Angkringan di Delanggu Ini Beri Diskon 50% ke Penyandang Disabilitas

Angkringan Gotong Royong ini dikelola oleh komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difa Mandiri Gatak.

 Angkringan Gotong Royong di Gatak, Kecamatan Delanggu, Selasa (28/9/2021). Angkringan tersebut memberikan diskon 50 persen bagi penyandang disabilitas dan keluarganya.(Solopos.com/Ponco Suseno)

SOLOPOS.COM - Angkringan Gotong Royong di Gatak, Kecamatan Delanggu, Selasa (28/9/2021). Angkringan tersebut memberikan diskon 50 persen bagi penyandang disabilitas dan keluarganya.(Solopos.com/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN—Pengelola angkringan di pinggir Jl. Solo-Jogja, tepatnya di Gatak, Kecamatan Delanggu, memberikan diskon 50 persen ke pelanggan yang berstatus sebagai penyandang disabilitas dan anggota keluarganya. Pemberian diskon tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya meringankan para penyandang disabilitas di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, angkringan di perempatan Gotong Royong Delanggu mulai di-launching, Minggu (26/9/2021). Angkringan Gotong Royong ini dikelola oleh komunitas penyandang disabilitas yang tergabung dalam Difa Mandiri Gatak.

Jumlah anggota Difa Mandiri Gatak kurang lebih 30 penyandang disabilitas. Berdirinya angkringan di perempatan Gotong Royong Delanggu juga hasil dukungan penuh dari Pemdes Gatak.

Baca Juga: Pemilihan Peserta PTM di Wonogiri Dilakukan Selektif

Selain angkringan, Pemdes Gatak juga mendukung kegiatan penyandang disabilitas lainnya, seperti di bidang ternak burung kenari, pembuatan pupuk kompos, dan mitigasi bencana untuk penyandang disabilitas.

Angkringan yang dikelola para penyandang disabilitas di perempatan Gotong Royong Delanggu dibuka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari. Makanan dan minuman yang dijual di angkringan ini sama persis dengan yang dijual di angkringan pada umumnya. Makanan itu seperti nasi kucing, gorengan, baceman, telur sunduk, es teh, teh hangat, dan lainnya.

“Modal awal angkringan ini didukung Pemdes Gatak untuk Difa Mandiri Gatak [senilai Rp2 juta]. Sedangkan gerobaknya dari Serdadu Delanggu [komunitas penyandang disabilitas tingkat kecamatan di Delanggu]. Menu di sini dari teman-teman penyandang disabilitas sendiri. Di tengah pandemi Covid-19, kami juga ingin membantu sesama penyandang disabilitas. Bagi penyandang disabilitas yang makan di sini, diskon 50 persen,” kata pengelola sekaligus Sekretaris Difa Mandiri Gatak dan Sekretaris Serdadu Delanggu, Feri Santosa, 43, saat ditemui Solopos.com, di Gatak, Kecamatan Delanggu, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Hore! Tes Antigen untuk Syarat Nikah di Klaten Gratis Mulai 1 Oktober

 

Strategis

Meski baru di-launching beberapa hari, lanjut Feri Santosa, pengunjung angkringan di Gatak sudah banyak. Hal itu termasuk para penyandang disabilitas di Gatak dan sekitarnya yang antusias makan dan minum di angkringan Gatak.

“Lokasi di sini lumayan strategis. Para penyandang disabilitas yang ikut mengelola angkringan ini sangat senang [bisa berbagi]. Di luar itu, para penyandang disabilitas lainnya yang makan dan minum di sini juga senang karena bisa memperoleh diskon 50 persen. Omzet yang diperoleh setiap harinya juga sudah lumayan. Di hari perdana senilai Rp245.000. Sedangkan hari kedua senilai Rp208.000,” katanya.

Angkringan di Gatak tersebut juga menjadi tempat para penyandang disabilitas di Delanggu berdiskusi tentang berbagai hal terkait penyandang disabilitas.

Baca Juga: Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri Batal Dihentikan, Ini Alasannya

“Selasa malam ini para penyandang disabilitas berkumpul di sini membahas tentang rencana pembuatan pupuk kompos,” katanya.
Teresia Umi selaku penjual di angkringan Desa Gatak sangat senang terlibat dalam pengelolaan angkringan. Istri dari Feri Santosa ini menilai semangat para penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi sangat tinggi.

“Angkringan ini bisa membantu para penyandang disabilitas. Suami saya yang sebenarnya harus berjualan lumpya harus libur jualan dulu [agar usaha angkringan bisa berkembang terlebih dahulu],” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.