Angka Kematian Pasien Covid-19 Baki Tertinggi Di Sukoharjo, Berapa Persen?
Pemakaman jenazah korban Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Baki menjadi kecamatan dengan angka kematian atau mortality rate pasien positif Covid-19 tertinggi se-Kabupaten Sukoharjo.

Angkanya mencapai 10,1 persen atau dua kali dari ambang batas maksimal World Health Organization (WHO) yakni 5%. Selain Baki, ada tiga kecamatan lain dengan angka kematian pasien Covid-19 yang masih tinggi.

Tiga kecamatan itu yakni Nguter, Polokarto, dan Kartasura. Persentase kematian pasien Covid-19 tiga kecamatan itu masing-masing Nguter 8,8 persen, Polokarto 8,2 persen, dan Kartasura 7,0 persen.

Warga Wonogiri Ditemukan Meninggal Di Hotel Wilayah Keprabon Solo

Informasi yang Solopos.com himpun, Senin (26/10/2020), tingginya angka kematian pasien positif Covid-19 menjadi sorotan utama Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo.

Terutama Baki dan tiga kecamatan lain yang menjadi daerah dengan angka kematian pasien positif tertinggi Sukoharjo.

Pada sisi lain, ada dua kecamatan yang nihil kasus kematian pasien Covid-19 yakni Weru dan Tawangsari. Secara kumulatif, angka kematian pasien positif 12 kecamatan sebesar 5,2 persen.

Karantina Wilayah RT Bumi Laweyan Solo Bermula Dari Petugas Parkir Positif Covid-19, Begini Ceritanya

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, tak memungkiri angka kematian pasien positif Covid-19 Sukoharjo masih cukup tinggi.

Total pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 51 orang. Sebagian besar pasien positif yang meninggal dunia memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Komorbid

“Kelompok masyarakat komorbid sangat berisiko tinggi terpapar Covid-19. Jika mereka terinfeksi Covid-19 bisa mengakibatkan gejala parah hingga kematian,” katanya kepada Solopos.com, Senin.

Penemuan Jenazah Warga Wonogiri di Hotel Solo, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Gugus tugas berupaya menekan angka kematian pasien positif Covid-19 Sukoharjo dengan meningkatkan tata laksana manajemen rumah sakit rujukan Covid-19.

Para pasien positif dengan gejala bakal menjalani rawat inap pada delapan rumah sakit rujukan Covid-19. Mereka mendapat perawatan secara intensif oleh petugas medis sampai benar-benar sembuh.

17 Keluarga Nusukan Solo Karantina Mandiri, Warga Bantu Suplai Logistik

Selain itu, prioritas pencegahan transmisi penularan Covid-19 yakni pada kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) lantaran imunitas tubuhnya cenderung lemah.

“Kunci utama memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Terutama kelompok masyarakat berisiko tinggi yang harus diupayakan tidak berinteraksi dengan orang lain,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom