Tutup Iklan

Aplikasi Disiapkan, Jalan-Jalan di Malioboro Bakal Dibatasi 2 Jam

Pemkot Jogja tengah menyiapkan penerapan aplikasi Sugeng Rawuh untuk membatasi jam kunjungan wisatawan saat jalan-jalan di Malioboro.

 Wisatawan tengah berkunjung atau jalan-jalan di Malioboro, Jogja. (Solopos.com-Imam Yuda S.)

SOLOPOS.COM - Wisatawan tengah berkunjung atau jalan-jalan di Malioboro, Jogja. (Solopos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, JOGJA — Wisatawan yang berkunjung atau jalan-jalan di Malioboro kemungkinan akan tidak sebebas seperti saat ini. Hal ini menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja yang akan menerapkan aplikasi baru, bertajuk Sugeng Rawuh.

Aplikasi Sugeng Rawuh ini, salah satunya bertujuan untukjam kunjungan wisatawan di Malioboro. Nantinya wisatawan atau pengunjung yang jalan-jalan di Malioboro akan dibatasi waktunya, maksimal dua jam.

Aplikasi Sugeng Rawuh nantinya akan memonitor dan memberikan peringatan apabila waktu berkunjung wisatawan akan habis. Selain itu, aplikasi ini juga sebagai alat penghitung otomatis jumlah pengunjung di kawasan tersebut.

Baca juga: Libur Akhir Pekan Kawasan Malioboro Yogyakarta Ramai

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelola Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB) Jogja, Ekwanto, mengatakan Malioboro berbeda dengan destinasi wisata lain. Malioboro memiliki 17 pintu masuk yang bisa diakses wisatawan, sedangkan destinasi wisata lain hanya satu pintu masuk. Kondisi itu pun membuat penjagaan di Malioboro membutuhkan sumber daya manusia yang banyak.

Meski demikian, aplikasi Sugeng Rawuh ini belum bisa beroperasi. “[Rekayasa pembatasan yang sudah kami simulasikan] belum bisa kami implementasikan di lapangan. Aplikasi Sugeng Rawuh belum bisa diimplementasikan karena menunggu arahan dan sinkronisasi dengan aplikasi PeduliLindungi,” kata Ekwanto, Selasa (26/10).

Sinkronisasi ini agar tidak terlalu banyak aplikasi bagi pengunjung yang hendak ke Malioboro. “Masih perlu penggodokan, sehingga tidak banyak sistem di Malioboro. Menghindari keluhan masyarakat agar tidak terlalu banyak aplikasi di Malioboro,” kata Ekwanto.

Selain pengaturan di area Malioboro, rekayasa sudah berlangsung sejak wisatawan masuk Jogja, khususnya yang menggunakan bus pariwisata. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan semua bus pariwisata yang hendak masuk Jogja harus melewati Terminal Giwangan untuk pemeriksaan kartu vaksin.

Baca juga:Perampokan Sleman : Mobil Korban untuk Jalan-jalan di Malioboro, Uang untuk Foya-foya

Apabila semua penumpang bisa menunjukan bukti vaksin minimal dosis pertama, maka bus pariwisata bisa masuk Jogja dan diberi stiker berisi lokasi untuk parkir. Uji coba sistem ini telah berlangsung akhir pekan lalu dan tergolong lancar.

“Jadi, kebijakan ini rencananya tidak hanya akan dilakukan saat akhir pekan saja, tetapi setiap hari. Tapi saat ini kami sedang mengevaluasi bagaimana penerapan pada akhir pekan lalu berdasarkan data-data yang masuk,” kata Heroe.

 


Berita Terkait

Espos Plus

Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

+ PLUS Data Jadi Urat Nadi Ekonomi Digital, Kepercayaan adalah Jantungnya

Bagi perusahaan siber, privasi, keberlanjutan, perlindungan hukum, dan keamanan fisik berjalan beriringan dengan kepercayaan karena semuanya saling berhubungan.

Berita Terkini

Diperiksa Polda DIY Gara-Gara Video Vulgar di YIA, Apa Status Siskaeee?

Terduga pemeran video tak senonoh yang terjadi di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) beberapa waktu lalu,  tiba di Polda DIY, Minggu (5/12/2021) untuk menjalani pemeriksaan.

Kronologi Penangkapan Siskaeee, Wanita Pamer Genitalia di Bandara YIA

Aparat Polda DIY menjelaskan kronologi penangkapan Siskaeee, perempuan yang diduga merekam dengan video aksi ekshibisionisme di Bandara YIA, Kulonprogo, dan viral di medsos.

Polisi Ungkap Fakta Baru Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Polisi mengungkap bahwa kasus eksibisionis yang dilakukan perempuan diduga Siskaeee di Bandara YIA menjadi catatan penting bagi Polres Kulonprogo.

Banjir Lahar Dingin Merapi, Bupati Sleman Tetapkan Tanggap Darurat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin Merapi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat banjir lahar dingin Merapi agar upaya penanganannya bisa lebih cepat dilakukan.

Kunjungi Seniman Bantul, Rachmat Gobel Pesan 6 Robot dari Motor Rosok

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengapresiasi usaha kreatif Eri Sudarmono, 42, warga Bantul yang menyulap motor tua menjadi replika robot.

Libur Akhir Tahun Mau Ke Jogja? Ketahui Dulu 3 Lokasi Penyekatan Ini

Penyekatan akan kembali dilakukan Pemprov DIY di tiga lokasi pada libur Nataru mendatang. Akan ada pemeriksaan sampel pula untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

Dinas Kebudayaan DIY Salurkan Gamelan ke Pesantren, Jadi Media Dakwah

Dinas Kebudayaan DIY menyalurkan seperangkat gamelan kuningan pelog dan slendro kepada sejumlah pesantren.

Bikin Susah, Warga Nanggulan Tolak Penambangan Pasir Kali Progo

Sejumlah warga dari Kapanewon (Kecamatan) Nanggulan, Kulonprogo, mengeluhkan aktivitas penambangan pasir di sekitar Kali Progo.

Disdikpora Bantul Usulkan Gerakan Pasermas Lidi, Apa Maksudnya?

Disdikpora Bantul mengatakan, secara regulasi belum ada aturan yang mengatur keterlibatan masyarakat itu dalam dunia pendidikan.

Pemkot Jogja Tidak Lakukan Pendataan Jaminan Sosial 2021, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Jogja tidak mendata ulang keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial pada 2021. Pemkot menggunakan data tahun lalu.

Ini Dia! Sosok Siskaeee yang Disebut Pamer Organ Vital di Bandara YIA

Sosok pengguna akun siskaeee tengah ramai dibicarakan setelah video viral perempuan yang memamerkan payudara dan alat vital di Bandara YIA.

Tak Ada CCTV, Tempat Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Perempuan diduga Siskaeee melakukan aksi eksibisionisme di akses jalan penghubung antara lantai satu dan dua parkir Bandara YIA yang tidak terpasang cctv dan jarang dilalui orang.

Kata Bandara YIA Soal Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Parkiran

PT AP I (Persero) selaku pengelola Bandara YIA merasa dirugikan oleh perempuan yang melakukan aksi eksibisionisme, yakni pamer payudara dan kemaluan di lantai dua parkir Bandara YIA.

+ PLUS PKL Harus Pindah agar Malioboro Menjadi Mirip Orchard Road

Konsep besar yang segera direlisasikan adalah mengembangkan Malioboro menjadi seperti kawasan Orchard Road di Singapura. Basisnya adalah penataan dan pemberdayaan sumbu filosofis keraton dan Kota Jogja.

Polisi Kantongi Identitas Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di YIA

Polres Kulonprogo mengantongi identitas perempuan yang diduga melakukan aksi eksibisionisme di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).