Api Muncul dari Balik Tembok Pabrik Indojati Colomadu Karanganyar,  Warga Panik

Api membakar semak belukar di dalam tembok kompleks pabrik kayu Indojati, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (15/8/2019). Peristiwa itu sempat menggegerkan warga di sekitar lokasi.

Api Muncul dari Balik Tembok Pabrik Indojati Colomadu Karanganyar,  Warga Panik

SOLOPOS.COM - Warga melintas di dekat kompleks pabrik Indojati, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, yang terbakar, Kamis (15/8/2019). (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Api membakar semak belukar di dalam tembok kompleks pabrik kayu Indojati, Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Kamis (15/8/2019). Peristiwa itu sempat menggegerkan warga di sekitar lokasi.

Warga sempat panik karena dari luar tembok mendadak terlihat asap membubung tinggi ke angkasa dan sebagian api menjilat tanaman di tepi tembok.

“Saya semula duduk di bawah atap curiga kok ada suara plethek-plethek [gemeretak]. Setelah saya keluar dan mengamati dengan saksama ternyata suara timbul dari dalam tembok pabrik [Indojati],” ujar Teguh, salah satu penjaga perumahan yang bersebelahan dengan tembok pabrik Indojati ketika ditemui di lokasi.

Akibat kebakaran ini warga ramai-ramai keluar rumah dan ada yang mencari tangga untuk melihat kejadian di balik tembok Indojati. Setelah mengetahui ada kebakaran warga ada yang mencari air menggunakan wadah ember untuk mematikan api.

Warga lainnya ada yang mencari selang untuk menyediakan air bagi warga yang menyiram api di balik tembok. Mereka silih berganti menyiramkan air menggunakan ember.

Api baru bisa dipadamkan setelah ada mobil pemadam kebakaran datang membantu menyemprotkan air ke lahan yang terbakar. “Apinya memang lumayan besar, itu masih ada bekas daun yang layu karena terjilat api,” kata Teguh.

Sementara itu pegawai Bagian Personalia Indojati, Joko Mulyanto, ketika dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan adanya kebakaran di dalam kompleks pabrik Indojati. Kebakaran itu bermula ketika ada salah satu orang di dalam pabrik membakar sampah, namun tidak ditunggui.

Padahal di sekitar lokasi sampah banyak ilalang kering. Karena itu api sisa pembakaran sampah merembet ke ilalang hingga terjadi kebakaran.

“Tidak ada bangunan yang terbakar, karena yang terbakar hanya sampah dan ilalang. Tadi dipadamkan dengan mobil pemadam yang kami miliki sehingga api bisa dijinakkan,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.