Arab Saudi Bekukan Visa Umrah, 18.752 Keberangkatan Tertunda
Wakil Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol. (Pur.) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah Saw dan Peradaban Islam mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. (Bisnis-Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan keberangkatannya jemaah umrah yang terdiri atas 18.752 warga tertunda seiring evaluasi yang dilakukan Arab Saudi. Arab Saudi bekukan visa umrah jemaah dari Indonesia karena lolosnya carrier virus corona pembawa Covid-19.

Menag mengklaim Kementerian Agama telah menerbitkan sejumlah persyaratan ketat bagi mereka yang hendak melaksanakan ibadah umrah. Di antara syarat itu adalah harus berusia di antara 18-50 tahun, 72 jam sebelum berangkat harus tes swab, dan melaksanakan karantina di hotel di Arab Saudi selama tiga hari.

Wayang Kulit Fleksibel saat Pandemi Covid-19, Ini Buktinya...

Nyatamya, KBRI Jeddah menginformasikan Arab Saudi memutuskan untuk melakukan evaluasi terkait protokol kesehatan dalam pelaksanaan umrah. Keputusan itu diambil setelah dua pekan membuka umrah untuk jemaah internasional pada 1 November 2020.

"Kebijakan tersebut sangat mendadak, dan 18.752 jemaah yang visanya sudah terbit menjadi tertunda keberangkatannya," kata Menag saat rapat bersama Komisi VIII, Rabu (18/11/2020).

Diminta Tunda Keberangkatan

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jemaah yang sudah mendaftar pada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan memenuhi persyaratan sebanyak 26.328 orang atau 44%. Adapun sisanya yang belum memenuhi persyaratan diminta untuk menunda keberangkatannya sampai kondisi pandemi normal.

Genetik Ini Jadikan Orang Lebih Berisiko Kena Covid-19 Parah

Seperti diberitakan sebelumnya, dari tiga gelombang keberangkatan umrah pada November 2020, terdapat 13 orang yang dinyatakan positif Covid-19 pada saat karantina di hotel di Mekkah. Jemaah umrah yang positif Covid-19 terdiri atas delapan orang pada gelombang pertama dan lima orang pada gelombang kedua.

Tidak ada anggota jemaah umrah yang terkonfirmasi positif dari gelombang ketiga. Tetapi tetap saja Arab Saudi bekukan visa umrah jemaah Indonesia. Dari 13 orang yang positif terpapar virus corona, tiga di antara mereka sudah kembali ke Indonesia. Sementara 10 orang masih karantina di Arab Saudi.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom