Tutup Iklan
Maryanto, 55, warga Tanon, Sragen, menjajaki kedalaman sumber api alam di Dukuh Banyurip RT 022, Bonagung, Tanon, menggunakan kayu pohon singkong, Senin (19/8/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Kemunculan api dari dalam tanah di lahan tegalan milik Wignyo Dikromo alias Rebo, 65, di Dukuh Banyurip RT 022 Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, sejak Minggu (18/8/2019) malam, membuat warga sekitar penasaran.

Ladang itu berada di lembah sedalam 5 meter dari permukaan tanah permukiman dan berjarak 100 meter dari permukiman penduduk. Lokasinya dekat dengan hutan rakyat. Tempat itu juga berjarak 2 km dari lokasi penemuan batu akik mani gajah yang menggemparkan warga Bonagung pada 2015 lalu.

Pada Minggu malam lalu, Maryanto, 55, warga Dukuh Jurangjero RT 025, Kalikobok, Tanon Sragen, datang ke lokasi dan mencoba untuk -emas-jadi-tumpuan-hidup-warga-desa-dayu-karanganyar" title="Sumur Emas Jadi Tumpuan Hidup Warga Desa Dayu Karanganyar">membakar singkong di atas bara api itu.

"Singkongnya matang tapi rasanya tak enak seperti dibakar menggunakan api biasa. Apinya bewarna merah kekuning-kuningan. Semalam saya jajaki kedalaman apinya masih 1 meter tetapi tadi saya coba memasukan kayu pohon singkong ternyata kedalamannya tinggal 70 cm," ujar Maryanto, Senin (19/8/2019).

Kini lokasi keluarnya api dari dalam tanah di Tanon Sragen itu dikelilingi pagar dan -awan-topi-di-atas-gunung-bahayakan-penerbangan-kenapa" title="Fenomena Awan Topi di Atas Gunung Bahayakan Penerbangan, Kenapa?">garis polisi berbentuk segi empat berukuran 2 meter per sisinya.

Si pemilik lahan, Wignyo Dikromo alias Rebo, warga Dukuh Banyurip RT 016, Desa Kalikobok, Tanon, Sragen, mengaku mengetahui adanya gas panas bumi sejak 10 hari terakhir. Ia meraba-raba tanah ladangnya sambil istirahat terasa hangat dan seperti mencium bau seperti bensin.

Pada Minggu sore, Rebo duduk-duduk sambil istirahat setelah menggarap ladang yang ditanami kacang tanah itu di bawah pohon mlanding. Saat itulah Rebo melihat seperti bara api pada batu yang digunakan untuk menutup lubang sumur dalam yang digalinya dua tahun lalu.

"Batu itu saya buka ternyata sudah panas. Dari dalam lubang itu terlihat ada hawa panas tetapi belum muncul apinya. Lubang itu pada dua tahun lalu saya gali dengan menghabiskan pipa sebanyak 17 batang, masing-masing sepanjang 4 meteran. Setelah itu saya pulang memberitahu keluarga dan adik saya serta warga," kisah Rebo, Senin siang.

Rebo berkisah habis Magrib adiknya membawa cangkul dan mengeruk tanah di sekitar lubang. Pada saat itulah, ujar dia, api mulai menyembur ke atas. Sejak malam itu, banyak warga berdatangan. 

Diberitakan, api muncul secara -fakta-menarik-soal-gerhana-bulan-parsial" title="3 Fakta Menarik Soal Gerhana Bulan Parsial">misterius dari dalam tanah di wilayah Dukuh Banyurip RT 022, Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, Minggu (18/8/2019) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Fenomena alam itu membuat warga gempar. Bahkan lokasi itu kemudian menjadi objek wisata dadakan yang diserbu masyarakat dari berbagai wilayah.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten