Seniman yang tergabung dalam Ketoprak Ngampung menghibur warga dalam acara sosialisasi Solo Great Sale (SGS) 2020 saat car free day (CFD) di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (12/1/2020). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO — Solo Great Sale (SGS) yang digelar selama Februari 2020 menghadirkan inovasi baru berupa aplikasi berbasis Android.

Aplikasi yang diberi nama Solo Sale ini nantinya mempermudah konsumen maupun merchant untuk memasukkan data transaksi, mengecek poin, hingga melihat beragam promo dan diskon selama penyelenggaraan SGS.

Dengan demikian, konsumen tak lagi menggunakan Solo Great Sale Card, yakni kartu elektronik yang selama ini dipakai untuk menyimpan data konsumen, data transaksi dan jumlah poin yang telah dikumpulkan.

Namun aplikasi Solo Sale belum bisa difungsikan sebagai dompet elektronik (e-wallet) untuk keperluan bertransaksi.

Ketua Panitia SGS 2020, Farid Sunarto, mengatakan masyarakat baik konsumen maupun merchant bisa memakai aplikasi Solo Sale dengan mengunduhnya melalui Playstore pada telepon pintar berbasis Android.

Namun demikian, aplikasi Solo Sale baru bisa diunduh setelah diluncurkan di arena Solo Car Free Day pada Minggu (19/1/2020) mendatang. Sedangkan testimoni input transaksi dapat dilakukan dan akan clear data point pada 31 Januari 2020.

“Aplikasi Solo Sale ini menggunakan ikon Tugu Pemandengan dengan background warna emas. Tugu Pemandengan berwarna merah dengan filosofi tugu ini adalah titik 0 Kota Solo yang menjadi ciri khas. Sedangkan warna merah menggambarkan semangat menyala dan latar belakang emas menggambarkan kesejahteraan atau kesuksesan,” katanya dalam jumpa pers di Ramayana Resto, Kamis (16/1/2020).

Farid memaparkan bagi customer atau konsumen, aplikasi ini digunakan untuk memasukkan data transaksi secara mandiri dan mengunggah nota transaksi, mengecek poin transaksi, dan ada notifikasi promosi merchant atau toko yang berada di dekatnya. Semakin banyak bertransaksi dan memperoleh poin, customer berpeluang memeroleh undian dengan hadiah utama rumah, mobil, dan motor.

Sedangkan bagi merchant atau tenant, aplikasi ini dilengkapi QR Code yang bisa dicetak secara mandiri sebagai identitas tenant. QR Code ini dapat di-scan oleh customer dengan menggunakan aplikasi Solo Sale. Tenant juga bisa memasukkan produk, harga hingga promo maupun diskon ke dalam aplikasi. Mereka hanya membutuhkan approval online dari admin SGS.

“Aplikasi ini belum bisa dipakai untuk pembayaran atau bertransaksi. Meskipun begitu, aplikasi ini responsif sehingga membuka peluang kerja sama dengan payment gateway untuk mengembangkannya sebagai alat pembayaran nontunai,” imbuhnya.

Bidang Teknologi Informasi SGS 2020, Muslih, menambahkan aplikasi ini dimungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Menurutnya, aplikasi tersebut sudah diajukan pada pihak Playstore dan tengah menunggu approval yang membutuhkan waktu sekitar tujuh hari.

“Ini aplikasi responsif yang nantinya bisa dipakai sebagai alat pembayaran lewat kerja sama dengan perbankan maupun Tekfin. Namun demikian, proses ini memakan waktu cukup lama sehingga kami fokus pada input data transaksi, poin, dan info promo,” paparnya.

Ketua I SGS 2020, Daryono, menambahkan target keikusertaan tenant tahun ini sebanyak 7.000 atau lebih banyak ketimbang tahun lalu, yakni 6.000 tenant. Begitu pula dengan nilai transaksinya, senilai Rp700 miliar.

Tes CPNS Solo Bareng 5 Daerah Lain, Ini Lokasinya

“Pada aplikasi itu juga memuat agenda yang berlangsung di berbagai tempat di Solo dan sekitarnya selama SGS berjalan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, berharap adanya SGS ini bisa berkontribusi mendongkrak perekonomian Kota Solo. Dalam hal ini meliputi peningkatan jumlah kunjungan wistawan, okupansi hotel, hingga geliat ekonomi di masa low season.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten