Ilustrasi angulas (BBC)

Solopos.com, SOLO – Bayi belut alias angulas menjadi salah satu makanan paling mahal di Spanyol. Harganya mencapai Rp17 juta per kilogram. Padahal, sebelumnya bayi belut justru dipakai sebagai makanan ayam. Lantas, apa yang membuatnya menjadi istimewa dan berharga mahal?

Bayi belut alias angulas sebenarnya bukanlah -unik-tradisi-pernikahan-ratusan-tahun-hidup-lagi-di-klaten">penganan yang lazim dimakan. Bentuknya sama sekali tidak menggugah selera. Hewan itu bentuknya kecil, panjang, transparan, dan menggeliat seperti cacing. Tetapi, setelah dimasak warnanya berubah menjadi putih keruh.

Saat diletakkan di piring, angulas mirip dengan cacing yang sudah lemas. Makanan ini tidak memiliki rasa alias hambar. Lantas, apa yang membuat harganya mahal? Dikutip dari Oddicty Central, Minggu (21/10/2018), angulas pernah menjadi makanan ayam dan babi. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sejumlah ilmuwan menemukan fakta angulas memiliki segudang khasiat untuk kesehatan.

Bayi belut itu dapat meningkatkan sistem kekebalan -unik-miliarder-ini-punguti-sampah">tubuh. Selain itu, angulas juga semakin langka karena habitatnya tercemar. Saat berusia 10 bulan, belut tersebut bakal berenang ke hilir sungai menyeberangi Eropa ke Samudra Atlantik. Nah, belut-belut tersebut bakal bertelur di pesisir pantai yang diincar nelayan.

Musim perburuan angulas dimulai pada bulan November. Waktu terbaik menangkap -unik-dikerjai-vending-machine-super-lucu">hewan ini saat tengah malam dan ombak tinggi. Sulitnya pencarian itulah yang membuat harga angulas melambung tinggi. Bahkan, pada 2016 lalu angulas yang ditangkap pada kloter pertama dijual seharga Rp92 juta per kilogram. Sejumlah orang di Spanyol membeli angulas hanya karena gengsi. Sebab, orang yang membeli makanan itu dianggap sebagai orang kaya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten