Ketua Apindo Jateng Frans Kongi. (alfijakarta.com)

Semarangpos.com, SEMARANG — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap rencana pembangunan saluran pipa gas di Provinsi Jawa Tengah oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) segera direalisasikan guna mendorong pertumbuhan industri.

"Kami sudah lama mendengar rencana pembangunan pipa gas, tapi hingga saat ini belum terealisasi," kata Ketua Apindo Jawa Tengah Frans Kongi saat dihubungi Kantor Berita Antara melalui saluran telepon dari Kota Semarang, Jateng, Rabu (28/8/2019).

Menurut dia, potensi energi gas pada dunia industri di Jateng cukup besar karena banyak industri manufaktur seperti tekstil, baja, keramik, makanan-minuman, dan farmasi yang membutuhkan gas. "Sekarang kami masih pakai energi fosil, yaitu batubara, memang ke depannya kami perlu ganti dengan gas bumi yang kalorinya lebih tinggi dan bersih,serta ramah lingkungan," ujarnya.

Ia menyebutkan keuntungan menggunakan energi gas antara lain, hasil pembakaran dengan gas lebih stabil dan merata sehingga proses produksi bisa lebih cepat.

Kendati demikian, Apindo mengakui jika harga bahan bakar gas untuk industri sedikit lebih mahal dibandingkan penggunaan batubara yang stoknya semakin menipis. "Kami ingin tumbuh bersama PGN, dan tidak ingin PGN merugi," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun pipa distribusi energi gas jalur Semarang-Kendal-Ungaran sepanjang 96 kilometer. Dengan pipa berukuran 4 inci-16 inci saluran itu diproyeksikan selesai pada 2021 untuk memenuhi pemanfaatan kebutuhan energi gas bumi untuk sektor industri.

"Adanya jaringan pipa gas ini akan menjamin wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten