Truk memasuki kawasan industri. (Bisnis-Rachman)

Solopos.com, SEMARANG — Pengusaha meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bangunan pabrik siap pakai (BPSP) di setiap kawasan industri. Dengan langkah itu, Pemprov Jateng bisa meyakinkan investor.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Dedi Mulyadi, Jumat (23/8/2019), mengatakan investor jangan hanya diberikan lahan semata yang kemudian dibangun sendiri. Pemprov bisa membangun BPSP agar mereka tidak mudah lari ke tempat lain, sekaligus bisa mempercepat usaha. 

“Ke depan pemerintah bisa menyediakan lahan sudah ada gedung, listrik lengkap. Jangan pengusaha dikasih lahan kemudian baru dibangun. Bangunan siap investornya datang sudah nyaman,” katanya,  “momen investor datang kan tidak bisa dua kali, kadang tidak sesuai bisa pindah ke wilayah lain. Jadi perlu disiapkan dulu pertama kali itu BPSP-nya.”

Dikatakan, saat ini telah banyak perpindahan industri dari negara-negara lain yang masuk ke Provinsi ini sehingga diharapkan pemerintah bergerak cepat. Menurutnya, bila investasi berjalan baik tentunya target pertumbuhan ekonomi 7% yang diinginkan Pemprov Jateng bisa tercapai.

“Banyak pindahan industri tapi gedungnya belum siap. Rencana Pak Gubernur membangun dua kawasan di Brebes dan Kawasan Industri Kendal (KIK) juga masih dalam konteks belum diapa-apakan lahannya. Dan Jateng target pertumbuhan ekonomi 7%, penggerak bisnis kan investasi, kalo investasi lambat kan lambat juga pertumbuhannya,” ujarnya.

Ditambahkan, keberadaan kawasan industri di Jateng kini juga belum benar-benar steril dari masyarakat umum yang keluar masuk. Padahal seharusnya kawasan industri hanya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar pelaku bisnis di kawasan tersebut. 

“Saat ini di Kawasan Industri Candi (KIW) lahannya cukup luas, cuma belum steril. Harusnya tidak ada gangguan dari lingkungan. Kalau steril khusus industri itu terpagar tidak dekat dengan masyarakat. Saya belum lihat di Jateng tertutup yang memang khusus untuk pelaku ekonomi,” jelasnya. 

Dilanjutkan, masifnya perpindahan industri ke Provinsi ini juga perlu diantisipasi pemerintah dengan menyiapkan SDM yang siap pakai. Saat ini kebutuhan tenaga kerja cukup besar, sehingga Balai Latihan Kerja (BLK) harus benar-benar bisa membentuk SDM yang siap.

“Masalah sdm juga kami kekurangan, saya tidak tahu yang baru-baru apakah cepat mendapatkan sdm atau tidak. Kami membutuhkan SDM yang siap pakai. Di Jateng kebanyakan padat karya butuh tenaga banyak, sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi,” katanya.

“>KLIK dan “>LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten