Apes! Susah Payah Bobol Toko, Maling Ini Cuma Dapat Sekaleng Pylox

Pencuri di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengalami nasib apes kala membobol salah satu toko di Kecamatan Sumowono. Sudah susah payah membobol jendela untuk masuk ke dalam toko, maling tersebut hanya mendapatkan sekaleng cat semprot.

Apes! Susah Payah Bobol Toko, Maling Ini Cuma Dapat Sekaleng Pylox

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencurian. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, UNGARAN — Nasib apes dialami seorang pria yang mencoba mencuri di salah satu toko bahan bangunan di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (21/1/2019) malam. Pria yang sudah susah payah membobol jendela demi masuk ke toko itu ternyata tak mendapatkan hasil yang diinginkan dan hanya mendapatkan sekaleng cat semprot.

Tingkah konyol pria itu kini viral di media sosial setelah rekaman CCTV di toko yang dimaksud menyebar luas di media sosial, salah satunya di akun Instagram @infokejadiansemarang. Berdasarkan informasi yang dibeberkan di akun Instagram tersebut, aksi percobaan pencurian itu terjadi Selasa (29/1/2019) sekitar pukul 19.50 WIB.

“Kejadian kemarin 29.01.19 pukul 19.50,” ungkap pengelola akun Instagram tersebut.

Berdasarkan video yang diunggah, tampak seorang pria dengan mudah masuk ke toko dari jendela. Setelah berhasil masuk, ia kebingungan karena tak ada barang berharga yang bisa dicuri, melainkan hanya terdapat sekaleng cat semprot.

Diduga merasa kesal, pria yang belum diketahui identitasnya namun sosoknya sudah viral itu kemudian menuliskan kata umpatan di dinding toko menggunakan cat semprot. Belum berhenti sampai di situ, tingkah konyol pencuri di Semarang itu masih berlanut kala ia kesulitan untuk keluar dari toko karena semua pintu terkunci rapat.

Tak pelak video viral berisi tingkah kocak maling itu membuat warganet yang menontonnya terpingkal-pingkal. “Kenapa bodohnya sangat natural,” tulis pengguna akun Instagram @sandiharimas.

“Maling kok ngelawak. Saking pekok e hahaha,” imbuh pengguna akun Instagram @leebaskhara.

Belum diketahui apakah pria tersebut berhasil diamankan atau belum. Namun demikian, video viral itu dijadikan pelajaran oleh warganet untuk selalu waspada terhadap aksi kriminal.

Berita Terkait

Berita Terkini

FOTO : 41 Karya Seniman Dipamerankan Dalam ArtJog 2021

41 karya seni akan dipamerkan di ArtJog 2021

Petugas Rutan Purwodadi Siap Jadi Pendonor Plasma Konvalesen

Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan siap menjadi pendonor plasma konvalesen bagi pasien Covid-19.

Valentino Rossi akan Balapan Mobil setelah Pensiun dari MotoGP

Valentino Rossi mengatakan sudah tidak kompetitif lagi di balapan Moto GP.

FOTO : Lukisan Wajah Greysia/Apriayani di Daun Kering

Apresiasi untuk atlet Indonesia peraih medali emas Olimpiade

Gawat! Gaji Bintara TNI AD Disunat Pimpinan

Andika akan merotasi beberapa anggota TNI yang dianggap terlibat dalam kasus ini.

Valentino Rossi Putuskan Berhenti dari MotoGP

Selama membalap di MotoGP, Velentino Rossi meraih tujuh gelar juara dan yang terakhir diraih pada musim 2009.

Vaksinasi di Sleman Sasar Ibu Hamil dan Kalangan Disabilitas

Ada sekitar 4.500 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Sleman. Jumlah tersebut berdasarkan usia kehamilan antara 13-33 pekan.

Nusron Wahid Bela Eks Koruptor Jabat Komisaris BUMN

Nusron menilai tidak ada yang dilanggar Menteri BUMN dalam keputusannya mengangkat Emir Moeis.

Ekonomi RI Melesat, OJK Dorong Pemda Akselerasi Belanja Daerah

Belanja daerah memicu perluasan ruang pertumbuhan ekonomi baru, menyerap banyak tenaga kerja.

Kunjungi Sragen, Menko Marves dan Menkes Janji Suplai Vaksin 15.000 Dosis/Hari

Pemerintah menargetkan vaksinasi Covid-19 di Solo Raya mencapai 75% pada akhir Agustus 2021.

Salurkan Hobi Masak, Ibu Muda Asal Solo Ini Raih Jutaan Rupiah Lewat Bakpao Unik

Ide untuk membuat bakpao berkarakter unik itu berawal dari para buah hatinya yang menyukai bakpao pada umumnya.

Pantauan Kejari Karanganyar, Tak Temukan Penimbunan Obat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar terus melakukan pemantauan peredaran obat di Karanganyar sejak awal PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.