Angkasa Pura I Optimistis Bandara Ahmad Yani Masuk Kategori Prima Utama
Suasana dalam terminal baru Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (7/6/2018). (Bisnis-Yustinus Andry)

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Angkasa Pura I (Persero) optimistis memasukkan tiga bandar udara di bawah pengelolaannya dalam predikat Pelayanan Prima Utama pada penyelenggaraan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik 2020, termasuk Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani di Semarang.

Corporate Secretary AP I, Handy Heryudhitiawan mengatakan ketiga bandara tersebut adalah Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, dan Bandara Yogyakarta Baru di Kulon Progo. "Terutama bandara di Semarang yang operasional terminalnya sudah baru. Insyaallah pada ajang pelayanan prima selanjutnya, pada 2020, sebagian besar bandara kami sudah masuk katagori prima utama," kata Handy, Senin (17/9/2018).

Dalam Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik sektor transportasi udara 2018, hanya dua bandara yang masuk dalam predikat Prima Utama, yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Sisanya berpredikat Prima Madya dan Prima Pratama. Pihaknya menyebut kedua bandara itu merupakan bandara utama AP I. Standar pelayanan dan kelebihan pada dua bandara yang berkode DPS dan BPN tersebut akan dijadikan sebagai contoh untuk pengembangan bandara lain.

Kendati demikian, menurutnya pencapaian tahun ini sudah lebih baik dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya pada 2016. Saat itu, terdapat tiga bandara yang belum berhasil memperoleh predikat. "Selanjutnya, kami akan dorong bandara AP I lain agar semakin matang dalam memberikan layanan, sehingga masuk dalam kategori pelayanan prima utama," ujarnya.

Bandara Yogyakarta Baru di Kulon Progo yang sudah memasuki masa konstruksi pasca pengumuman pemenang lelang pada Juli 2018, diperkirakan memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter dan taxiway tuntas 100% pada April 2019. Dalam waktu yang sama, apron dan bangunan terminal bisa mencapai 50%.

Dalam kondisi tersebut, luas bandara sudah mencapai lima kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto saat ini yang hanya 1,7 juta penumpang per tahun. Secara keseluruhan, bandara ini ditargetkan selesai pada kuartal I/2020.

Sementara itu, hingga 2 September 2018, perkembangan pembangunan Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin untuk pekerjaan proyek Paket II yang meliputi pekerjaan infrastruktur, bangunan penunjang, dan perluasan apron sudah mencapai 45,1%. Adapun, untuk Paket I yang meliputi pekerjaan terminal dan fasilitas penunjang masih 0,6%.

Saat ini pekerjaan masih terkendala oleh dua hal, yaitu terkait dengan lahan proyek yang bersinggungan dengan lahan TNI AU seluas 1,1 Ha dan infrastruktur jalan akses masuk bandara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom