Lapak PKL kuliner di sebelah utara Stadion Manahan. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, SOLO – Anggota Paguyuban PKL Gotong Royong Manahan Solo mulai memasang kamera pengawas di selter Stadion Manahan Solo. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi pencurian.

Selama empat bulan terakhir pedagang kaki lima (PKL) di selter Stadion Manahan Solo mengalami kerugian. Berbagai peralatan masak, minuman kemasan, hingga lampu sering raib digondol maling. Meski demikian, sampai saat ini mereka belum melaporkan kasus pencurian itu ke polisi.

Wacana pemasangan kamera pengawas alias closed circuit televison (CCTV) di selter PKL Stadion Manahan Solo itu dikritik netizen. Warganet khawatir CCTV tidak berfungsi sebagaimana mestinya seperti dipasang di beberapa titik di Kota Solo. Komentar tersebut disampaikan lewat kolom komentar di fanpage Facebook Solopos.com, Senin (23/9/2019).

“Jauhkan dari kata-kata CCTV. Masyarakat Solo lagi muak sama itu barang,” komentar Ian Choco.

“Nanti buram lagi kayak yang di Flyover Manahan,” imbuh Seno Astoko Putro.

“CCTV? Nanti cuma replika untuk menakut-nakuti kayak di overpass?” sambung Ipunk Oemar Kamandanu.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Ketua Paguyuban PKL Gotong Royong, Koko Kuncoro, mengaku sudah tahu ciri-ciri pencuri yang merugikan itu. Menurutnya, kamera pengawas merupakan solusi untuk menyelesaikan masalah kerawanan pencurian di selter PKL Stadion Manahan Solo.

Sementara Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Disdag Kota Solo, Didik Anggono, meminta pedagang di selter Manahan mengoptimalkan patroli malam untuk mengantisipasi seringnya pencurian berbagai peralatan masak hingga minuman kemasan itu. Meskipun telah ada patroli dari petugas Disdag dan Satpol PP pengamanan akan lebih optimal apabila paguyuban pedagang turut serta berpatroli menjaga keamanan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten