Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penyegelan di Pulau D reklamasi Teluk Jakarta, Jakarta, Kamis (7/6/2018) lalu. (Antara - Dhemas Reviyanto)

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sudah melakukan perjalanan ke tujuh negara selama dua tahun menjabat. Namun, Pemprov DKI Jakarta menyebut Anies baru tercatat dua kali melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.

Pemprov juga mengklaim kunjungan Anies itu guna menghadiri konferensi global sehingga ada keuntungan bertemu bilateral dengan sejumlah pemimpin kota dan lembaga sekaligus dalam satu tempat. Anies juga diundang sebagai pembicara untuk memaparkan mengenai perkembangan Kota Jakarta.

Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDHKLN) Pemprov DKI Jakarta Mawardi di Jakarta, Senin, mengatakan selain dua kali kunjungan kerja, Anies juga melaksanakan dua kali kunjungan singkat/sehari ke Singapura untuk menjenguk almarhumah Ani Yudhoyono waktu dirawat dan untuk ceramah.

“Semua ada pemberitahuan dan ada balasan [Kemendagri],” kata Mawardi.

Dia menyebut perjalanan Gubernur DKI Jakarta ke luar negeri pertama kali selama 2019 yakni menjenguk istri Presiden RI ke-6, Ani Yudhoyono yang saat itu dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura, pada 2 Maret 2019.

“Bahkan saat menjenguk itu semua perjalanan Gubernur menggunakan dana pribadi dan tanpa APBD. Beliau tidak bermalam, berangkat pagi dan sore sudah pulang ke Jakarta,” tutur Mawardi.

Kemudian Gubernur pada 3 Mei 2019 untuk menjadi pembicara utama pada The Pyramid’s Annual Post-AGM Gala Dinner yang dilaksanakan di Singapura berdasarkan undangan dari Vivian Balakrishnan yang juga Menteri Luar Negeri Singapura.

Gubernur berpidato di hadapan pemimpin Singapura, mulai dari perdana menteri, para pemimpin bisnis, tokoh akademisi, para menteri anggota kabinet, dan termasuk mantan Perdana Menteri. Mawardi juga menyebut bahwa seluruh transportasi dan akomodasi tersebut ditanggung oleh pihak penyelenggara.

“Kami mengajukan permohonan izinnya pada 21 Maret dan dibalas oleh Mendagri pada 5 April,” ujar Mawardi.

Perjalanan dinas Anies yang pertama yaitu menghadiri pertemuan Urban 20 (U-20) Mayors Summit Agenda di Tokyo, Jepang, pada 20-21 Mei. U-20 merupakan pertemuan pemimpin ibu kota negara anggota G-20. Pertemuan U-20 adalah rangkaian dari kegiatan pertemuan G-20 yang juga dilaksanakan di Jepang.

Pada pertemuan U-20 tersebut, lanjut Mawardi, Gubernur sekaligus menjadi pembicara mengenai perubahan iklim. Anies adalah satu-satunya gubernur yang diundang berbicara dalam tiga forum yang berbeda.

Selain itu juga, Anies juga memberikan paparan khusus tentang Jakarta di Sasakawa Foundation dan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperingati Hubungan Persahabatan Kota Ke-30 antara Tokyo dan Jakarta yang telah terjalin sejak 1989. Bahkan, tambah Mawardi, untuk perjalanan ke Tokyo, Pemprov DKI Jakarta sudah mengajukan surat permohonan izin kepada Mendagri sejak Januari 2019.

Perjalanan dinas kedua, Gubernur DKI Jakarta menuju ke Medellin, Kolombia dan Amerika Serikat pada 8-17 Juli lalu. Ada sejumlah kegiatan yang dihadiri oleh Anies. Di antaranya menjadi pembicara pada pertemuan pemimpin kota sedunia The World Cities Summit Mayors Forum 2019, pembicara pada pertemuan USINDO Open Forum, dan bernegoisasi dengan Formula E.

Hasilnya, Jakarta menjadi calon tuan rumah Formula E pada 2020. Berdasarkan hitungan ekonomi melalui assessment ekonomi, kata dia, Jakarta diperkirakan akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp1,2 triliun jika menjadi tuan rumah Formula E.

Anies juga memaparkan kemajuan Kota Jakarta kepada pemimpin kota sedunia lainnya dan bersiap sebagai kota global. Keberangkatan ke Kolombia dan Amerika tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengajukan surat kepada Mendagri pada 28 Mei.

“Sesuai aturan, minimal 10 hari sebelum keberangkatan sudah mengajukan surat permohonan kepada Mendagri. Kami selalu beberapa minggu sebelumnya. Bahkan ada yang beberapa bulan sebelumnya. Dan selalu mendapatkan izin dari Mendagri,” ucap Mawardi.

7 Negara

Berdasarkan catatan Bisnis/JIBI, mantan Menteri Pendidikan tersebut sudah mengunjungi tujuh negara, yaitu Maroko, Turki, Argentina, Jepang, Singapura, Kolombia, dan Amerika Serikat.

Kunjungan pertama Anies ke luar negeri untuk memenuhi undangan Wali Kota Casablanca, Maroko Abdelaziz El Omari dalam rangka berpartisipasi dalam The Third Edition of Smart Cities African Casablanca 2018.

Dari Maroko, Gubernur DKI melanjutkan perjalanan ke Turki. Di sana Anies menemui Wali Kota Istanbul Mevlüt Uysa dan kunjungan ke Istanbul Water and Waste Management (ISKI).

Setelah itu, Anies terbang ke Argentina pada Oktober 2018 untuk menghadiri pertemuan Urban 20 Mayors Summit (U20) di Buenos Aires, Argentina.

Anies juga tercatat datang ke negara tetangga Singapura pada Mei 2019. Tak lama setelah itu, rombongan Gubernur DKI bertolak ke Tokyo, Jepang untuk menghadiri acara Urban 20 (U20) Mayors Summit sekaligus menghadiri perayaan 20 tahun Sister City antara Jakarta-Tokyo.

Minggu lalu, Anies mengunjungi Medellin, Kolombia, untuk menjadi salah satu pembicara di World Cities Summit (WCS) sebelumnya akhirnya melanjutkan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Anies dijadwalkan tiba di Ibu Kota pada Kamis (18/7/2019).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten