Arab Saudi Belum Umumkan Larangan, Indonesia Dinilai Terburu-Buru Batalkan Pemberangkatan Haji 2021

Pemerintah dinilai belum bersungguh-sungguh mengupayakan agar jemaah Indonesia bisa berangkat berhaji tahun ini. Keputusan membatalkan pemberangkatan haji ini dinilai terburu-buru.

 Menag Yaqut Cholil Qoumas mengikuti raker dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat itu membahas perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2021. (Antara/Muhammad Adimaja)

SOLOPOS.COM - Menag Yaqut Cholil Qoumas mengikuti raker dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat itu membahas perkembangan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2021. (Antara/Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah telah memastikan membatalkan pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia 2021 pada Kamis (3/6/2021) atau 46 hari menjelang Idul Adha 1442 H. Keputusan ini dinilai terburu-buru oleh sebagian pihak.

Salah satunya oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf. Ia menyesalkan langkah pemerintah yang dinilai terlalu dini memutuskan membatalkan pemberangkatan jemaah calon haji. Padahal, belum ada upaya lebih dari pemerintah untuk membujuk Pemerintah Arab Saudi agar membuka pintu untuk jemaah calon haji asal Indonesia. Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi sendiri pun belum mengeluarkan pernyataan menolak jemaah dari Indonesia.

"Saya menyayangkan pengumuman yang terkesan tergesa-gesa, karena Saudi belum umumkan ketentuan penyelenggaraan, namun sudah pasti kuota besarnya yaitu 100.000. Sebenarnya tidak masalah jika yang terpaksa harus diberangkatkan hanya sepersekian persen dari total calon jemaah calon haji kita," kata Bukhori kepada wartawan, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Arab Saudi Sejatinya Buka Pintu Untuk Jemaah Haji Internasional Tahun Ini, Tapi...

Bukhori menilai pemerintah tidak mengupayakan secara serius terkait keberangkatan jemaah calon haji Indonesia. Menurutnya, bisa saja Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomunikasi langsung atau melobi Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud.

"Dengan menyesal harus kami katakan, sejauh ini kami belum melihat adanya usaha serius dari pemerintah dalam rangka penuhi hak umat Islam untuk berhaji. Padahal bisa saja Presiden menelepon langsung, bahkan menghadap langsung ke Raja Salman. Lantas sejauh ini apa saja yang sudah ia lakukan, di mana keberpihakan pemerintah bagi umat Islam?" ujarnya.

Vaksin Sinovac Sudah Tidak Masalah

Apalagi menurut Bukhori, permasalahan vaksin Sinovac yang disebut tidak bisa sebelumnya sudah menemukan titik terang. Kini WHO telah memberikan lisensi terhadap vaksin Sinovac.

Baca Juga: Segini Jumlah Jemaah Calon Haji Jateng yang Sudah Bayar Lunas & Disuntik Vaksin Tapi Batal Berangkat

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi mensyaratkan jemaah yang telah disuntik vaksin sesuai standar WHO yang akan diberi izin mengikuti ibadah haji. Sedangkan Sinovac saat itu belum berstandar WHO.

"Dengan masalah yang telah terpecahkan ini, sedianya pemerintah Indonesia bisa sedikit lebih menahan diri untuk tidak mengumumkan pembatalan haji secara prematur sebelum batas waktu terakhir. Sampai pengumuman ini disampaikan, sejujurnya kami masih belum puas atas sejumlah upaya pemerintah dalam melobi Arab Saudi," imbuhnya.

Ketua DPP PKS ini meyakini peluang untuk tetap memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia masih terbuka walau terbatas. Dia mengatakan keputusan pembatalan ini akan kembali menambah panjang daftar antrean jemaah calon haji Indonesia

"Katakan misalnya pemerintah Indonesia hanya bisa berangkatkan sekitar 3.300 calon jemaah haji saja untuk tahun ini, maka hal ini tidak akan membutuhkan persiapan waktu yang panjang. Bahkan, dua sampai tiga kali penerbangan saja sebenarnya sudah beres. Jika case-nya demikian, pemerintah sesungguhnya tidak dibebankan oleh persiapan yang panjang sehingga tidak ada alasan untuk tergesa-gesa," jelasnya.

Baca Juga: Muhammadiyah Dukung Peniadaan Ibadah Haji 2021

Diplomasi Haji

Bukhori meminta pemerintah untuk secara transparan menjelaskan sejauh apa upaya diplomasi haji yang telah dilakukan. Menurutnya, hal ini penting dilakukan pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban publik.

"Publik perlu tahu sejauh apa peran Presiden, Menteri Luar Negeri, Menteri Agama, Duta Besar RI untuk Arab Saudi supaya masyarakat bisa maklum dan tidak terlalu kecewa. Pasalnya, sudah dua kali musim haji nasib calon jemaah haji kita terkatung-katung. Sebab itu pemerintah harus bertanggung jawab atas keputusannya," tuturnya.

Sebelumnya, keputusan pembatalan pemberangkatan ibadah haji itu dituangkan dalam Keputusan Menag No 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M," kata Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.

Salah satu pertimbangan pemerintah tidak memberangkatkan haji adalah Kerajaan Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 20 Oktober 1944, Pembebasan Beograd dari Jerman

Pembebasan Beograd menjadi salah satu peristiwa yang terjadi pada tanggal 20 Oktober yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini.

Suap Rp700 Juta Antar Bupati Kuansing ke Sel Penjara

Ada kesepakatan antara Andi Putra dan SDR terkait persetujuan agar perkebunan milik PT AA dijadikan perkebunan kemitraan.

KontraS: Demokrasi Perlahan Mati di Tangan Jokowi

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti mengatakan, kebebasan sipil perlahan mati di tangan Jokowi.

Prihatin, Korban Pencabulan Mantan Kapolsek Parigi Kerap Pingsan

Iptu I Dewa Gede Nurate dicopot dari jabatan Kapolsek Parigi karena diduga memperkosa S, putri dari seorang tersangka kasus pencurian ternak.

LSP Kreator Film-Televisi: 25 Dosen ISI Solo Direkomendasikan Kompeten

Pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi sangat penting dilakukan untuk meningkatkan ketrampilan yang relevan antara kampus dengan dunia industri.

Legenda Putri Cantik Mandalika dan Tanda-Tanda Alam Munculnya Nyale

Bau Nyale adalah tradisi masyarakat Sasak di Pulau Lombok, yakni menangkap nyale atau cacing laut, yang diyakini sebagai perwujudan Putri Mandalika.

Mantap! Ini Penampakan Prototipe Kapal & Pesawat Tanpa Awak Buatan UNS

Tiga prototipe kapal ini akan digunakan dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional, sedangkan prototipe pesawat yang akan diikutkan dalam Kontes Robot Terbang Indonesia.

Meninggal karena Covid, Ini Rekam Jejak Mantan Menlu AS Colin Powell

Mantan Menteri Luar Negeri AS Colin Powell mengembuskan napas terakhir di usia 84 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga yang tinggal di Amerika Serikat.

Ekuitas Hijau Masih Mendanai Proyek Energi Kotor Batu Bara

Ada kesan setengah hati dalam upaya negara-negara untuk beralih ke energi terbarukan.

Gunung Abang Retak Akibat Gempa, Pendakian Ditutup

Retaknya Gunung Abang terlihat dari sebuah postingan di media sosial.

Banyak Penggemar, Polisi "Koboi" Jacklyn Choppers Dimutasi

Jakaria dikenal dengan nama panggilan Jacklyn Choppers (Jack) adalah anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kapolri: Polisi Jahat Dipecat, Gak Pakai Lama!

Kapolri Sigit berharap tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera.

LAB 45: Pendukung Jokowi di 2019 Menjelma jadi Buzzer Pemerintah

Akun-akun media sosial pendukung Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2019 menjelma menjadi buzzer pendukung pemerintah.

Dituding Tiduri Anak Tersangka, Kapolsek Cabul Dicopot!

Tak hanya dicopot, Kapolsek I Dewa Gede juga terancam masuk penjara atas perbuatan tercela yang dituduhkan kepadanya.

Gawat, Gletser Afrika Mencair Picu Banjir dan Panas Ekstrem

Gletser di sebelah timur Afrika yang diperkirakan lenyap dalam dua dekade dapat menimbulkan ancaman kekeringan, banjir, dan suhu panas ekstrem.

Angka Kesembuhan Covid-19 Tembus 4.075.011 orang

Penambahan angka kesembuhan harian meningkatkan angka kumulatif kesembuhan Covid-19 menembus 4.075.011 orang atau 96,2%.