Apa Dampak Jika Vaksin Booster Beda dengan Vaksin Primer?

Pemerintah menerapkan vaksin booster heterogen artinya jenis vaksin yang digunakan untuk booster berbeda dengan vaksin pada penyuntikan dosis 1 dan 2. Bahkan pemberin booster ini bisa hanya setengah dosis.

 Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kiri), meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi orang lansia di pendapa rumah dinasnya kompleks Setda Wonogiri, Jumat (14/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kiri), meninjau pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi orang lansia di pendapa rumah dinasnya kompleks Setda Wonogiri, Jumat (14/1/2022). (Solopos.com/Rudi Hartono)

Solopos.com, JAKARTA — Program pemberian vaksin Covid-19 lanjutan atau booster untuk masyarakat umum secara gratis sudah dimulai pemerintah sejak Selasa (11/1/2022). Pelaksanaannya di daerah tergantung kesiapan dan ketersediaan stok vaksin masing-masing.

Mengutip laman indonesia.go.id, Dalam memberikan booster, menurut Menteri Kesehata Budi Gunadi Sadikin, pemerintah mempertimbangkan soal ketersediaan vaksin yang ada di tahun ini. Pemerintah juga mempertimbangkan hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti dalam dan luar negeri, yang membuktikan kombinasi vaksin bisa memberikan efikasi (kemujaraban) yang sama atau bahkan lebih baik. Artinya pemberian vaksin booster dengan jenis yang berbeda dengan vaksin primer (dosis 1 dan 2) diperbolehkan.

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Pemerintah pun memberlakukan jurus kombinasi untuk vaksinasi booster tersebut. Langkah ini sudah disetujui Badan POM serta para pakar Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Kemenkes kini menerapkan jurus kombinasi vaksin (heterolog) untuk program booster.

Baca Juga: Terima Vaksin Covid-19 Booster, Warga Lansia Solo: Saya Jadi Tenang

Pada saat ini, kebijakan heterolog itu dijalankan dalam dua jurus. Rezim pertama, bagi orang yang menerima vaksin primer dari Sinovac, maka booster-nya ialah setengah dosis vaksin Pfizer atau setengah dosis AstraZeneca, tergantung ketersediaan. Bisa dicatat pula, sebagian besar vaksin primer yang diterima warga di 2021 adalah Sinovac.

Namun, bila vaksin primer yang diterima AstraZeneca, yang berlaku ialah rezim kedua. Yakni untuk mereka akan diberikan booster berupa setengah dosis vaksin Moderna.

‘’Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan kita berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI,’’ kata Menkes, dilaman Indonesia.go.id yang dikutip Jumat (15/1/2022).

Bagaimana dengan mereka yang menerima vaksin primer dari Moderna, Sinopharm, Sputnik-V (Rusia), Janssen (Belgia), atau Convidecia (China), yang juga sudah masuk ke Indonesia dan mendapat Emergency Use Authorizarion (EUA) dari BPOM? Bagaimana pula booster untuk anak usia 12–17 tahun dan anak 6–11 tahun?

Baca Juga: Stok Terbatas, Vaksin Booster di Solo Hanya Cukup untuk 400 Orang

“Nantinya bisa berkembang, tergantung kepada hasil riset baru yang masuk dan juga ketersediaan vaksin yang ada,” ucap Menkes Budi.

Sikap WHO

Secara resmi WHO telah mengeluarkan edaran terkait soal ini. Dalam pernyataan terbuka bertajuk “Interim Statement on Booster Doses for COVID-19 Caccination”, 22 December 2021, WHO mengakui bahwa penguatan vaksin itu juga diperlukan, karena efektivitas vaksin itu menyusut seiring dengan waktu. Secara rata-rata efikasi vaksin menciut 8% untuk mencegah keparahan Covid-19 pasca-enam bulan vaksinasi.

Untuk kelompok usia di atas 50 tahun, daya tangkal vaksin atas keparahan dampak infeksi menyusut 10%. Pada kelompok usia 50 tahun ke atas itu, daya tangkal vaksin terhadap gejala ringan dan sedang menyusut 32% setelah enam bulan menjalani suntikan dosis kedua.

Baca Juga: Penyuntikan Vaksin Booster di Madiun Dimulai, Warga Ini Diprioritaskan

Dengan keterbatasan vaksin di dunia, WHO pun mendukung vaksin booster secara homolog (dengan vaksin sama pada suntikan 1, 2, dan booster), atau heterolog (vaksin booster berbeda jenis). Dengan penelitian atas sejumlah emergency use listing (UEL), WHO menyatakan bahwa booster heterolog itu mampu memberikan manfaat. Aturan teknisnya diserahkan ke masing-masing negara.

Panduan WHO itu disambut baik banyak negara, termasuk Indonesia. ‘’WHO memberi keleluasaan kepada masing-masing negara untuk bisa menerapkan program vaksin booster, yang sesuai dengan kondisi ketersediaan vaksin dan logistik pada negara pelaksana vaksin booster,’’ ujarnya.

Menurut Menkes pula, sejumlah penelitian dari dalam dan luar negeri telah menunjukkan bahwa vaksin booster heterolog bisa meningkatkan antibodi yang relatif sama, atau bahkan lebih baik dibanding vaksin booster homolog.

Baca Juga: Ini Vaksin Booster Bagi Penerima 2 Kali Vaksin AstraZeneca

Tak hanya itu, data ilmiah juga menunjukkan bahwa booster setengah dosis pun bisa meningkatkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh. Selain itu memberikan dampak kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang lebih ringan. Manfaat lainnya, dengan separuh dosis berarti lebih banyak lagi cakupan vaksin booster yang bisa dicapai.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

+ PLUS Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Berita Terkini

Ini Pesan Rektor UKSW kepada 559 Lulusan

Ada sejumlah pesan dari Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D. kepada para lulusan dalam acara wisuda pada Sabtu (25/6/2022).

Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Transformasi Sunda Kelapa Jadi Jayakarta, Batavia Lalu Berganti Jakarta

Sebelum bernama Jakarta, kota ini memiliki beberapa penyebutan seperti Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Batavia.

Survei Pilpres 2024: Anies, Ganjar & Prabowo Kandidat Kuat Capres

Berdasarkan hasil survei, nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, menjadi kandidat terkuat maju sebagai capres dalam Pilpres 2024.

UKSW Gelar Wisuda Onsite, Rektor Lepas 559 Lulusan

Pembantu Rektor 1 UKSW bidang akademik ,Iwan Setyawan, wisuda Sabtu adalah kali pertama bagi UKSW kembali menyelenggarakan wisuda secara onsite sejak terjadinya pandemi Covid-19.

Tahukah Anda Kampus Pelopor Kuliah Online di Indonesia?

Tahukah Anda kampus di Indonesia yang menjadi pelopor kuliah online bahkan jauh sebelum pandemi Covid-19?

Candi Cetho Pernah Dipugar Secara Serampangan

Candi Cetho di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, yang kali pertama digali pada 1928 oleh Commissie vor Oudheiddienst Hindia Belanda, pernah dipugar secara serampangan hanya berdasar ”wangsit”.

Sejarah Hari Ini: 26 Juni 1963 Presiden Kennedy Kunjungi Tembok Berlin

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Juni.

Dilarang Puan Keluar Rumah, Megawati Banyak Lupa Nama Jalan

Menurut Megawati, dirinya hanya diperbolehkan keluar rumah jika dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Waspada! Kasus Covid-19 Hari Ini Bertambah 1.831 Orang

Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 mencatat kasus Covid-19 hari ini, Sabtu (25/6/2022) bertambah sebanyak 1.831 kasus.

Langgar Larangan Mega Bicara Koalisi, Masinton Pasaribu Terancam Sanksi

Masinton terancam sanksi karena berbicara ke publik terkait peluang koalisi dengan PKS dan Demokrat (PD).

Ganjar Ketemu AHY, PDIP: Hanya Kebetulan, Bukan Direncanakan

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pertemuan Ganjar Pranowo dengan AHY hanya secara kebetulan.

Tarif Listrik 3.500 VA Naik Per 1 Juli 2022, Indonesia Lebih Murah?

Keputusan pemerintah menaikkan tarif listrik pelanggan 3.500 VA ke atas karena besaran empat indikator ekonomi makro meningkat.

Bus Pariwisata Terjun ke Jurang Akibat Sopir Ngantuk, 3 Meninggal

Penyebab bus pariwisata terjun bebas ke jurang tersebut diduga akibat sopir mengantuk saat mengemudi.

Gubernur Ganjar Berbagi Tip Bagi Jomblo yang Ragu Menikah

Meskipun tip menikah, Ganjar yang politikus PDIP itu tetap mengaitkannya dengan politik.

Laka Bus Wisata di Tasikmalaya 3 Meninggal, Begini Kronologinya

 Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bus pariwisata di kawasan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (25/6/2022).