Petugas pemadam kebakaran bekerja keras memadamkan api yang membakar tanaman tebu seluas satu hektare di Desa Kragilan, Gemolong, Sragen, Sabtu (25/5/2019) malam. (Istimewa/BPBD Sragen)

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran melanda lahan tanaman tebu seluas satu hektare di tanah kas Desa Kragilan, Dusun Ngembat Kembang RT 014, Kragilan, Gemolong, Sragen, Sabtu (25/5/2019) malam.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (26/5/2019), seluruh tanaman tebu di lahan itu ludes dilalap si jago merah. Tanaman tebu tersebut milik tiga orang petani yakni Joko Purwosudibyo, 54, dan Rejo Pranoto, 58, warga Kelurahan Gemolong, serta Agus Widodo, 51, warga Kwangen.

Kebakaran lahan tebu tersebut diketahui warga sekitar pukul 21.40 WIB. Agus Widodo mendapat laporan kebun tebunya terbakar setelah menerima telepon dari warga. Agus lantas menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen untuk meminta bantuan tim pemadam kebakaran.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kebakaran. Karena sebagian besar berupa daun kering, api dengan cepat menghanguskan tanaman tebu seluas satu hektare. Beruntung api bisa dipadamkan setelah tim pemadam kebakaran bekerja selama sekitar 30 menit.

“Total luas lahan tebu itu tujuh hektare, yang satu hektare sudah ludes terbakar. Untung cepat ketahuan sehingga kobaran api bisa padam. Jika terlambat, mungkin tujuh hektare tanaman tebu lain bisa ikut terbakar,” jelas Kapolsek Gemolong, AKP I Ketut Putra, saat dihubungi Solopos.com.

Kapolsek Gemolong belum bisa memastikan penyebab kebakaran lahan tebu itu. Dia menduga kebakaran itu dipicu kegiatan warga membakar sampah tak jauh dari lokasi. “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, Sugeng Priyono, mengatakan jalan yang sempit menjadi kendala dalam proses pemadaman api. Tidak hanya itu, petugas pemadam kebakaran juga kesulitan menjangkau titik api di bagian tengah kebun.

“Pemadaman api dilakukan secara manual karena titik api berada di tengah kebun. Tapi, proses pemadaman api berjalan lancar,” paparnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten