Angka Kematian Kena Covid-19 Tinggi, Rusia Tambah Pabrik Obat
Seorang perawat mempersiapkan vaksin Rusia "Sputnik-V"(Antara/Reuters)

Solopos.com, MOSKOW -- Angka kasus positif dan kematian akibat infeksi Covid-19 di Rusia tinggi. Presiden Vladimir Putin pun membuka pabrik farmasi di Siberia, untuk memproduksi obat Covid-19.

Lonjakan infeksi Covid-19 di Rusia terjadi sejak September. Namun, pihak berwenang menolak memberlakukan penguncian, hanya mengandalkan tindakan yang ditargetkan di wilayah tertentu.

Saat berbicara pada peresmian melalui tautan video, Putin mengatakan tanaman tersebut akan menghasilkan obat Covid-19. Serta obat yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis, diabetes, hepatitis, dan penyakit lainnya.

ÔÇťOrang-orang membutuhkan obat ini. Mereka benar-benar membutuhkannya setiap hari," kata Presiden Rusia Putin, Kamis (26/11/2020).

Hampir 2500 Karyawan Positif Covid-19, Pabrik Sarung Tangan APD Tutup

Rusia melaporkan rekor tertinggi 25.487 infeksi virus corona pada Kamis dan 524 kematian dalam 24 jam terakhir. Itu jumlah tertinggi yang dilaporkan sejak dimulainya pandemi.

Pengawas kesehatan Roszdravnadzor mengatakan bahwa beberapa daerah di negara itu kehabisan tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19, menurut laporan kantor berita TASS dan RIA.

Pihak berwenang di Moskow, yang melaporkan 6.075 kasus baru pada Kamis, memperpanjang periode isolasi diri yang direkomendasikan untuk penduduk di atas 65 tahun. Yaknimereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi hingga 15 Januari.

"Perusahaan juga mengharuskan 30 persen staf mereka bekerja dari jarak jauh. Ini harus terus dilakukan hingga pertengahan Januari," kata Walikota Moskow Sergei Sobyanin dilansir Antaranews.com.

Innalillahi! Sehari, 3 Pasien Covid-19 di Sragen Meninggal Dunia

Terbesar Keempat

Sobyanin mengatakan sistem perawatan kesehatan kota berada di bawah tekanan. Tetapi masih dapat menopang masuknya pasien Covid-19.

"Para ahli percaya bahwa dalam kondisi seperti ini tidak perlu menerapkan pembatasan tambahan. Tetapi mencabut aturan yang sudah ada akan menjadi keputusan yang sembrono," tulis Sobyanin di situsnya.

Dengan 2.187.990 infeksi, Rusia saat ini memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan Brazil.

Rizieq Syihab Dirawat di RS UMMI Bogor, Ini Penjelasan FPI

Pada Kamis (26/11), Rusia telah mencatat 38.062 kematian terkait Covid-19 sejak dimulainya pandemi.

Rusia mengatakan vaksin Sputnik-V yang dikembangkannya 92 persen efektif untuk melindungi orang dari Covid-19.Saat ini Moskow bergegas mengimbangi pembuat obat Barat dalam perlombaan untuk mendapatkan vaksin.

 

Sumber: Antaranews.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom