Angka Kematian Lansia dan Komorbid 85 Persen, Masih Abaikan Protokol Kesehatan?

Satgas Penanganan Covid-19 mengungkap tingginya angka kematian warga lansia dan kormobid yang terinfeksi virus corona.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi lanjut usia (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Solopos.com, SOLO -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkap tingginya angka kematian warga lanjut usia atau lansia dan kormobid yang terinfeksi virus corona, yakni mencapai 80 persen hingga 85 persen.

Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian masyarakat. Khususnya mereka yang masih abai terhadap penerapan protokol kesehatan.

Pelanggar protokol kesehatan baik berupa tak patuh jaga jarak, maupun tidak pakai masker, bisa berdampak langsung terhadap warga lansia dan orang yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid.

10 Berita Terpopuler : Oknum LSM Bikin Resah Kades di Karanganyar

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pelanggaran protokol kesehatan berisiko sangat besar bagi warga lansia dan kelompok komorbid.

"Angka kematian lansia dan komorbid mencapai 80% sampai 85%. Sebuah angka yang sangat tinggi sekali," papar Doni Monardo dalam bincang-bincang spesial Media Bertanya, Doni Monardo Menjawab di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Jumat (9/10/2020).

Seperti dikutip dari laman covid19.go.id, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menjelaskan kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan komorbid, harus sedari awal diketahui jika positif Covid-19.

Oknum LSM Resahkan Kades, Bupati Karanganyar Minta Tim Saber Pungli Turun Tangan

Gejala Ringan Bisa Sembuh 100 Persen

Berdasarkan data rumah sakit, pasien dengan gejala ringan memang bisa 100% sembuh. Tingkat kematian pasien dengan risiko ringan cenderung lebih rendah.

Doni memaparkan angka kematian pada pasien berisiko ringan tercatat 2,5%, risiko sedang 8%, dan risiko berat dan kritis mencapai 67%.

Perubahan dari gejala ringan ke sedang membutuhkan proses lebih dari sepekan. Sementara perubahan dari kondisi sedang ke berat atau buruk sangat cepat, yakni hanya sekitar satu jam saja.

Ngeyel Tak Taati Protokol Kesehatan, Warung Angkringan di Sragen Didenda Rp100.000

"Ini yang perlu dipahami untuk mengetahui kondisi masing-masing. Jangan menunggu parah. Lebih cepat penanganan akan lebih baik," ungkap Doni Monardo yang baru saja melakukan kunjungan ke Sulawesi, Papua, dan Bali.

Doni mengapresiasi pemerintah daerah yang telah memberikan sanksi tegas kepada pelanggar protokol. Aturan sanksi ini, kata dia, telah ditetapkan dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang sanki bagi yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

"Aparat Kepolisian dan Satpol PP diberi kewenangan untuk memberi sanksi pada mereka yang melanggar, baik perseorangan dan perusahaan," kata Doni yang mengaku pernah menginap selama tiga bulan di kantornya saat pandemi ini mulai melanda Indonesia.

Berita Terbaru

Siti Fadilah Pilih Pakai Vaksin Merah Putih, Begini Argumentasinya

Solopos.com, JAKARTA — Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang selama ini dikenang sebagian publik sebagai pahlawan flu burung...

Butuh Waktu hingga Tercapai Herd Immunity

Solopos.com, SOLO--Vaksinasi yang berlangsung di Tanah Air menjadi salah satu strategi mengakhiri pandemi Covid-19. Namun, harapan terbentuk herd immunity...

Anjuran Terbaru dari WHO Soal Pemakaian Masker, Termasuk di Rumah

Solopos.com, SOLO - Badan Kesehatan Dunia atau WHO kembali merilis aturan baru mengenai pemakaian masker di tengah pandemi Covid-19....

Positif Covid-19 Setelah Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya Versi Vaksinolog

Solopos.com, JAKARTA -- Belakangan ini beredar kabar ada sejumlah kasus positif Covid-19 setelah mendapatkan vaksin. Akhirnya, muncul anggapan kasus positif...

Peneliti Kembali Temukan Varian Baru Virus Corona di Afrika Selatan, Lebih Mudah Menular

Solopos.com, JAKARTA -- Kabar kurang sedap kembali datang dari luar negeri perihal varian baru virus Corona, para peneliti menemukan...

Sah! PPKM Diperpanjang hingga 8 Februari 2021

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah resmi memperpanjang penerapan PPKM hingga 8 Februari 2021. Keputusan itu disampaikan Ketua Komite Penanganan COVID-19...

3 Mantan Presiden AS Bermasker Hadiri Pelantikan Biden

Solopos.com, JAKARTA — Tiga mantan presiden Amerika Serikat menghadiri pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris, Rabu (20/1/2021) waktu setempat....

Menteri BUMN Optimistis Vaksinasi Nakes Lindungi & Perangi Covid-19

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri BUMN, Erick Thohir optimistis vaksinasi periode pertama yang ditujukan kepada tenaga kesehatan atau nakes akan...

Jangan Takut Vaksin Covid-19

Solopos.com, SOLO--Masyarakat tak perlu takut mengikuti vaksinasi untuk Covid-19 yang dimulai pada 14 Januari 2021. Vaksin yang beredar sudah...

Ahli Epidemiologi: Vaksin Covid-19 Tak Bisa Gantikan Protokol Kesehatan

Solopos.com, SOLO -- Meski sudah ada vaksin Covid-19, masyarakat tetap harus disiplin terhadap protokol kesehatan, terutama bagi mereka yang...