Tutup Iklan
Ilustrasi orang lansia mengalami gangguan pendengaran (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Berbincang dengan keluarga atau sahabat lewat sambungan telepon memang menyenangkan. Tanpa terasa, telinga terasa panas. Penggunaan telepon seluler yang terlalu lama menyebabkan berbagai masalah. Radiasi ponsel itu berpengaruh pada kulit dan telinga.

Seiring bertambahnya usia, fungsi pendengaran seseorang mengalami penurunan. Hal itu disebabkan berbagai hal, salah satunya radiasi ponsel. Bahkan, radiasi ponsel disebut-sebut memicu pertumbuhan tumor jinak di telinga. Benarkah demikian?

Dikutip dari Live Science, Rabu (10/7/2019), https://lifestyle.solopos.com/">hasil penelitian yang dilakukan di National Toxicology Program, Amerika Serikat, radiasi ponsel tidak sepenuhnya memicu perkembangan tumor jinak hingga kanker.

Profesor ahli radiasi dari Medical College of Wisconsin, Amerika Serikat, John Moulder, mengatakan, hasil studi dari National Toxicology Program tidak memberikan bukti kuat bahwa radiasi ponsel menyebabkan kanker.

“Implikasi terkait ancaman keamanan penggunaan ponsel adalah antara dipertanyakan sampai tidak ada,” terangnya.

Meski demikian, penggunaan ponsel tetap harus dibatasi, apalagi untuk menjaga https://www.sehatq.com/">kesehatan lansia. Setidaknya, satu dari dua orang berusia di atas 65 tahun mengalami gangguan pendengaran. Nah, gangguan pendengaran akibat bertambahnya usia ini dikenal dengan istilah presbycusis.

Perlu diketahui, siapapun bisa kehilangan https://lifestyle.solopos.com/">pendengaran. Meski tidak membahayakan nyawa, perawatan terhadap gangguan telinga harus tetap dilakukan. Jadi, Anda sebaiknya menjaga telinga dengan baik. Sebaiknya pakai earplug saat menelepon di lokasi suara yang keras. Suara keras dari mesin pemotong rumput, penyedot debu, hingga konser musik bisa merusak telinga.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten