Ratusan orang pasien mengantre di lobi tunggu poliklinik di lantai II RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen, Senin (20/1/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Anggota Komisi IV DPRD Sragen dibuat geregetan dengan kondisi pelayanan di RSUD dr. Soeratno Gemolong, Sragen. Saat menginspeksi secara mendadak (sidak) ke RSUD tersebut, Senin (20/1/2020) siang, ada 239 pasien yang mengantre pada waktu bersamaan.

Sidak yang dilakukan lima orang legislator itu menemukan pelayanan pasien yang membeludak hingga pukul 11.20 WIB. Padahal pelayanan pendaftaran sudah ditutup pukul 11.00 WIB.

Sidak tersebut dikoordinasi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sragen Haryanto didampingi empat legislator lainnya, yakni Fathurrohman, Jumari, Tono, dan Sukamto.

Mereka datang langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD di sebelah selatan Pasar Gemolong itu. Mereka sempat mendapati sejumlah pasien yang tidak segera dibawa ke bangsal.

PNS Sragen Jadi Tersangka Percobaan Pembunuhan, Pemkab Lepas Tangan

Dari UGD, mereka menuju ke ruang pelayanan poliklinik di lantai II. Mereka langsung mengecek pendaftaran pasien poliklinik.

Setidaknya ada lima poliklinik di ruang tersebut, yakni poliklinik penyakit dalam, poliklinik gigi, poliklinik THT, poliklinik saraf, dan poliklinik VCT.

“Jumlah pasien yang antre 239 orang berdasarkan keterangan petugas pendaftaran. Pasien paling ramai pada Senin dan biasanya bisa sampai Kamis,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sragen Haryanto saat bertemu Solopos.com di sela-sela sidak.

Dengan pasien yang begitu banyak, Haryanto menekankan memang harus ada kebijakan pembatasan pendaftaran. Mereka kemudian melihat petugas di pengambilan obat.

Ternyata hanya ada 3-4 orang yang bertugas melayani obat dengan antrean sedemikian banyak. Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fathurrohman, menjadi geregeten dengan manajemen RSUD.

Catat! Mulai Tanggal Ini, Lalu Lintas Jl. Honggowongso Solo Berlaku Dua Arah

Ia tidak menjumpai Direktur RSUD tersebut karena tidak ada di ruang kerjanya. Kedatangannya diterima Kasubag Tata Usaha RSUD Sragen Sugito didampingi Kasi Pelayanan RSUD Novi Kusumaningrum.

Fathurrohman lebih kesal lagi ketika mendengar ada dokter spesialis yang baru datang pukul 11.00 WIB padahal pasien ada yang mengantre sejak pukul 06.00 WIB.

Fathur menyampaikan jika dokter spesialis itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mestinya harus ikut apel dan bisa datang pagi sehingga pasien tidak menumpuk di ruang pelayanan. Fathur mendapat keterangan dari manajemen RSUD bahwa dokter spesialisnya memang tidak ikut apel pagi.

“Dokter spesialis itu juga PNS dan sama seperti PNS lainnya ya wajib ikut apel. Tidak ada keistimewaan bagi dokter spesialis untuk tidak ikut apel,” ujarnya.

Eskalator Solo Grand Mall Bermasalah Viral di Medsos, Ini Penjelasan Manajemen

Fathur juga mendapat informasi dari sejumlah puskesmas kalau RSUD susah menerima rujukan, khususnya rujukan bagi ibu melahirkan. Fathur bertanya-tanya soal hal itu karena ada kasus kematian ibu seusai melahirkan di wilayah Kalijambe.

Selain itu, Fathur juga kebingungan dengan tata ruang di RSUD itu. Pasien masuk harus memutari gedung.

Kasi Pelayanan RSUD Gemolong, Novi Kusumaningrum, mengakui RSUD tidak bisa menerima banyak pasien melahirkan karena dokter spesialis obstetri dan ginekologi (spesialis kandungan) hanya satu orang.

Saat rekrutmen CPNS 2018, kata dia, tidak ada yang mendaftar dan pada rekrutmen CPNS 2019 juga kemungkinan tidak ada yang mendaftar. “Jadi karena kekurangan tenaga dokter sehingga tidak bisa melayani banyak pasien,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten