Tutup Iklan
Anji Tak Percaya Covid-19 Mengerikan, Begini Penjelasan IDI
Anji Manji saat me-review film DIlan 1990 (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA – Musikus Anji Manji menilai Covid-19 tidak semengerikan yang diberitakan media. Pemilik nama lengkap Erdian Aji Prihartanto mengomentari foto jenazah Covid-19 karya fotografer Joshua Irwandi untuk National Geographic.

Positif Covid-19 Solo Tembus 214 Orang, Klaster Nakes Masih Mendominasi

Anji dinilai meremehkan virus corona, Covid-19, yang belakangan jumlah kasusnya terus melonjak. “Saya percaya cvd (Covid-19) itu ada. Tapi saya tidak percaya bahwa cvd semengerikan itu,” tulis Anji dalam akun Instagramnya.

“Ini adalah tentang perbedaan sudut pandang. Saya membaca viralnya foto Joshua Irwandi dari banyak akun besar dengan pola caption yang seragam,” tulis Anji dalam akun Twitter pribadinya, Senin. Terkait hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak meremehkan bahaya virus corona, Covid-19.

Ngeri! Dalam Sepekan BMKG Catat 41.817 Sambaran Petir di Daerah Ini

Jawaban IDI

“Iya sebaiknya kita tetap hati-hati dan tidak menganggap enteng. Secara logika sederhana, kalau tidak berbahaya tidak mungkin Covid-19 menjadi pandemi menyebar cepat ke seluruh dunia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Daeng M Faqih, dilansir Antara, Senin (20/7/2020).

Dr Daeng menyebut hingga saat ini sudah ada 63 dokter yang dilaporkan terkena Covid-19. IDI, melalui Humas PB IDI dr Abdul Halik Malik juga mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya pada berita yang tidak memiliki sumber yang jelas.

“Literasi informasi sangat penting untuk masyarakat, karena informasi negatif, hoaks dan misinformasi cepat sekali viralnya. Sosialisasi dan edukasi perlu terus dilakukan oleh otoritas setempat dengan melibatkan para ahli. Siapa pun ketika menerima informasi atau hendak memberikan informasi, pastikan untuk disaring dulu sebelum sharing, agar terhindar dari infodemi di tengah pandemi,” kata dr Abdul Halik Malik.

Gara-Gara 1 Pasien Tidak Jujur, 10 Warga Satu RT Di Sukoharjo Positif Corona

Jika masyarakat meragukan suatu informasi, sebaiknya langsung ditanyakan kepada otoritas atau sumber informasi yang akurat dan terpercaya.

“Belakangan ini bukan hanya pandemi corona yang berbahaya, infodemi seputar kesehatan juga tidak kalah berbahaya, oleh karena itu para pihak diminta agar memberi kabar yang benar,” kata dr Abdul.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho