Antimainstream, Daba dan Iga Rawit Layak Dicoba Jadi Menu Daging Kurban

Tak ada jejak aroma kambing sama sekali dari menu daba ini sehingga bisa jadi pilihan menarik untuk menu daging kurban.

 Menu iga rawit. (Youtube)

SOLOPOS.COM - Menu iga rawit. (Youtube)

Solopos.com, SOLO — Saat Iduladha ada beragam olahan menu daging kurban baik kambing dan sapi sangat beragam. Tentu yang paling sering dijumpai seperti satai, tongseng, krengseng, dan lain sebagainya. Bila bosan dengan menu yang selalu sama setiap tahun, tidak ada salahnya mencoba menu-menu baru seperti daba atau iga rawit.

Menu lokal hingga ala Timur Tengah bisa menjadi alternatif untuk menghasilkan olahan daging kambing dan sapi yang tidak reguler. Untuk menu Timur Tengah, bisa dicoba dengan mengolah daging kambing menjadi menu Daba.

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, biasanya Daba dibuat dari bagian karkas kambing yang memiliki banyak tulang. Daba merupakan sajian daging kambing khas Timur Tengah yang dimasak dengan metode slow-cook. Bahkan bisa sampai dimasak selama tiga jam.

Dalam prosesnya, Daba diracik dengan berbagai rempah-rempah asli dari Indonesia. Ini untuk menghasilkan cita rasa yang lebih gurih dan aroma harum. Tak ada jejak aroma kambing sama sekali sehingga pas bagi Anda yang tak terlalu suka daging kambing. Ini bisa jadi pilihan menarik untuk menu daging kurban.

Baca Juga: Resep Rendang Khas Padang yang Otentik, Sajian Istimewa Iduladha

Bahan utamanya tentu daging kambing. Bisa menggunakan 750 gram daging kambing atau sampil/paha kambing.

Bumbu-bumbu

  • 3 ruas jahe, geprek
  • 7 siung bawang merah, haluskan
  • 1 bungkus lada bubuk (saya pakai ladaku)
  • 2 sendok makan mentega
  • Garam secukupnya
  • Air secukupnya

Bahan sambal

  • Kecap manis
  • Cabai rawit, iris tipis
  • Bawang goreng

Cara pembuatanya cukup mudah. Pertama potong-potong daging sesuai selera. Kemudian Masukkan bumbu-bumbu, tambahkan air. Setelah itu presto selama 25 menit.

Baca Juga: Simpel! Ini Cara Memasak Daging Kambing Biar Empuk dan Tak Bau Prengus

Setelah dipresto, bakar daging yang sudah matang. Campurkan bahan sambal dalam mangkuk. Hidangkan daging yang sudah dibakar bersama sambal.

Menu daba. (Detikcom)
Menu daba. (Detikcom)

Menu daging kurban antimainstream berikutnya adalah Iga Rawit. Sebagaimana dikutip dari Suara.com, channel Youtube Dapur Adis pun membagikan olahan daging sapi ini. Ada beberapa bahan yang harus disiapkan.

Bahan rebusan iga

  • 1 kg iga
  • 4 liter air (2 liter rebusan pertama, 2 liter rebusan ke 2)
  • 1 1/2 sendok teh garam
  • 4 cm jahe geprek

Bahan tumis Iga Rawit

  • 3 sendok makan margarin
  • 4 siung bawang putih cincang halus
  • 1 buah bawang bombai
  • 10 buah cabai rawit
  • 4 buah cabai merah besar buang biji
  • 3 buah cabai hijau besar buang biji
  • 3 sendok makan kecap inggris
  • 3 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh gula
  • 1/2 sendok teh black pepper
  • 300 ml air rebusan iga

Cara membuat menu daging kurban ini tidak terlalu rumit. Pertama didihkan air, lalu masukkan iga. Kemudian rebus selama 5 menit atau hingga air mendidih kembali. Lalu angkat dan tiriskan.

Rebus kembali iga dengan dua liter air, tambahkan garam dan jahe. Rebus selama 1 jam. Lalu angkat dan tiriskan. Masukkan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombai hingga wangi. Masukkan cabai rawit, cabai merah besar, cabai hijau besar. Tumis hingga cabai layu.

Baca Juga: Jenang Saren, Kuliner Legit Khas Solo yang Mulai Langka

Setelah cabai layu, masukkan iga yang sudah direbus. Tambahkan kecap inggris, kecap manis, garam, gula, black pepper, aduk merata. Setelah tercampur rata, masukkan air rebusan iga, aduk sejenak.

Tutup dan masak hingga air surut. Masak dengan api sedang. Setelah air surut dan bumbu sudah meresap sempurna, sajikan selagi hangat.

Itu dua menu alternatif menu daging kurban yang layak dicoba. Selamat mencoba.

Berita Terkait

Berita Terkini

Indonesia Capai Herd Immunity? Ini Penjelasannya

Herd immunity telah terbentuk karena program vaksinasi atau alami?

Seru! Ada Hujan Uang Saat Sedekah Bumi di Lamongan

Acara sebar uang saat perayaan sedekah bumi di Lamongan, Jawa Timur, menjadi viral di Instagram lantaran digelar saat pandemi.

Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Begini Tanggapan MUI

Sebuah video memperlihatkan para santri yang sedang mengikuti vaksinasi menutup telinga saat mendengarkan musik.

Viral Para Santri Tutup Telinga Enggan Dengar Musik, Kenapa?

Aksi para santri yang menutup telinga saat terdengar suara musik di ruang antrean vaksin Covid-19 menjadi perbincangan netizen di dunia maya.

Viral Ibu Bagikan Tutorial Baju Rapi Tanpa Setrika, Hasilnya?

Belum lama ini, seorang ibu rumah tangga membagikan tips agar baju tetap rapi meski tanpa harus setrika.

Selain Monstera, Ini Deretan Tanaman Hias dengan Harga Mahal Setara Mobil

Tak hanya Monstera King Variegata, masih ada jenis tanaman hias lainnya yang memiliki harga mahal setara mobil. Apa saja?

Bunda, Begini Cara Menghadirkan Tayangan Televisi Ramah Anak di Rumah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga juga menilai tayangan stasiun televisi di Indonesia belum ramah anak.

Sebelum Memberikan Pupuk ke Monstera, Perhatikan Ini

Namun sama seperti tanaman lain, memberi pupuk kepada Monstera juga sebaiknya tidak asal-asalan.

Wow! Rutin Makan Sayuran Hijau, Fungsi Otak Meningkat

Studi yang dipublikasikan di Neurology ini menemukan bahwa makan satu porsi sayuran berdaun hijau sehari membantu menjaga daya ingat.

7 Jenis Minuman Ini Bisa Kontrol Kadar Kolesterol, Mau Coba?

Ada sejumlah cara untuk kontrol kadar kolesterol di dalam tubuh, salah satunya lewat makanan atau minuman.

Daun Monstera Menguning? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Daun Monstera menguning tentu bagai mimpi buruk, terutama bagi Anda yang berniat menjadikannya sebagai koleksi.

Segera Lakukan Ini Jika Tak Ingin Perut Makin Buncit

PPKM jangan menjadi alasan untuk mager yang membuat perut semakin buncit.

Trik Hindari Sedentary Lifestyle Selama Pandemi

Jadi sebaiknya hindari sedentary lifestyle agar tubuh tetap sehat dan bugar meski hanya di rumah saja. 

Kebiasaan Makan Ini Berdampak Buruk terhadap Otak

Perhatikan kebiasaan makan Anda karena hal ini bisa berdampak terhadap otak.

Yuk, Rayakan Bulan Gemar Membaca dengan 5 Cara Seru Ini

Berdasarkan survei indeks kajian membaca tahun 2020 dari Perpusnas, indeks kegemaran membaca Indonesia terus meningkat.

Sering Putus Nyambung dengan Pasangan? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Jika Anda terus terjebak dalam hubungan putus nyambung ini, hal ini lama-lama bisa meracuni kesehatan mental Anda.