Ilustrasi angin puting beliung. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) telah menganggarkan dana Rp1,4 miliar untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana angin kencang atau angin puting beliung. Dana sebesar itu akan dialokasi dari anggaran tidak terduga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng 2019.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sudaryanto, menyebutkan total ada 3.000 rumah warga yang terdampak bencana angin kencang yang terjadi, pekan lalu. 3.000 rumah warga itu tersebar di 8 kabupaten, yakni Brebes, Boyolali, Tegal, Banjarnegara, Pati, Karanganyar, Wonogiri, Magelang, dan  Wonosobo.

“Saat ini kita sedang melakukan inventarisasi dan pendataan rumah warga yang rusak. Jangan sampai ada yang berhak tapi malah tidak menerima. Makanya, harus selektif,” ujar Sudaryanto saat dijumpai wartawan di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (30/10/2019).

Sudaryanto menambahkan dari 3.000 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang itu tidak semuanya mendapatkan bantuan. Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng No.77 Tahun 2015, rumah yang akan mendapat bantuan Pemprov Jateng hanya yang mengalami kerusakan kategori berat.

Baca juga: Angin Kencang Landa Wonosobo & Banjarnegara, Ribuan Rumah Rusak

“Sedangkan untuk yang rusak ringan maupun sedang akan ditanggung pemerintah daerah setempat. Kita hanya mem-backup yang kategori rusaknya berat sesuai pergub,” imbuh Sudaryanto.

Sudaryanto juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya terhadap bencana angin kencang atau angin puting beliung yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Terlebih, saat ini cuaca di Jateng tengah mengalami masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan.

Sudaryanto memperkirakan musim penghujan di beberapa wilayah di Jateng akan terjadi awal November 2019. Namun di sebagian wilayah lainnya, terutama yang berada di pesisir pantai utara, musim penghujan akan tiba awal Desember.

Baca juga: Angin Kencang Picu Kerugian Rp5 M Di Magelang

“Beberapa wilayah sudah memasuki musim pancaroba. Jadi perlu diwaspadai cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, dan curah hujan tinggi dalam waktu singkat,” terang Sudaryanto.

BPBD Jateng, lanjut Sudaryanto, juga sudah berkoordinasi dengan BPBD di kabupaten/kota se-Jateng untuk meningkatkan kesiapsiagaan guna mitigasi bencana pada musim penghujan. Saat musim penghujan, bencana banjir dan tanah longsor kerap terjadi di beberapa wilayah Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten