Apa Itu BI Fast, Berikut Penjelasannya

BI Fast merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional Bank Indonesia yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan tersedia selama 24 jam.

 BRI menghadirkan channel mobile banking BRImo yang mempermudah arus transfer uang antarnegara hingga pembelian tiket. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - BRI menghadirkan channel mobile banking BRImo yang mempermudah arus transfer uang antarnegara hingga pembelian tiket. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO–Bank Indonesia meluncurkan sistem pembayaran ritel nasional pada Desember 2021.

Sistem itu bernama BI Fast. Lantas apa itu BI Fast?

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Dilansir Solopos.com dari BI.go.id, Rabu (25/5/2022), BI Fast merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan tersedia selama 24 jam.

Bank Indonesia (BI) mengembangkan BI Fast untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transfer dana yang lebih efisien, cepat (real-time), dan tersedia setiap saat.

Saat ini ketersediaan layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat karena dibatasi oleh waktu layanan (sesuai window time) dan dana efektif yang belum real-time serta keterbatasan kanal pembayaran yang pada akhirnya mengurangi kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi secara nontunai.

Baca Juga: BI Fast, Biaya Transfer Antar Bank Rp2.500, Berikut Peserta BI Fast

Disamping itu, BI Fast diharapkan dapat memperkuat ketahanan Sistem Pembayaran Ritel nasional dengan menyediakan alternatif terhadap infrastruktur Sistem Pembayaran nasional eksisting.

Bagaimana dengan biaya BI Fast? BI menetapkan dua skema harga di BI Fast, yakni harga dari BI ke peserta dan harga dari peserta ke nasabah.

Harga dari BI ke peserta BI Fast senilai sebesar Rp19 per transaksi. Sedangkan harga dari peserta BI Fast ke nasabah atau biaya transfer ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi.

Sementara, batas nominal transaksi melalui BI Fast pada tahap awal ditetapkan Rp250 juta per transaksi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan sejak 23 Mei 2022, jumlah peserta BI Fast bertambah tujuh bank. Kemudian pada pekan ketiga Juni 2022 bertambah satu bank peserta BI Fast.

Baca Juga: Bisa Tampung 30 Juta Transaksi Per Hari, Ini Kelebihan BI Fast

“Dengan bertambahnya peserta BI Fast gelombang ketiga, total peserta BI Fast mencapai 52 dan telah mewakili 82% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional,” ujar Perry secara virtual pada Selasa (24/5/2022).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dan implementasi BI Fast dengan pelaku industri, untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong pertumbuhan, serta inklusi ekonomi dan keuangan.

BI mencatat nominal transaksi BI Fast April 2022 tumbuh sebesar 51,88% month to month (mtm), mencapai Rp100,25 triliun. Sedangkan secara volume tumbuh 32,72% (mtm), mencapai 24,55 juta transaksi.

Bahkan, pada momen Ramadan dan Lebaran, nominal transaksi tertinggi terjadi pada H-7 Idulfitri senilai Rp5,93 triliun dengan volume sebanyak 1,28 juta transaksi.

Baca Juga: BI Fast Meluncur! Biaya Transfer Antar-Bank jadi Rp2.500, Cek Daftarnya

Berikut daftar peserta BI-Fast Batch 3:

– Bank Artha Graha Internasional
– Bank Bumi Arta
– Bank DKI
– UUS Bank DKI
– Bank Jago
– BPD Jawa Barat dan Banten Syariah
– BPD Riau Kepri
– Bank Raya Indonesia (Mulai Juni 2022)

Berikut daftar peserta BI-Fast Batch 2:

– Allo Bank Indonesia
– Bank Digital BCA
– Bank Ganesha
– Bank HSBC Indonesia
– Bank Ina Perdana
– Bank KEB Hana Indonesia
– Bank Mandiri Taspen
– Bank Maspion Indonesia
– Bank Mestika Dharma
– Bank Multi Arta Sentosa
– Bank Nationalnobu
– Bank Pan Indonesia
– BPD Bali
– BPD Jawa Barat dan Banten
– BPD Jawa Tengah
– UUS BPD Jawa Tengah
– BPD Jawa Timur
– UUS BPD Jawa Timur
– BPD Nusa Tenggara Timur
– BPD Papua
– Bank Sahabat Sampoerna
– UUS Bank Sinar Mas
– Kustodian Sentral Efek Indonesia

Berikut daftar peserta BI-Fast Batch 1:

– Bank BCA Syariah
– Bank Central Asia
– Bank CIMB Niaga
– UUS Bank CIMB Niaga
– Bank Citibank, N.A
– Bank Danamon Indonesia
– UUS Bank Danamon Indonesia
– Bank DBS Indonesia
– Bank Mandiri
– Bank Mega
– Bank Negara Indonesia
– Bank OCBC NISP
– Bank Permata
– UUS Bank Permata
– Bank Rakyat Indonesia
– Bank Sinarmas
– Bank Syariah Indonesia
– Bank Tabungan Negara
– UUS Bank Tabungan Negara
– Bank UOB Indonesia
– Bank Woori Saudara Indonesia 1906

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

+ PLUS Jadi Paru-Paru Dunia, Mangrove Juga Jamin Food Security Warga Pesisir

Upaya perlindungan mangrove sebagai ekosistem blue carbon tidak hanya mampu mengurangi emisi dan peningkatan simpanan carbon benefit tetapi juga memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkini

Jangan Tertipu yang Palsu, Kenali Ciri Aplikasi MyPertamina Asli

PT Pertamina Patra Niaga memberikan peringatan kepada para penggunanya untuk berhati-hati dengan aplikasi tidak resmi MyPertamina alias palsu. 

BRI UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur Raih Marketeers OMNI Brand of the Year

BRI terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk mendorong kemajuan, peningkatan kapabilitas dan kualitas produk UMKM ke pasar internasional.

Manfaatkan Sisa Pembakaran Batu Bara, Ini yang Dilakukan PLN

PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT Indonesia Power (IP), menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam pemanfaatan sisa pembakaran batu bara atau fly ash bottom ash (FABA) di PLTU milik IP yang berada di Tangerang.

Beredar Hoaks Soal Kredit Tanpa Agunan, Ini Penjelasan BNI

BNI memberikan penjelasan terkait kabar bohong atau hoaks mengenai penyaluran kredit tanpa agunan yang meresahkan masyarakat terutama nasabah.

Hotel di Solo bakal Fully Booked pada November 2022, Ini Penyebabnya

Bila hanya mengandalkan kamar hotel, dipastikan tidak akan mencukupi untuk semua peserta dan penggembira Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Kota Solo.

Harga Bitcoin Anjlok Lagi, Apakah Masih Layak Dibeli?

Aset kripto Bitcoin kembali anjlok di akhir pekan ini yang dinilai masih dalam fase bearish.

Beri Kemudahan Pelanggan, PLN Mobile Ramai-Ramai Diunduh Anggota TNI AD

Hadirnya aplikasi PLN Mobile yang memberikan kemudahan layanan disambut antusias oleh pelanggan, termasuk dari kalangan militer.

Pemerintah Siapkan Skema Offline Kartu Prakerja, Apa Bedanya?

Kemenko Ekonomi bersama pemangku kepentingan (stakeholder) terkait mulai mempersiapkan skema normal atau pelaksanaan secara offline untuk program Kartu Prakerja.

Transisi Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi Diperpanjang 3 Bulan

Sosialisasi dan transisi pembelian minyak goreng curah rakyat (MCGR) dengan aplikasi PeduliLindungi akan diperpanjang menjadi tiga bulan.

Anjlok Makin Dalam! Cek Harga Emas di Pegadaian, Sabtu 2 Juli 2022

Akhir pekan ini harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Sabtu (2/7/2022) turun, baik untuk cetakan UBS ataupun Antam.

Hore...Jalur KA Sawahlunto-Muaro Kalaban Akan Aktif Lagi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mulai memperbaiki sarana dan prasarana jalur kereta api (KA) Sawahlunto-Muaro Kalaban di Sumatera Barat, Jumat (1/7/2022).

Meriahkan Ulang Tahun, Yamaha Gelar Lomba Foto Berhadiah Sepeda Motor

Bulan Juli selalu menjadi momen istimewa bagi Yamaha yang memperingati hari ulang tahun (HUT) dengan berbagai tema menginspirasi salah satunya dalam wujud lomba foto.

AHM Luncurkan New Honda ADV160, Ini Keunggulan dan Harganya

PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan skutik baru versi ADV, yakni skutik penjelajah New Honda ADV160.

Organisasi Kepemudaan Islam dan Kristen Gugat Holywings Rp35,5 Triliun

Organisasi kepemudaan Islam dan Kristen, Aliansi Pemuda Nusantara menggugat perusahaan yang menaungi operasional Holywings, PT Aneka Bintang Gading sebesar Rp35,5 triliun.

Dana Rp61,01 Triliun Terhimpun dari Pajak Program Pengungkapan Sukarela

Pajak penghasilan (PPh) yang terkumpul dari Program Pengungkapan Sukarela (PPS) selama Januari hingga penutupan pada 30 Juni 2022 sebesar Rp61,01 triliun.