Angka Kecelakaan Lalu Lintas Sragen Nomor 7 Se-Jateng
Ilustrasi Kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SRAGEN – Angka kecelakaan lalu lintas di Sragen menempati urutan ketujuh di Jawa Tengah. Bahkan dulu sempat berada di rangking kedua terbanyak di Jawa Tengah.

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto, mengungkapkan, ada 88 kasus kecelakaan lalu lintas di Sragen sepanjang Januari 2020. Rata-rata korban adalah orang dewasa berusia 37-40 tahun.

“Selama Januari 2020 sudah ada 88 kasus kecelakaan lalu lintas dan 48% di antaranya terjadi di jalan kabupaten. Usia para korban pun bergeser bukan lagi pelajar tetapi sudah orang dewasa berumur 37-40 tahun ke atas,” kata AKP Sugiyanto kepada Solopos.com, Kamis (13/2/2020).

Nekat Susur Sungai Sempor, Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Sleman: Kalau Mati di Tangan Tuhan

Selain kecelakaan, jumlah warga Sragen yang terkena tilang juga cukup tinggi. Berdasarkan data tilang Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen, jumlah warga yang terkena tilang sepanjang 2018 mencapai 44.403 orang atau rata-rata 3.700 orang per bulan. Angka tersebut turun pada 2019 dengan 42.350 orang terkena tilang atau rata-rata 3.529 orang per bulan.

Jumlah tilang tertinggi pada 2018 terjadi bulan Maret, yakni 8.458 orang. Sementara jumlah tilang selama 2019 yang tertinggi terjadi pada Agustus, sebanyak 6.822 orang.

“Angka tilang di 2019 lebih rendah karena ada Pemilu 2019,” ujar anggota Satlantas Polres Sragen Jatmiko setelah menyerahkan data tilang itu kepada Solopos.com.

Profesor Asal Jepang Kaget Prosedur Karantina Kapal Diamond Princess

Kasatlantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto, mengungkapkan, tingginya angka tilang ternyata tidak berbanding lurus dengan menurunnya angka kecelakaan. Dia mengatakan angka penindakan pelanggaran lalu lintas tinggi dan angka kecelakaan juga tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Satlantas Polres Sragen terus menggiatkan sosialisasi tertib berlalu lintas dengan inovasi yang berbeda. Belakangan Satlantas menggiatkan sosialisasi di car free day (CFD) lewat simulasi dan permainan (game), yakni tactical for game. Dalam permainan itu masyarakat dapat aktif mencoba sekaligus menyadarkan tentang pentingnya tertib berlalu lintas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom