Antisipasi Terorisme, Polres Ponorogo Razia Mobil Boks di Perbatasan Jatim-Jateng
Pos pengamanan Operasi Lilin Semeru 2016 di kawasan Alun-alun Ponorogo, Kamis (22/12/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Polisi Ponorogo merazia mobil boks dan mobil pribadi yang lewat di jalur perbatasan Jatim-Jateng.

Solopos.com, PONOROGO — Peristiwa terorisme yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah daerah di Indonesia membuat aparat Polres Ponorogo waspada menjelang Natal 2016 dan perayaan Tahun Baru 2017.

Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan yaitu dengan merazia angkutan barang dan mobil di jalan nasional perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur di Desa Biting, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Imam Mustolih, mengatakan untuk mengantisipasi tindak kejahatan terorisme di wilayah Ponorogo, petugas keamanan merazia kendaraan bermotor di perbatasan Jatim-Jateng.

Kendaraan yang dirazia yaitu mobil boks dan dan mobil pribadi. Setiap kendaraan roda empat yang melewati jalur lintas provinsi itu diberhentikan petugas dan digeledah barang bawaannya. Dalam razia itu tidak ada satu pun kendaraan roda empat yang membawa barang berbahaya atau bahan peledak.

“Ini sifatnya memang antisipatif. Ada dan tidaknya peristiwa terorisme di beberapa daerah beberapa waktu lalu, kami akan melakukan operasi untuk menciptakan kondisi yang aman dan terkendali,” jelas dia kepada Madiunpos.com di Mapolres Ponorogo.

Dalam razia itu polisi menyita 10 unit sepeda motor yang tidak sesuai spesifikasi, seperti tidak ada spion, menggunakan knalpot brong, dan pelanggaran lainnya. Saat ini sepuluh unit sepeda motor itu disita dan dibawa ke Mapolres Ponorogo.

“Kalau selama ini kekhawatiran di Ponorogo mengenai isu terorisme memang tidak ada. Tetapi, ini untuk antisipasi saja. Apalagi ini kan menjelang Natal dan Tahun Baru,” jelas Imam.

Mengenai Operasi Lilin Semeru 2016, ujar Imam, Polres akan menyiagakan 190 personel yang dibagi di empat pos pengamanan. Empat pos pengamanan itu antara lain di Alun-alun Ponorogo, Pasar Songgolangit, Terminal Seloaji, dan Telaga Ngebel.

“Operasi Lilin Semeru mulai digelar 23 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017. Untuk lokasi rawan kecelakaan lalu lintas yaitu jalan raya Siman,” terang dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom