Aparat Polisi Oprak-Oprak Pengunjung yang Serbu Objek Wisata di Polanharjo Klaten, Ada Apa?
Sejumlah pengunjung berkunjung di Umbul Besuki Ponggok, Polanharjo, Klaten, Selasa (26/1/2021). Aparat polisi mengoprak-oprak pengunjung agar selalu menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN – Jajaran Polsek Polanharjo mengoprak-oprak pengunjung yang menyerbu sejumlah objek wisata air di kecamatan setempat, Selasa (26/1/2021). Hal itu dilakukan menyusul kebijakan Pemkab Klaten yang mulai membuka objek wisata saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II.

Sebagaimana diketahui, Kecamatan Polanharjo menyimpan sejumlah objek wisata air. Hal itu seperti Umbul Ponggok, Umbul Besuki, Umbul Manten, kolam renang Nganjat, Umbul Kapilaler, dan kolam renang lainnya. Di samping itu, di Polanharjo juga terdapat sentra kuliner pancingan Janti, Ketjeh Resto, dan lainnya.

Meski belum seluruhnya dibuka, beberapa umbul dan restoran di Polanharjo sudah diserbu pengunjung di hari perdana PPKM tahap II. Umbul yang sudah dikunjungi pengunjung, di antaranya Umbul Besuki Ponggok. Sedangkan restoran yang ramai dikunjungi warga, yakni Ketjeh Resto Wangen.

Baca Juga: BPNT Sukoharjo Mulai Disalurkan, 9.778 Penerima Dinonaktifkan

Aparat polisi pun rutin menggelar patroli di beberapa objek wisata yang sudah dikunjungi pengunjung. Di hadapan pengunjung, aparat polisi berkali-kali mengingatkan ke pengunjung agar selalu menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan pakai sabun.

“Memang, di Polanharjo ini banyak wisata tirta. Mulai hari ini sudah diperbolehkan dibuka. Makanya, kami rutin mendatangi objek wisata untuk mengingatkan para pengunjung agar selalu menaati protokol kesehatan. Jangan sampai berkerumun. Jangan sampai ada klaster Covid-19,” kata Kapolsek Polanharjo, AKP Nurwadi, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat ditemui wartawan di Umbul Besuki Ponggok, Selasa (26/1/2021).

AKP Nurwadi mengatakan aparat polisi juga memantau sarana dan prasarana (sarpras) yang ada di objek wisata. Hal itu termasuk tempat mencuci tangan dan alat pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk objek wisata.

“Mari taati protokol kesehatan. Untuk pengelola objek wisata, taati juga surat edaran (SE) bupati atau pun gubernur yang sudah beredar,” katanya.

Prokes Harga Mati

Kepala Desa (Kades) Ponggok, Junaedi Mulyono, menyambut baik kebijakan Pemkab Klaten yang membuka kembali wisata tirta, Selasa (26/1/2021). Selaku salah satu pengelola objek wisata tirta, melaksanaan protokol kesehatan sudah menjadi harga mati yang harus diterapkan guna mencegah Covid-19.

“Covid-19 ini bukan masalah airnya. Tapi masalah kerumunannya. Jadi, tinggal mengelola itu, bagaimana mengendalikan pengunjung. Di sini, kami tegas dalam menaati protokol kesehatan. Akan ada petugas yang rutin berkeliling untuk mengingatkan hal itu. Selama libur PPKM tahap I, kami menata fasilitas yang didesain menaati protokol kesehatan. Seperti menata kursi dan meja agar saling jaga jarak satu sama lain,” katanya.

Baca Juga: Janti Park Klaten Terlihat Cantik dan Cocok Buat Selfie, Ternyata Ini Rahasianya

Salah seorang pengunjung Umbul Besuki, Indra Tunggal Apriyanto, 16, tak keberatan saat diingatkan aparat polisi agar selalu menaati protokol kesehatan di objek wisata tirta.

“Saya justru senang diingatkan agar selalu menaati protokol kesehatan. Saat tiba di sini, saya pun memakai masker. Begitu berenang, masker saya copot dulu,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom