Antisipasi Banjir, BPBD Kota Madiun Bersihkan Sungai hingga Patroli Keliling

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Madiun Bersihkan Sungai hingga Patroli Keliling

SOLOPOS.COM - Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (dalam mobil), berbincang dengan pamannya, Haryanto, saat akan meninggalkan Graha Saba Buana Solo, Kamis (9/11/2017) siang. (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

BPBD Kota Madiun melakukan langkah-langkah mengantisipasi banjir.

Solopos.com, MADIUN — Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman bencana banjir yang rawan terjadi di wilayah setempat.

Wilayah Kota Madiun yang rawan terjadi banjir di antaranya di Kelurahan Rejomulyo, Kelun, Tawagrejo, dan Pilangbango. Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Agus Hariono mengatakan antisipasi banjir sudah dilakukan timnya sejak terjadinya hujan pertama di Kota Madiun pada akhir Oktober 2017 lalu.

“Beberapa hari lalu kami sudah melakukan pembersihan sungai di titik-titik yang rawan terjadi peluapan. Di antaranya di Gang Pancasila Jalan Mayjen Sungkono,” ujar Agus Hariono kepada wartawan di Madiun, Kamis (9/11/2017).

Dia menambahkan upaya antisipasi lainnya adalah terdapat sejumlah anggota BPBD dan sukarelawan yang melakukan patroli keliling kota untuk melaksanakan pemantauan setiap kali turun hujan.

“Tim yang patroli ada enam personel. Sedangkan anggota lainnya tinggal di posko. Adapun patroli dilakukan di wilayah yang rawan bencana banjir dan angin kencang,” kata dia.

Agus Hariono menambahkan curah hujan akan mulai meningkat pada bulan November ini. Intensitas hujan meningkat hingga diperkirakan mencapai puncaknya pada Bulan Desember 2017 hingga Februari 2018.

Hal itu diketahui berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tertuang dalam surat edaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada para gubernur dan sekdaprov tertanggal 31 Oktober 2017.

Kota Madiun maasuk dalam wilayah yang rawan bencana banjir saat musim hujan berlangsung karena daerah tersebut berada di aliran Sungai Bengawan Madiun yang merupakan anak sungai dari Sungai Bengawan Solo. Aliran sungai dan anak sungai tersebut rawan meluap ke permukiman karena dipicu beberapa hal, di antaranya pendangkalan dan kondisi drainase kota.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jokowi Bilang Bantuan Beras PPKM Tak Usik Stok Pangan

Presiden Jokowi memastikan bantuan beras yang dikucurkan pemerintah PPKM tidak akan mengganggu stok pangan nasional.

Begini Cuci Tangan Shopee Indonesia soal Demo Tolak PPKM

Shopee Indonesia menegaskan tidak terlibat dalam rencana demo tolak PPKM yang digagas pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Begini Reaksi Jokowi saat Obat Covid-19 di Apotek Habis

Sebuah video menunjukkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi melakukan sidak ke apotek dan mengetahui obat Covid-19 di apotek habis.

Mitra Ojol Rancang Demo Tolak PPKM, Operator Cuci Tangan

Mitra operator aplikasi ojek online dikabarkan merancang demo menolak PPKM namun operator aplikasi transportasi online cuci tangan.

Zodiak Ini Sulit Menerima Perpisahan

Tidak semua hubungan berakhir dengan bahagia, namun, astrologi barat menengarai ada insan dengan zodiak yang sulit menerima perpisahan.

Karyawan Hotel & Restoran di Garut Dapat Bansos

Karyawan hotel dan restoran anggota PHRI di Garut mengibarkan bendera putih setelah terdampak PPKM dan mulai menerima bantuan sosial nasional.

Korban Tewas Banjir di China Jadi 51 Orang

Warga terdampak bencana alam di Republik Rakyat Tiongkok semakin transparan, padahal topan disertai hujan dan banjir masih mengancam China.

Api Olimpiade Tokyo 2020 Sudah Menyala, Ini Jadwal Atlet Indonesia Sabtu 24 Juli

Petenis asal Jepang dan juara empat kali Grand Slam, Naomi Osaka, dipercaya menjadi penyulut api Olimpiade Tokyo 2020.

Luhut Pandjaitan Kenalkan Laptop Merah Putih Bikinan Lokal

Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan mengenalkan laptop Merah Putih bikinan dalam negeri yang memperkuat industri teknologi informasi.

Tetap Waspada! 43 Desa Di Karanganyar Endemis Demam Berdarah

Sebanyak 43 desa di seluruh wilayah Kabupaten Karanganyar terkategori sebagai wilayah endemis demam berdarah dengue atau DBD

Tampil Duluan, Ini Hasil Tim Panahan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Pencapaian Diananda dan Ega membuat Indonesia meloloskan tim beregu campuran ke perempat final.

Percepat Vaksinasi Covid-19, Polres Sukoharjo Gandeng Mahasiswa Jadi Sukarelawan

Polres Sukoharjo menggandeng puluhan mahasiswa tingkat akhir dari sejumlah perguruan tinggi menjadi sukarelawan vaksinasi Covid-19.