlah pelaku tak berkutik ketika kedapatan berjudi di lokasi.

Beberapa pelaku berusaha melarikan diri melihat polisi berdatangan. Ada yang nekat berlarian ke sawah. Upaya melarikan diri itu percuma. Petugas berhasil menangkap pelaku yang sudah penuh lumpur di sekujur tubuhnya itu.

Sebanyak 18 orang ditangkap dari arena https://soloraya.solopos.com/read/20190717/493/1006085/polisi-tetapkan-pemilik-lokasi-judi-sabung-ayam-di-jambukidul-klaten-sebagai-tersangka" title="Polisi Tetapkan Pemilik Lokasi Judi Sabung Ayam di Jambukidul Sebagai Tersangka">judi di Mrisen. Mereka lantas dibawa ke Satreskrim Polres Klaten untuk menjalani pemeriksaan.

Selain menangkap belasan orang, polisi menyita satu mesin dingdong, kartu domino, papan taruhan, hingga uang yang diduga digunakan untuk taruhan.

Polisi juga mengangkut 15 sepeda motor dari arena judi tersebut. Wakapolres Klaten, Kompol Moh. Zulfikar Iskandar, menjelaskan untuk memastikan tersangka, aparat Satreksrim masih memeriksa belasan orang tersebut.

"Berapa lama sudah beroperasi juga masih didalami. Lokasi perjudian itu di rumah dekat tempat ibadah [masjid atau musala]," kata Wakapolres mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, Minggu malam.

Wakapolres Klaten mengimbau warga segera melapor ke polisi jika mendapati tindakan pelanggaran hukum seperti aksi perjudian di sekitar mereka. Dia menegaskan polisi tak pandang bulu untuk melakukan penindakan.

"Semua dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif di Klaten," jelas dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten