Tutup Iklan

Antisipasi BOR Penuh, Dinkes Bantul Tambah Bed Pasien Covid-19

BOR sejumlah rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dan RSLKC Bambanglipuro Kabupaten Bantul selalu mengalami kondisi yang hampir penuh.

 Kontainer yang disulap untuk UGD pelayanan pasien Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kontainer yang disulap untuk UGD pelayanan pasien Covid-19 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. (Istimewa)

Solopos.com, BANTUL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul terus berupaya mengatasi persoalan tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) isolasi dan perawatan intensif (critical bed) pasien Covid-19.

Salah satunya adalah menambah tempat tidur di sejumlah rumah sakit rujukan dan RS Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengungkapkan, saat ini pihaknya memang mengalami masa sulit terkait dengan BOR isolasi dan critical bed pasien Covid-19. Di mana, BOR sejumlah rumah sakit rujukan dan RSLKC Bambanglipuro selalu mengalami kondisi yang hampir penuh.

Baca juga: Paket Obat Covid-19 Gratis Didistribusikan ke Pasien Isoman di Bantul

Oleh karena itu, berdasarkan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, akan ada penambahan jumlah bes pasien Covid-19, baik untuk rumah sakit rujukan dan RSLKC Bambanglipuro.

“Di RSLKC ini kami akan tambah 30 bed. Dari awalnya 50 bed. Jadi nanti total ada 80 bed. InsyaAllah paling lama dua pekan, kita bisa sudah bisa tambah 30 bed. Begitu juga dengan RSPS [Rumah Sakit Panembahan Senopati] Bantul yang akan ditambah ICU dan rawat Covid-19. PKU Muhammadiyah juga akan menambah IGD. Semua difasilitasi pemerintah pusat,” katanya, Sabtu (24/7/2021).

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Sapta Adisuka Mulyatno mengatakan hingga Sabtu (24/7) BOR isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dari 342 bed, telah terpakai 93,27% atau 319 bed.

“Sedangkan untuk BOR critical bed ada 38 dan sudah penuh. Karena, memang banyak pasien Covid-19 yang bergejala sedang hingga berat,” jelasnya.

Baca juga: Hingga Juli 2021, Ada 125 Kasus Kematian Karena Covid-19 di Kulonprogo

Kebutuhan Oksigen dan Bed Pasien

Sementara terkait dengan kebutuhan oksigen, Agus menambahkan, saat ini pihaknya belum pernah mengalami kedaruratan terkait ketersediaan oksigen. Hingga Sabtu (24/7), Agus mengaku masih memiliki stok oksigen yang baru saja dipasok oleh produsen oksigen Samator. “Ada 30 tabung dari Samator dan aman,” ungkap Agus.

Selain itu, Agus mengaku pihaknya akan memaksimalkan 135 unit oksigen konsentrator. Alat ini bisa mengonversi udara menjadi oksigen medis dengan hanya disambungkan ke aliran listrik. Alat ini juga dinilai bisa menggantikan peran tabung oksigen di ruang-ruang isolasi di rumah sakit. Terlebih, alat tersebut memiliki kapasitas 5-10 liter per menit.  “Ini sudah mulai kami pakai di selter kabupaten dan RSLKC. Sementara lainnya kami pinjamkan di selter kalurahan,” jelasnya.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Selamat, ITNY Juara 3 Celebes Geo Summit 2021

Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih kembali juara 3 dalam National Paper Competition Celebes Geo Summit (CGS) 2021.

Mahasiswa Teknik Mesin ITNY Magang di CV Iman Nurcahaya

Empat mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengikuti Program magang di CV Iman Nurcahaya.

Masuk Yogyakarta, Bus Pariwisata Bakal Diperiksa Ketat

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bakal memperketat pengawasan terhadap bus pariwisata yang masuk ke daerahnya.

Sejumlah Kampus di Jogja Belum Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya

Sejumlah perguruan tinggi di Kota Jogja masih belum merencanakan kuliah tatap muka di kampus pada masa pandemi Covid-19.

Petani Tembakau di Sleman Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Asosiasi petani tembakau di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menolak rencana pemerintah yang akan menerapkan kenaikan cukai hasil tembakau atau cukai rokok pada 2022.

Terungkap! Pabrik Pil Koplo di Yogya Sudah Beroperasi Sejak 2018

Aparat polisi menggerebek dua pabrik pembuatan obat-obatan psikotropika atau pil koplo yang telah beroperasi sejak 2018 di wilayah Yogyakarta.

2 Pabrik Pil Koplo di Yogya Digerebek, Produksi 2 Juta Pil Per Hari

Aparat kepolisian mengungkap kasus peredaran pil koplo di Yogyakarta, di mana terdapat dua pabrik yang memproduksi dengan kapasitas 2 juta pil per hari.

Pengacara Terdakwa Satai Beracun Minta Nani Dibebaskan

Pengacara terdakwa sate beracun, Nani Apriliani Nurjaman, menyebut pasal yang didakwakan JPU dinilai kabur dan tidak sesuai.

Litto Kantongi Surat Kesesuaian Tata Ruang, Begini Sikap DPRD Bantul

DPRD Bantul akan meminta kejelasan dan duduk perkara, terkait berdirinya hotel dan restoran Little Tokyo di RT 5 Gunung Cilik, Muntuk, Dlingo, Bantul, yang diduga belum mengantongi izin.

Jangan Sampai Terlambat Jadi Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasannya

BPJS Kesehatan ini bisa digunakan untuk berobat, baik rawat jalan maupun rawat inap di fasilitas kesehatan oleh peserta.

JPU Tuntut Terdakwa Klitih Kotagede Jogja, Penjara 1 Tahun 7 Bulan 

JPU menilai terdakwa KAP dinyatakan bersalah melakukan klitih hingga mengakibatkan korban KS, 16, mengalami luka berat.

Awas! Batu Raksasa Jebol Rumah Warga di Prambanan Sleman

Peristiwa batu raksasa yang menimpa rumah warga tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Dusun Jali.

Pemkot Jogja Luncurkan Kampung Wisata Melayani Melalui Aplikasi

Pemkot Jogja terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi wisawatan untuk berkunjung ke Kota Gudeg tersebut.

Terbebani Biaya Operasional, Gembira Loka Zoo Hanya Buka Akhir Pekan

Gembira Loka Zoo mulai pekan depan hanya buka pada Sabtu dan Minggu.

Dispar Sleman: Hoax 35 Objek Wisata di DIY Sudah Buka

Beredar kabar di media sosial terkait 35 destinasi wisata di wilayah DIY dan sekitarnya yang sudah beroperasi, Dinas Pariwisata Sleman menyebut itu kabar bohong atau hoax.

Gegara Dendam Pribadi, Pegawai Angkringan Pendopo Lawas Ditusuk

Seorang pegawai angkringan di Jogja jadi korban penusukan oleh warga yang diduga menaruh dendam. Pelaku kini sudah ditangkap.