ANTISIPASI BENCANA SUKOHARJO : Lima Desa di Sukoharjo Rawan Banjir, Ini Daerahnya

Sabtu, 21 November 2015 - 04:10 WIB Penulis: Bony Eko Wicaksono Jibi Solopos Editor: Ahmad Mufid Aryono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Anak-anak bermain di jalan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, yang terendam banjir, Kamis (23/4/2015). (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Antisipasi bencana Sukoharjo, BPBD Sukoharjo memetakan lima desa menjadi daerah rawan banjir.

Solopos.com, SUKOHARJO–Sebanyak lima desa di wilayah Sukoharjo rawan banjir selama musim penghujan. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo telah mengantisipasi terjadinya bencana alam saat musim penghujan yakni banjir, tanah longsor, dan angin lisus.

Hal itu diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Suprapto, saat ditemui wartawan di Hotel Brothers, kawasan Solo Baru, Jumat (20/11/2015).

Menurut dia, kelima desa rawan banjir yakni Desa Tegalmade, Laban dan Gadingan di Kecamatan Mojolaban, Desa Kadokan dan Grogol di Kecamatan Grogol. Kelima desa itu terletak di sisi timur dan barat Sungai Bengawan Solo.
“Selama ini, kelima desa itu merupakan wilayah langganan banjir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Rumah penduduk yang terendam banjir berada di bantaran Sungai Bengawan Solo,” kata dia, Jumat.

Saat terjadi hujan lebat selama berjam-jam otomatis ketinggian air Sungai Bengawan Solo meningkat secara signifikan. Anak Sungai Bengawan Solo seperti Sungai Samin, Sungai Dengkeng juga memasok air ke Sungai Bengawan Solo. Imbasnya, air sungai meluap dan merendam rumah penduduk yang berada di sekitar bantaran sungai.
Selain rumah penduduk, air sungai juga merendam lahan pertanian milik warga.

“Kami selalu memantau ketinggian air Sungai Bengawan Solo saat terjadi hujan lebih dari tiga jam. Apabila ketinggian air terus bertambah maka warga segera diungsikan ke lokasi yang aman,” terang Suprapto.

Menurut Suprapto, antisipasi bencana banjir telah dilakukan sejak beberapa pekan lalu. Dia telah menyiapkan sarana dan prasana (sarpras) seperti perahu karet untuk mengevakuasi korban banjir yang terjebak di dalam rumah. Selain sarpras, logistik berupa makanan, selimut dan pakaian telah disimpan di gudang logistik BPBD Sukoharjo.

Dalam waktu dekat, ia akan menetapkan status siaga bencana alam di wilayah Sukoharjo.
Penetapan status siaga bencana alam dilakukan hingga 31 Maret mendatang. Hal ini sesuai surat edaran (SE) Gubernur Jateng ihwal siaga bencana alam selama musim penghujan.

“Penetapan status siaga bencana alam bisa diperpanjang apabila April 2016 masih turun hujan,” papar dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif