Warga mengikuti uji coba publik pengoperasian Mass Rapid Transit (MRT) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa (12/3/2019). (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kecewa melihat komentar di media sosial mengenai beberapa foto orang yang melanggar aturan di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) selama masa uji coba publik. Dia menilai pelanggaran itu sebagai proses pembelajaran.

Anies Baswedan menyebut orang-orang yang makan di stasiun MRT, menginjak kursi, dan membuang sampah sembarangan tidak sepatutnya diviralkan di media sosial dengan komentar negatif, terlebih wajahnya terpampang di foto tersebut.

"Saya miris betul melihat di foto diejek diviralkan dengan wajah yang ada disitu, tak baik itu!" kata Anies saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (26/3/2019).

"Kita-kita dulu waktu pertama kali naik pesawat juga lucu kok, pertama kali naik kereta juga lucu," tambah Anies Baswedan sebagaimana dikutip Suara.com.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menilai hal tersebut dapat dimaklumi karena itu bagian dari proses pembelajaran yang lama-lama akan terbentuk suatu kebiasaan.

"Jangan merendahkan, jangan menghina, jangan mengejek, kita semua mengalami proses pembelajaran, tidak semua orang pernah naik kendaraan apapun, ada yang baru naik pesawat pertama kali juga ada di bangsa kita ini," jelas Anies.

 Aksi emak-emak di MRT Jakarta diberitakan situs Jepang (Istimewa)

MRT Jakarta diresmikan dan mulai beroperasi pada Minggu (24/3/2019). Namun bukannya unjuk gigi soal fitur, kenyamanan dan hal positif lainnya, malah berbagai macam kelakuan tercela para penumpangnya justru menghiasi media sosial.

Mulai dari banyaknya sampah, emak-emak yang membiarkan anaknya buang air kecil sembarangan, peron MRT untuk makan, berdiri di bangku hingga bergelayutan di dalam gerbong MRT jadi viral dan menjadi bulan-bulanan warganet.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten