Antisipasi Macet, Kendaraan Dari Pakis Dilarang Belok Kanan di Simpang Dlopo Sukoharjo
Simpang Dlopo menjadi salah satu lokasi rawan macet parah akibat pengalihan arus lalin terdampak proyek flyover Purwosari, Solo. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satlantas Polres Sukoharjo akan menetapkan larangan crossing di kawasan Dlopo guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat pengalihan arus terdampak proyek flyover Purwosari.

Kendaraan dari arah Pakis akan dilarang belok ke kanan atau ke arah RS dr. Oen Solo Baru mulai awal Februari mendatang. Kendaraan yang menyeberang itu berpotensi memicu kemacetan.

Simpang Dlopo yang merupakan titik pertemuan kendaraan dari arah Pakis, Tanjunganom, dan Solo Baru, Sukoharjo, bakal menjadi lokasi rawan macet akibat pengalihan arus terdampak flyover Purwosari Solo.

Pengalihan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Sukoharjo saat ini tinggal menunggu koordinasi lanjutan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Solo. Kasatlantas Polres Sukoharjo AKP Marwanto mengatakan telah memetakan beberapa ruas jalan rawan kemacetan lalu lintas baru akibat proyek pembangunan flyover Purwosari berjalan.

"Rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan bersama Dishub Sukoharjo. Koordinasi juga sudah dilakukan dengan Dishub Solo. Tinggal tunggu waktu untuk diterapkan," katanya saat berbincang dengan Solopos.com di Mapolres Sukoharjo, Rabu (22/1/2020).

Ratu Kerajaan Agung Sejagat Mengaku Mantan Sutradara & Aktivis HMI

Marwanto mengatakan beberapa rekayasa lalu lintas disiapkan di antaranya menghilangkan crossing di simpang Dlopo, yakni kendaraan dari arah Pakis tidak boleh berbelok ke kanan menuju RS dr. Oen Solo Baru atau kawasan Langenharjo.

Crossing atau menyeberang di simpang Dlopo rawan menimbulkan bangkitan kemacetan ketika arus lalu lintas tengah ramai. Barikade akan dipasang guna mencegah kendaraan crossing di simpang Dlopo.

"Pengalihan arus dibagi tiga jalur. Ketiga jalur ini di antaranya kendaraan pribadi, alat angkut berat dan bus antarkota antarprovinsi [AKAP] maupun bus pariwisata, serta bus antarkota dalam provinsi [AKDP]," katanya.

Dua jalur lainnya yakni kendaraan pribadi dari Pajang, Solo, ke arah Kartasura, Sukoharjo, maupun sebaliknya diarahkan melalui kawasan Tugu Lilin dan underpass Makamhaji. Sedangkan untuk pengalihan jalur kendaraan berat, bus AKAP atau pariwisata akan dialihkan dari jalur Grogol (Jl. Ir. Soekarno)-Tanjunganom-Daleman (Baki)–Pakis (Klaten).

Kendaraan berat bertonase lebih 21 ton atau dua sumbu, serta bus AKAP dari arah Sukoharjo menuju Solo/Jakarta melewati Tanjunganom-Dlopo-Pakis guna mengantisipasi kemacetan di jalur simpang Dlopo.

Kondisi jalan Langenharjo-Dlopo sempit dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan berat tersebut. “Kendaraan berat dua sumbu dan bus juga sulit manuver di simpang Dlopo jika melewati Langenharjo. Jadi dialihkan lewat Jl. Ir. Soekarno-Tanjunganom-Daleman-Pakis,” katanya.

Sementara itu, dia menambahkan jalur Grogol-Gemblegan, Serengan, Solo, diperuntukkan kendaraan pribadi dan angkutan umum bukan tonase, termasuk bus AKDP ke arah Solo. Manajemen rekayasa pengalihan jalur tersebut diberlakukan mulai pengerjaan proyek flyover awal Februari mendatang.

Dokter PNS RSUD Gemolong Datang Pukul 11.00 WIB, Bupati Sragen: Etikanya Bermasalah!

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Sukoharjo Ahmad Saryono mengatakan rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan bagi kendaraan dari arah selatan atau Kabupaten Wonogiri di simpang patung jamu batas kota Bulakrejo.

Rambu-rambu penunjuk arah tambahan akan dipasang di sepanjang jalur pengalihan arus mulai dari Bulakrejo. Rambu-rambu untuk memisahkan jalur kendaraan pribadi, alat angkut berat, dan bus AKAP maupun bus pariwisata, serta bus AKDP.

Selain itu, petugas dari Dishub disiagakan di lokasi rawan macet. Rambu yang dipasang berupa tulisan jalur kendaraan yang boleh dan tidak masuk ke ruas tertentu. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini tinggal menunggu jadwal dari Dishub Solo.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho