Apindo Jateng Minta Ekspor-Impor Dilayani hingga H-2 Lebaran
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Semarangpos.com, SEMARANG — Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta semua instansi terkait dengan kegiatan ekspor dan impor tetap buka hingga H-2 Lebaran mengingat masih akan ada pabrik yang beroperasi hingga waktu tersebut.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng dan DIY Frans Kongi menuturkan masih ada pabrik yang beroperasi hingga H-2 Lebaran 2019 meskipun ada juga beberapa pabrik lainn yang menyesuaikan dengan libur dan cuti Lebaran yang ditetapkan pemerintah. “Kami mohon instansi yang berhubungan dengan ekspor dan impor masih bisa melayani, begitu pun truk-truk yang mengangkat bahan baku diizinkan jalan,” kata Frans kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan para pengusaha sudah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari dengan merencanakan produksi yang ketat, pengaturan pesanan pembeli dari luar negeri, sehingga dapat menyesuaikan dengan libur lebaran. Langkah-langkah tersebut, ujarnya, dilakukan oleh hampir seluruh para pengusaha karena mereka memahami lebaran yang merupakan hari besar.

Sebelumnya, Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia menilai terjadi penurunan ekspor menjelang lebaran tahun ini di Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Ketua Umum Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno mengungkapkan, penurunan ekspor yang terjadi menjelang lebaran disebabkan oleh beberapa faktor, seperti permintaan dunia.

“Kondisinya menjelang lebaran import turun, juga ekspor turun,” katanya

Dia menuturkan, permintaan dunia pada semester pertama biasanya masih lemah dan tren proteksi negara pengimpor juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan ekspor menjelang lebaran tahun ini. Selain itu, penurunan ekspor juga dapat terjadi lantaran permintaan dalam negeri sedang mengalami peningkatan menjelang hari raya Idulfitri dan anak sekolah.

 “Otomatis importasi bahan baku/penolong untuk industri manufaktur juga menurun,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho